ASDP Siap Terapkan Sterilisasi Pelabuhan, Soft Launching Dimulai 20 Juli 2026

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:54 WIB

50105 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nasionaldetik.com – Jakarta. 17 Juli 2026 – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mempercepat transformasi layanan kepelabuhanan melalui implementasi program sterilisasi pelabuhan sebagai langkah membangun sistem penyeberangan yang lebih aman, tertib, modern, dan terintegrasi.

Sebagai tahapan akhir sebelum implementasi, ASDP menggelar sosialisasi intensif di enam pelabuhan utama, yakni Merak, Bakauheni, Ketapang, Gilimanuk, Kayangan, dan Lembar. Program sterilisasi dijadwalkan mulai diterapkan melalui soft launching pada Senin, 20 Juli 2026.

Program ini merupakan bagian dari transformasi operasional ASDP dalam memperkuat pengelolaan kawasan pelabuhan sebagai objek vital transportasi nasional. Berbagai teknologi diterapkan, mulai dari registrasi digital, Face Recognition (FR), pengendalian akses berbasis zonasi, hingga One Gate System, guna menciptakan tata kelola pelabuhan yang lebih aman, transparan, dan akuntabel.

Direktur Operasional dan Transformasi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Rio Lasse, mengatakan sterilisasi pelabuhan bukan hanya sebatas pengaturan akses, tetapi merupakan perubahan menyeluruh dalam sistem operasional pelabuhan.

“Sterilisasi pelabuhan bukan sekadar pengaturan akses, tetapi transformasi menyeluruh dalam cara kita mengelola operasional. Kami ingin memastikan setiap orang, kendaraan, dan aktivitas di kawasan pelabuhan dapat teridentifikasi, terverifikasi, dan termonitor dengan baik,” ujar Rio.

Menurutnya, penerapan teknologi digital tersebut akan memperkuat keamanan objek vital sekaligus meningkatkan keandalan operasional dan kualitas pelayanan kepada pengguna jasa.

Penataan Kawasan Pelabuhan

Di Pelabuhan Merak, ASDP bersama regulator, aparat keamanan, dan pemangku kepentingan lainnya terus mengintensifkan patroli gabungan, sosialisasi sterilisasi, serta penataan kawasan pelabuhan agar hanya pihak yang berkepentingan yang dapat memasuki area operasional.

Penataan juga menyasar pedagang asongan melalui pendataan ulang, penempatan lokasi berjualan, pemberian identitas resmi, hingga penataan kawasan sekitar Masjid Keramat. Selain itu, penerapan One Gate System diperkuat dengan pemasangan CCTV, pagar pembatas, rambu-rambu, penerangan, dan pos pengawasan.

Sementara di Pelabuhan Bakauheni, persiapan difokuskan pada penyelesaian infrastruktur pendukung, pemasangan rambu dan media sosialisasi, pendataan akses berbasis Face Recognition, penataan jalur kendaraan, serta penguatan sistem pengawasan terpadu melalui CCTV dan vehicle monitoring.

Koordinasi juga terus dilakukan bersama regulator, operator kapal, aparat keamanan, dan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan implementasi berjalan efektif dan konsisten.

Bangun Budaya Keselamatan

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Windy Andale, menegaskan bahwa sosialisasi menjadi bagian penting untuk membangun pemahaman bersama sebelum kebijakan diterapkan secara penuh.

Menurutnya, sterilisasi pelabuhan bukan untuk membatasi aktivitas masyarakat, melainkan membangun budaya baru yang mengedepankan keselamatan, keamanan, kedisiplinan, dan pelayanan prima.

“Dengan kolaborasi regulator, operator kapal, aparat keamanan, dan seluruh mitra kerja, kami optimistis implementasi sterilisasi akan menjadi fondasi terciptanya pelabuhan penyeberangan yang semakin modern, efisien, dan berstandar internasional demi mendukung konektivitas nasional,” kata Windy.

Implementasi sterilisasi pelabuhan mengacu pada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 91 Tahun 2021 tentang Zonasi Kawasan Pelabuhan Penyeberangan, serta berbagai regulasi terkait pengamanan objek vital transportasi.

Melalui program ini, ASDP berharap dapat menghadirkan layanan penyeberangan yang semakin aman, tertib, efisien, dan berstandar internasional bagi seluruh pengguna jasa. (*/Ism)

Berita Terkait

*Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 19/Bogani Terima Penyerahan Senjata Rakitan Dari Warga di Bengkayang*
Satgas Yonif 123/Rajawali Pos Khaibar Waspada Bersama Masyarakat Resmikan Gereja Reformasi Hermon Amazu
*Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 19/Bogani Bersama Tentera Diraja Malaysia (TDM) Gelar Karya Bakti Bersihkan SMA Negeri 1 Entikong*
Ketua IWO Indonesia Provinsi Aceh Kecam Pernyataan Oknum Pejabat BPJN Aceh yang Dinilai Merendahkan Profesi Wartawan
Ketum DPP IWO Indonesia Kecam Pernyataan Oknum Pejabat BPJN Aceh yang Dinilai Merendahkan Profesi Wartawan
Babinsa Perkuat Koordinasi dengan Pengurus KDKMP Lae Paginuman Demi Kelancaran Persiapan Operasional
Harga Kayu Manis Rp38 Ribu per Kilogram, Babinsa Dengarkan Langsung Kisah Perjuangan Petani
Babinsa Sambangi Warga Desa Boangmanalu, Bangun Kepercayaan dan Deteksi Dini Permasalahan

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 23:55 WIB

Menteri ATR/Kepala BPN dan Menteri PKP Sepakati Program Sertifikasi Gratis Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Sabtu, 18 Juli 2026 - 21:45 WIB

Lantik 78 Pejabat Struktural, Wamen Ossy: Rotasi dan Promosi Jabatan Bentuk Birokrat yang Adaptif

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:55 WIB

Terima Kajian Komnas HAM, Kementerian ATR/BPN Perkuat Penanganan Konflik Agraria Berbasis HAM

Senin, 13 Juli 2026 - 16:01 WIB

GP Al Washliyah DKI Jakarta Dukung Komitmen Presiden Prabowo Wujudkan Indonesia Bebas Korupsi

Minggu, 12 Juli 2026 - 23:46 WIB

Misteri Ketegangan Dini Hari di Mapolda Metro: Intervensi Hukum atau Penegakan Keadilan?

Sabtu, 11 Juli 2026 - 18:01 WIB

Kementerian ATR/BPN Gandeng Al Jam’iyatul Washliyah Percepat Sertipikasi Tanah Wakaf dan Aset Organisasi Keagamaan

Rabu, 8 Juli 2026 - 23:30 WIB

RUU Administrasi Pertanahan Jadi Instrumen Strategis untuk Memperkuat Sistem Pertanahan Nasional

Rabu, 8 Juli 2026 - 16:41 WIB

FGD Bersama Komisi II DPR RI, Wamen Ossy: RUU Administrasi Pertanahan untuk Wujudkan Sistem Pertanahan yang Lebih Baik

Berita Terbaru