ADA APA DIBALIK CERITA INI:Setahun “Jalan di Tempat”, Kasus Pengeroyokan Wartawan di Madina Jadi Potret Buruk Penegakan Hukum

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Rabu, 4 Maret 2026 - 19:07 WIB

50148 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nasionaldetik.com, – 4 Maret 2026 Slogan Polri “Presisi” (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan) kini tengah dipertaruhkan di wilayah hukum Polres Mandailing Natal (Madina). Sudah hampir satu tahun berlalu, laporan dugaan pengeroyokan terhadap seorang jurnalis, M. Syawaluddin, dan istrinya, seolah membeku di meja penyidik tanpa ada satu pun tersangka yang ditetapkan.

Peristiwa yang terjadi pada 14 Maret 2025 ini (Laporan Polisi Nomor: STPL/107/III/2025/SPKT/POLRES MANDAILING NATAL/POLDA SUMUT) bukan sekadar kasus penganiayaan biasa. Ini adalah ujian bagi nyali dan profesionalitas Polres Madina dalam memberikan perlindungan hukum, terutama ketika korbannya adalah insan pers yang dilindungi undang-undang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kronologi Kekerasan: Pipa Air dan Kayu di Balik Luka

Berdasarkan dokumen laporan yang diterima redaksi, Syawaluddin dan istrinya diduga menjadi korban keberingasan tiga orang terlapor berinisial AR, AT, dan MI. Mirisnya, penganiayaan ini diduga menggunakan benda tumpul berupa pipa air dan kayu, yang mengakibatkan korban mengalami luka lecet serta lebam di bagian pundak dan wajah.

Meski status perkara sudah naik ke tingkat Penyidikan sejak Juli 2025 melalui SPDP Nomor: B/67/VII/RES.1.6./2025/Reskrim, kenyataan pahit harus diterima korban. Hingga memasuki Maret 2026, para terduga pelaku masih menghirup udara segar tanpa status hukum yang jelas.

Alasan klasik kepolisian yang menyebut kendala pada “pemanggilan saksi” dinilai sebagai bentuk ketidakseriusan. Jika merujuk pada KUHAP, penyidik memiliki kewenangan melakukan upaya paksa terhadap saksi yang mangkir berkali-kali.

“Kami sudah dua kali memanggil saksi-saksi, namun mereka belum hadir,” ujar Kasi Humas Polres Madina, AKP Megawati, mewakili Kapolres AKBP Bagus Priandy SIK, M.Si, Jumat (27/2).

Pernyataan ini justru memicu kritik pedas dari publik. Bagaimana mungkin sebuah institusi kepolisian kalah oleh ketidakhadiran saksi selama berbulan-bulan? Publik bertanya-tanya: Apakah hukum di Madina hanya tajam ke bawah tapi tumpul saat berhadapan dengan pelaku kekerasan terhadap wartawan?

Lambatnya penanganan kasus ini kini menjadi sorotan nasional. Kondisi ini menuntut perhatian serius dari Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan Kapolda Sumatera Utara. Pembiaran terhadap kasus kekerasan ini tidak hanya merugikan korban secara fisik dan psikis, tetapi juga menciptakan preseden buruk bahwa pelaku kekerasan terhadap wartawan bisa kebal hukum jika prosesnya dibiarkan berlarut-larut.

“Keadilan yang tertunda adalah ketidakadilan itu sendiri (Justice delayed is justice denied),” ungkap Syawaluddin dengan nada kecewa.

Publisher -Redaksi

Berita Terkait

Harmoni May Day di Boyolali, Buruh, Pemerintah dan Aparat Bersatu dalam Semangat Kebersamaan
*Pekerjaan Sumur Bor Dikebut, Air Bersih Segera Mengalir ke Rumah Warga*
Antisipasi Kerawanan saat May Day, Koramil 06/Kerajaan Bersama Polsek Sukarame Sisir Titik Vital di Wilayah Kecamatan Kerajaan
May Day 2026 di Salak Tetap Kondusif, Patroli Gabungan TNI-Polri Sisir Titik Rawan Sejak Pagi
Dugaan Pungli di RSUD Adjidarmo, King Naga Menagih Janji Bupati: “Buktikan Pemecatan Sesuai Pernyataan”
Warga Lingkungan IX Geruduk Kantor Walikota
Kendaraan Dinas Harus Prima! Kodim Boyolali Jalani Pemeriksaan Ketat dari Paldam Diponegoro
Cara Jurnalistik TMMD Reg 128 Kodim Sragen Dapat Berita di Lokasi TMMD Reg Kodim Sragen. 

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 05:27 WIB

Isu “Pengatur” Proyek APBD Merangin Viral di Medsos, Kadis PUPR & Diknas: Tidak Ada Intervensi

Rabu, 29 April 2026 - 13:02 WIB

SKANDAL BBM ILEGAL: Oknum TNI Korem 042/Gapu Diduga Menjadi “Tameng” Bisnis Gelap di Rupit & Pantai

Rabu, 29 April 2026 - 10:06 WIB

Sejak Pasca-Lebaran Cuma Masuk 1 Kali, PLT Kepsek SDN 54 Merangin Ditegur dan Akan Dicopot

Selasa, 28 April 2026 - 07:54 WIB

Polres Merangin dan Brimob Jambi Salurkan Bantuan dan Gelar Kerja Bakti Pascabanjir di Desa Pulau Bayur

Minggu, 26 April 2026 - 05:10 WIB

Teguh Ungkap Polemik Kerjasama Media Diskominfo Merangin: Syarat Rumit Jadi Penghalang

Rabu, 22 April 2026 - 06:04 WIB

Kejanggalan “Data”, Angka Kerjasama Media Diskominfo Merangin Beda Antara 2025 dan 2026, Ada Apa?

Sabtu, 18 April 2026 - 23:29 WIB

Kadisdik Merangin Panggil Kepala Sekolah SD Negeri 54 Terkait Dugaan Minim Absensi

Sabtu, 11 April 2026 - 17:13 WIB

Bandara Muara Bungo Dikepung PETI: Pemerintah dan APH Dituding “Buta dan Tuli” di Balik Bencana Merkuri

Berita Terbaru

ACEH BARAT DAYA

Progres TMMD Gunung Cut Jadi Sorotan, Dansatgas Minta Hasil Maksimal

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:19 WIB

ACEH BARAT DAYA

Pastikan Layak Huni, Dansatgas TMMD Abdya Pantau Rehab Rumah Warga

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:05 WIB