BEM PTNU JAWA TIMUR SERUKAN RESPONS PEMERINTAH YANG LEBIH CEPAT DAN BERPIHAK PADA RAKYAT

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Selasa, 16 Juni 2026 - 10:04 WIB

5087 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surabaya, 16 Juni 2026,Nasionaldetik.com – Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (BEM PTNU) Jawa Timur menyerukan pentingnya kehadiran negara yang lebih sigap, responsif, dan berpihak kepada kepentingan rakyat di tengah berbagai tantangan ekonomi dan sosial yang dihadapi Indonesia saat ini.

“Tuntutan Respons Pemerintah yang Lebih Cepat dan Berpihak pada Rakyat”.

BEM PTNU Jawa Timur memandang bahwa stabilitas nasional bukan sekadar persoalan keamanan dan ketertiban, melainkan juga berkaitan erat dengan kemampuan negara dalam menjawab kegelisahan masyarakat melalui kebijakan yang tepat sasaran, adil, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam beberapa waktu terakhir, masyarakat dihadapkan pada berbagai persoalan, mulai dari tekanan ekonomi rumah tangga, ketidakpastian lapangan pekerjaan, fluktuasi harga kebutuhan pokok, hingga masih lebarnya kesenjangan akses terhadap sumber daya ekonomi. Di tengah situasi tersebut, negara dituntut untuk hadir bukan hanya sebagai regulator, melainkan sebagai pelindung dan pengayom bagi seluruh warga negara.

Ketua BEM PTNU Jawa Timur SEFTY HASAN KHUSAINI menyampaikan bahwa pemerintah perlu memahami bahwa ukuran keberhasilan pembangunan tidak cukup ditunjukkan melalui angka-angka statistik pertumbuhan ekonomi semata. Kemajuan bangsa harus tercermin dari meningkatnya kualitas hidup masyarakat serta terjaminnya rasa keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

*”Rakyat tidak membutuhkan sekadar narasi optimisme yang terus diulang dalam ruang-ruang formal. Yang dibutuhkan adalah kebijakan yang dapat dirasakan manfaatnya secara nyata. Ketika masyarakat masih dipusingkan oleh persoalan mendasar, maka pemerintah harus lebih banyak mendengar daripada sekadar menjelaskan,”* ujarnya.

BEM PTNU Jawa Timur menilai bahwa kritik terhadap pemerintah dalam negara demokrasi merupakan bentuk partisipasi warga negara yang harus dipandang sebagai energi perbaikan, bukan ancaman terhadap stabilitas nasional. Justru, pemerintahan yang kuat adalah pemerintahan yang bersedia membuka ruang evaluasi dan mampu merespons aspirasi publik secara cepat dan proporsional.

Melalui narasi tersebut, BEM PTNU Jawa Timur menyampaikan beberapa tuntutan sebagai bentuk tanggung jawab moral kaum intelektual muda terhadap masa depan bangsa:

1. *Mendorong pemerintah untuk mempercepat respons terhadap berbagai persoalan ekonomi masyarakat*, khususnya terkait stabilitas harga kebutuhan pokok, penguatan daya beli, dan penciptaan lapangan kerja yang layak bagi generasi muda.

2. *Memastikan implementasi Pasal 33 UUD 1945 berjalan secara konsisten*, dengan menempatkan pengelolaan sumber daya alam dan kebijakan ekonomi nasional sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

3. *Memperkuat sektor ekonomi kerakyatan*, termasuk UMKM, ekonomi pesantren, petani, nelayan, serta pelaku usaha mikro yang selama ini menjadi tulang punggung ketahanan ekonomi nasional.

4. *Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam setiap kebijakan strategis negara dalam pengelolahan anggaran*, agar kepercayaan publik terhadap institusi pemerintahan tetap terjaga.

5. *Membuka ruang dialog yang lebih luas antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat sipil* sehingga setiap kebijakan yang dihasilkan benar-benar lahir dari kebutuhan riil masyarakat.

BEM PTNU Jawa Timur menegaskan bahwa keberpihakan kepada rakyat tidak cukup diwujudkan melalui slogan-slogan populis. Keberpihakan harus tampak dalam keberanian mengambil keputusan yang melindungi kelompok rentan, mempersempit kesenjangan sosial, dan menghadirkan distribusi manfaat pembangunan yang lebih merata.

