Nasionaldetik.com,— 27 Juli 2026 Pencemaran lingkungan dan bau limbah yang tak kunjung teratasi di wilayah Jombang memicu gelombang protes keras dari kalangan aktivis. Tokoh masyarakat sekaligus pengamat lingkungan, Ir. Edi Supriadi—atau yang akrab disapa Edi Uban —menyampaikan kritik menohok atas buruknya pengelolaan lingkungan hidup dan dugaan pembiaran oleh otoritas setempat.
Edi Uban menilai kondisi lingkungan hidup di Jombang saat ini berada pada titik terendah. Bau limbah yang menyengat tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat dan merusak ekosistem lokal secara sistematis.
*”Bau limbah makin menjadi-jadi dan isu lingkungan hidup seolah mati di mata masyarakat Jombang. Ke mana saja para petinggi Jombang selama ini? Jangan sampai ada kesan pembiaran dan pejabat baru sibuk merespons setelah warga menjerit,”* tegas Edi Uban dalam pernyataan resminya.
Ia menekankan bahwa pembiaran terhadap aktivitas yang merusak lingkungan ini mencerminkan lemahnya penegakan hukum dan tumpulnya fungsi pengawasan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta jajaran pemerintah daerah.
Kecaman keras terhadap bau limbah yang meresahkan dan keterpurukan kualitas lingkungan hidup di Jombang.
Ir. Edi Supriadi (Edi Uban) mengecam para petinggi Pemkab Jombang dan instansi teknis terkait yang dinilai pasif.
Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
Terjadi secara berlarut-larut hingga memuncak pada kondisi darurat lingkungan saat ini.
Bau limbah mengancam kesehatan warga, merusak ruang hidup publik, dan menunjukkan tumpulnya penegakan hukum lingkungan di daerah.
Mendesak inspeksi dadakan (sidak), transparansi hasil uji laboratorium limbah, pencabutan izin industri nakal, dan ketegasan sikap para pejabat Pemkab Jombang.
1. Transparansi Hasil Pengujian Limbah: Buka ke publik industri atau sumber utama pencemar udara dan air di Jombang.
2. Sanksi Tanpa Pandang Bulu: Tindak tegas pengusaha atau instansi pembuang limbah yang melanggar baku mutu lingkungan.
3. Bupati Jombang harus segera mengevaluasi kinerja Dinas Lingkungan Hidup Jombang yang dinilai lamban.
Tim Redaksi


























