Ketua Beberkan Duduk Perkara Polemik KPRI Sejahtera, Fokus Kembalikan Dana Penabung

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Selasa, 4 Agustus 2026 - 00:15 WIB

5071 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nasionaldetik.com,—– Ketua Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Sejahtera, Hartono, akhirnya angkat bicara terkait polemik pengelolaan keuangan dan aset koperasi yang belakangan menjadi sorotan.

Hartono menegaskan, seluruh kebijakan di tubuh KPRI Sejahtera diambil secara kolektif melalui mekanisme rapat pengurus. Menurutnya, persoalan yang kini terjadi berawal dari tindakan sepihak manajer operasional yang disebut bergerak tanpa sepengetahuan pengurus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sebagai Ketua, saya tidak pernah mengambil keputusan seorang diri. Setiap langkah organisasi wajib diputuskan melalui rapat pengurus bersama pengawas dan manajer,” kata Hartono dalam keterangannya Senin (3/8).

Ia menjelaskan, koperasi merupakan badan usaha milik anggota yang dikelola secara kolektif. Keputusan tertinggi berada di Rapat Anggota Tahunan (RAT), kemudian dijalankan pengurus dan pelaksana operasional.

Hartono menyebut kepengurusan harian terdiri dari Ketua I Hartono, Ketua II Solikin, Sekretaris Rahmat, Bendahara Nani, serta pengawas internal yang di antaranya berasal dari mantan pejabat Inspektorat.

Menurut Hartono, persoalan bermula dari pengembangan unit usaha kaveling tanah. Awalnya, pembelian lahan yang disetujui pengurus berjalan lancar di Desa Candimulyo dan Jalan Pattimura. Selanjutnya koperasi merencanakan pengembangan di Kelurahan Jelakombo dan kawasan dekat Perumahan Astapada pada 2012.

Namun dalam perjalanannya, manajer operasional bernama Suyud diduga membeli sejumlah bidang tanah tanpa persetujuan rapat pengurus maupun anggota.

Tanah tersebut berada di berbagai wilayah, mulai Sumbermulyo, Jelakombo, Tunggorono, Mojowarno, Sumobito, Denanyar, Ploso, Bawangan hingga Jabon.

“Pembelian aset tanah di banyak titik tersebut dilakukan oleh manajer tanpa pengetahuan pengurus. Kami baru mengetahui keberadaan transaksi tersebut sekitar tahun 2017,” ujarnya.

Tak hanya itu, Hartono mengatakan manajer juga membuat sistem pembukuan terpisah untuk menampung dana para penabung. Dana tersebut disebut digunakan membayar jasa simpanan sekaligus menutup kebutuhan operasional unit usaha lainnya.

Setelah dugaan penyimpangan itu diketahui pada 2017, pengurus mengaku langsung menginstruksikan agar aset-aset tanah yang telah dibeli dijual untuk mengembalikan dana penabung. Pengurus juga berkoordinasi dengan Bupati Jombang dan Sekretaris Daerah (Sekda) guna mencari solusi penyelesaian.

Sebagai tindak lanjut, pada 14 Juli lalu pengurus menggelar forum dialog yang dihadiri sekitar 300 penabung. Dalam pertemuan itu disepakati penghentian pembayaran jasa simpanan mulai 1 Agustus untuk mengurangi beban keuangan koperasi.

Selain itu, pengembalian dana penabung akan dilakukan secara proporsional setelah aset tanah berhasil dijual atau dikonversi. Pengurus juga sepakat menggelar evaluasi perkembangan penjualan aset setiap enam bulan atau sewaktu-waktu jika ada perkembangan signifikan.

Hartono mengatakan hasil pemeriksaan Dinas Koperasi dan Inspektorat merekomendasikan KPRI Sejahtera menjalani audit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) independen serta menggelar Rapat Anggota Luar Biasa (RALB) dalam waktu tiga bulan. RALB nantinya melibatkan Dinas Koperasi, Dekopinda, PKPRI, hingga perwakilan unit kerja.

Hartono juga meluruskan isu yang berkembang bahwa persoalan tersebut merupakan sengketa internal koperasi dan bukan berkaitan dengan penyalahgunaan APBD maupun APBN.

Ia menambahkan, pihak luar yang bukan anggota koperasi tidak memiliki legal standing untuk mewakili kepentingan anggota dalam persoalan tersebut.

“Kami tidak melakukan pembantahan secara liar di media karena kami berkomitmen mengikuti seluruh tahapan resmi dari Dinas Koperasi dan arahan pemerintah daerah. Fokus kami sekarang mengawal audit KAP, menjual aset, dan memastikan seluruh hak penabung kembali secara adil,” pungkasnya.

Tim Redaksi

Berita Terkait

Wakili Komandan Koramil 1202/Indihiang,Danpos Bungursari Serma Asep S,hadiri Kajian Keadilan dan Ketaqwaan
Soroti Persoalan Agraria, Aktivis Pemuda Putri Nabila Damayanti, SH: Masyarakat Jangan Dipersulit Mengurus Hak Milik Tanah
PB HMI MPO Sorot Proyek TK Islam Embun Pagi Senilai Rp 504,1Juta Disorot,Desak Kejati Sultra & Polda Sultra Periksa PPK Dan Ketua Yayasan
Babinsa Hadir di Musdes Batu Gungun, Aspirasi Warga Jadi Bahan Penyusunan RKP Desa 2027
Babinsa Koramil 02/Sidikalang Monitor Penyaluran BLT DD bagi 15 Warga Banjar Toba
Babinsa Hadir di Musdes RKP Desa Sambaliang, Usulan Pembangunan dan Penanganan Stunting Jadi Prioritas
Jembatan Garuda Mulai Dikerjakan, Warga Pandiangan Bersiap Nikmati Akses Lebih Mudah
Duduk Bersama di Pos Kamling, Babinsa dan Perangkat Desa Siboras Perkuat Komunikasi

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 17:21 WIB

Wakili Komandan Koramil 1202/Indihiang,Danpos Bungursari Serma Asep S,hadiri Kajian Keadilan dan Ketaqwaan

Kamis, 24 September 2026 - 12:42 WIB

Soroti Persoalan Agraria, Aktivis Pemuda Putri Nabila Damayanti, SH: Masyarakat Jangan Dipersulit Mengurus Hak Milik Tanah

Kamis, 24 September 2026 - 11:10 WIB

PB HMI MPO Sorot Proyek TK Islam Embun Pagi Senilai Rp 504,1Juta Disorot,Desak Kejati Sultra & Polda Sultra Periksa PPK Dan Ketua Yayasan

Kamis, 24 September 2026 - 09:24 WIB

Babinsa Koramil 02/Sidikalang Monitor Penyaluran BLT DD bagi 15 Warga Banjar Toba

Kamis, 24 September 2026 - 09:20 WIB

Babinsa Hadir di Musdes RKP Desa Sambaliang, Usulan Pembangunan dan Penanganan Stunting Jadi Prioritas

Kamis, 24 September 2026 - 09:15 WIB

Jembatan Garuda Mulai Dikerjakan, Warga Pandiangan Bersiap Nikmati Akses Lebih Mudah

Kamis, 24 September 2026 - 09:09 WIB

Duduk Bersama di Pos Kamling, Babinsa dan Perangkat Desa Siboras Perkuat Komunikasi

Kamis, 24 September 2026 - 09:04 WIB

Anjangsana HUT ke-81 TNI, Prajurit Tangguh Kodim 0206/Dairi Sambangi Para Purnawirawan

Berita Terbaru