Pakpak Bharat, detiknasional.com. Di balik berdirinya Kabupaten Pakpak Bharat sebagai daerah otonom, terdapat nama-nama yang mengorbankan waktu, tenaga, dan pemikiran demi terwujudnya cita-cita masyarakat Simsim. Salah satu di antaranya adalah Antony Tinendung, yang kini menerima undangan resmi dari Panitia Pelaksana Peringatan Hari Jadi (HUT) ke-23 Kabupaten Pakpak Bharat Tahun 2026 untuk menghadiri rangkaian acara pada 28 Juli 2026.
Undangan tersebut bukan sekadar undangan seremonial. Bagi banyak kalangan, kehadiran Antony Tinendung merupakan bentuk penghormatan kepada salah seorang pejuang yang ikut meletakkan fondasi lahirnya Kabupaten Pakpak Bharat. Rangkaian kegiatan HUT ke-23 akan diisi dengan upacara, rapat paripurna DPRD, dan berbagai agenda lainnya sebagai refleksi perjalanan daerah sejak resmi dimekarkan.
Antony Tinendung dikenal sebagai salah satu penggagas lahirnya Kongres (Runggu) Rakyat Simsim Pakpak Bharat, sebuah wadah yang pada masanya menjadi motor penggerak perjuangan masyarakat, khususnya kalangan pemuda Simsim dari Kecamatan Kerajaan. Melalui forum tersebut, semangat persatuan dibangun, aspirasi masyarakat dihimpun, dan perjuangan pemekaran Kabupaten Pakpak Bharat terus dikonsolidasikan hingga mendapat perhatian pemerintah.
Di tengah dinamika perjuangan saat itu, Kongres (Runggu) Rakyat Simsim Pakpak Bharat menjadi simbol kebangkitan masyarakat adat Simsim. Gerakan tersebut tidak hanya menyuarakan tuntutan administratif, tetapi juga memperjuangkan identitas, pemerataan pembangunan, dan harapan agar masyarakat Pakpak memiliki daerah otonom yang mampu mengelola potensi serta menentukan arah pembangunan sendiri.
Bagi Antony Tinendung, perjuangan itu bukan sekadar catatan sejarah. Ia merupakan bagian dari generasi yang turut menggerakkan masyarakat, menyatukan tokoh adat, pemuda, dan berbagai elemen masyarakat untuk mewujudkan lahirnya Kabupaten Pakpak Bharat.
Kini, lebih dari dua dekade setelah kabupaten itu berdiri, undangan yang diterimanya menjadi simbol bahwa sejarah tidak melupakan para pelakunya. Di tengah kemajuan yang telah dicapai, kehadiran para tokoh pemekaran menjadi pengingat bahwa Kabupaten Pakpak Bharat lahir dari semangat persatuan, keberanian, dan pengorbanan banyak pihak.
Peringatan Hari Jadi ke-23 Kabupaten Pakpak Bharat diharapkan tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk menghormati jasa para pejuang pemekaran serta memperkuat tekad seluruh elemen masyarakat dalam melanjutkan cita-cita pembangunan yang pernah diperjuangkan bersama. (Salman).

