*”Negara tidak boleh hadir hanya ketika membutuhkan legitimasi, tetapi absen ketika rakyat membutuhkan solusi. Pemerintah harus membuktikan bahwa kekuasaan adalah instrumen pelayanan, bukan sekadar ruang untuk mempertahankan citra,”* tegas perwakilan BEM PTNU Jawa Timur.

Di sisi lain, BEM PTNU Jawa Timur juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas, memperkuat persatuan nasional, serta mengedepankan budaya dialog dalam menyampaikan aspirasi. Kritik yang konstruktif dan partisipasi yang bertanggung jawab merupakan bagian penting dalam menjaga kualitas demokrasi Indonesia.

Sebagai bagian dari generasi muda Nahdlatul Ulama, BEM PTNU Jawa Timur berkomitmen untuk terus menjalankan fungsi kontrol sosial melalui kajian akademik, advokasi kebijakan, dan penguatan literasi publik demi terwujudnya tata kelola pemerintahan yang lebih responsif, adil, dan berorientasi pada kepentingan rakyat.

“Kami tidak sedang mempertentangkan rakyat dengan pemerintah. Kami justru mengingatkan bahwa legitimasi pemerintah bersumber dari kepercayaan rakyat. Ketika suara rakyat direspons dengan cepat dan kebijakan berpihak pada kepentingan bersama, di situlah persatuan nasional menemukan maknanya yang paling nyata. Negara harus hadir, bekerja, dan memastikan bahwa tidak ada satu pun warga yang tertinggal dalam proses pembangunan.”

*BEM PTNU Jawa Timur*

*Kritis dalam Pengawasan, Santun dalam Penyampaian, Teguh Mengawal Kepentingan Rakyat.*

(Red)

Berita Terkait

Fidiel Castro Minta Dugaan Keterlibatan K3S, MKKS, dan Disdikbud Diusut Transparan
PPWI Ogan Ilir Sambangi Polda Sumsel, Fidiel Castro: Kebenaran Harus Diungkap, Jangan Biarkan Fitnah Berlarut!
Tak Henti-hentinya Satgas TMMD 130 Kodim 0209/Labuhanbatu, Berjibaku kejar Sasaran Pisik.
Kunjungan DPD IWO-I Deli Serdang di Sambut Oleh Ketua OKK DPP IWO-I Bersama DPW IWO-I DKI Jakarta
Sambut HUT ke-75 Humas Polri, Polres Inhil Gelar Bakti Sosial di Panti Asuhan Muhammadiyah
PCNU KOTA JAMBI MENERIMA BANTUAN MASKER DARI BPBD KOTA JAMBI UNTUK APEL HARI SANTRI NASIONAL 2026*
53 Pelajar Kabupaten Kediri Bawa Misi Kenalkan Seni dan Budaya di Kraton Yogyakarta
Sedekah Oksigen Tanam Kebaikan, Merawat Kehidupan, Menghadirkan Kesejukan Untuk Kencong

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:54 WIB

Apel Pagi Satgas TMMD ke-130 Kodim 0206/Dairi, Kesiapan Personel Jadi Kunci Tuntaskan Sasaran Pembangunan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:46 WIB

Letda Inf Trisna Benni Atmaja Pimpin Apel, Tegaskan Kesiapan Satgas TMMD ke-130 Kodim 0206/Dairi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:35 WIB

Gempur Lima Rumah Sekaligus! Satgas TMMD ke-130 Kodim 0206/Dairi Percepat Pembangunan RTLH di Sibongkaras

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:23 WIB

Satgas TMMD ke-130 Kodim 0206/Dairi Percepat Pembangunan Lima RTLH di Sibongkaras

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:17 WIB

Kodim 0206/Dairi Bangun Lima Rumah Warga Melalui Program TMMD Reguler ke-130

Senin, 19 Oktober 2026 - 23:56 WIB

Medan Terjal Tak Surutkan Semangat! Satgas TMMD ke-130 Kodim 0206/Dairi Buka Jalan 1.000 Meter Menuju Sibongkaras

Senin, 19 Oktober 2026 - 23:50 WIB

Tak Kenal Lelah di Medan Berat, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0206/Dairi Berjuang Buka Jalan 1.000 Meter

Senin, 19 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Buldoser dan Ekskavator Dikerahkan, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0206/Dairi Buka Jalan 1.000 Meter

Berita Terbaru