PROYEK IRIGASI PERPOMPAAN RP 155 JUTA DI JOMBANG DIDUGA ASAL-ASALAN, LSM PKP PEDANG KEADILAN PERJUANGAN KECAM LIKUIDASI MUTU BANGUNAN!

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Jumat, 17 Juli 2026 - 08:36 WIB

5029 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nasionaldetik.com,– 17 Juli 2026 Sorotan tajam kembali mengarah pada penggunaan anggaran negara di sektor pertanian. Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) PKP Pedang Keadilan Perjuangan Provinsi Jawa Timur mengecam keras pelaksanaan proyek pembangunan Irigasi Perpompaan yang berlokasi di Kelompok Tani Pulorejo, Desa Pulorejo, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Proyek bernilai ratusan juta rupiah tersebut dinilai dikerjakan secara asal-asalan, ngawur, dan mengabaikan standar kualitas kekuatan struktur bangunan.

Dugaan kuat pengerjaan proyek Irigasi Perpompaan yang terindikasi asal-asalan, bermutu rendah, dan tidak memperhitungkan kekuatan serta ketahanan jangka panjang fondasi bangunan. Selain itu, muncul indikasi kuat adanya manipulasi atau ketidaksesuaian pada Surat Pertanggungjawaban (SPJ) proyek keuangan negara tersebut.

Proyek ini didanai oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian BPLIP Kelas 1 Bandung. Pelaksana di lapangan tercatat atas nama Kelompok Tani Pulorejo.

Kritik dan kecaman keras ini dilayangkan langsung oleh Ketua LSM PKP Pedang Keadilan Perjuangan Provinsi Jawa Timur.

Area lahan pertanian Kelompok Tani Pulorejo, Desa Pulorejo, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur (Titik Koordinat -7477117 / 11259202).

Temuan lapangan dan investigasi visual ini didokumentasikan secara langsung pada tanggal 16 Juli 2026.

Proyek ini dikecam karena fakta di lapangan menunjukkan metode pengecoran dan pemasangan fondasi dilakukan di tengah kubangan air lumpur pekat tanpa pengeringan (dewatering) yang memadai. Kondisi ini secara teknis merusak komposisi adukan semen, menurunkan mutu beton secara drastis, dan mengancam umur bangunan. Diduga kuat demi meraup keuntungan sepihak, pelaksana mengabaikan petunjuk teknis yang ada, sehingga berpotensi merugikan keuangan negara.

Pengawasan dari instansi terkait dipertanyakan karena membiarkan para pekerja melakukan aktivitas pengecoran struktur di area yang terendam air berlumpur tebal. Rangka besi tulangan tampak diletakkan begitu saja dalam kondisi kotor dan tidak presisi. Dengan metode pengerjaan sekadarnya seperti ini, Ketua LSM PKP menegaskan bahwa SPJ yang nantinya dilaporkan dipastikan tidak akan sesuai dengan fakta riil kualitas di lapangan.

Pernyataan Sikap LSM PKP Pedang Keadilan Perjuangan
“Kami memantau langsung kondisi di lapangan dan apa yang kami temukan sangat memprihatinkan. Bagaimana mungkin bangunan publik yang dibiayai uang rakyat dari APBN senilai Rp 155.700.000,00 dikerjakan dengan metode sengawur itu? Fondasi dipasang di atas lumpur hidup tanpa perhitungan kekuatan.

Kami memastikan bahwa jika kualitas fisiknya seperti ini, maka laporan pertanggungjawaban atau SPJ-nya pun patut diduga kuat sarat akan manipulasi. Kami tidak akan tinggal diam dan meminta pihak Kejaksaan serta dinas terkait segera turun tangan memeriksa proyek ini sebelum menjadi kerugian total bagi para petani!” tegas Ketua LSM PKP Jawa Timur Ir. Edi Supriadi secara lugas.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pengawas dari BPLIP Kelas 1 Bandung maupun perwakilan Kelompok Tani Pulorejo belum memberikan konfirmasi resmi terkait buruknya teknis pengerjaan proyek Irigasi Perpompaan seluas 26 hektar tersebut. Tim investigasi akan terus mengawal kasus ini ke ranah hukum.

Tim Redaksi

Berita Terkait

Diduga Alergi Kritik dan Lupa Sejarah: Bendera Merah Putih Robek Dibiarkan Berkibar, Kepala Desa Pulorejo Jombang Bungkam Saat Dikonfirmasi
Dr.Didi Sungkono.S.H.,M.H., Oknum Pengacara di Laporkan ke Polda Jawa Timur,Diduga Tipu Gelap Masyarakat senilai 520 Juta
Danramil Sumberjaya Hadiri Peringatan Tahun Baru Islam 1448 H, 207 Anak Yatim dan Dhuafa Terima Santunan
Bangun Desa Bebas Narkoba, Babinsa dan Polisi Perkuat Komunikasi dengan Warga Lae Parira
Babinsa dan Pemerintah Desa Kompak, Siapkan Gerai KDKMP Lae Nuaha Bersiap Bangkitkan Ekonomi Warga
Piala Dunia 2026 Pacu Konsumsi Masyarakat, Kadin Catat Perputaran Rp5,03 Triliun
Ayah Kandung Gugat Empat Anak Soal Tanah Warisan” Publik Menunggu Hasil Putusan Dari PA Slawi
Kodim Gelar Nobar Bersama Masyarakat Semi Final Argentina Vs Inggris

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 02:58 WIB

Urus Data Resmi Pemkab Meranti Kini Lebih Mudah, Plt. Kadis Kominfo Ajak Gunakan Layanan PPID

Kamis, 16 Juli 2026 - 16:14 WIB

Pastikan Irigasi Berjalan Maksimal, Dandim Tulungagung Tinjau Irpom Bantuan Sterad di Desa Tamban

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:43 WIB

Dinkes Tulungagung Perkuat PMT Pangan Lokal, Garda Terdepan Perangi Stunting Dimulai dari Piring Makan Anak

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:53 WIB

KH KRT Abdul Chalim : Sebagai Dzurriyah Walisongo, Gus Gudfan Simbol Pemersatu dan Sosok yang Layak Menakhodai PBNU

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:30 WIB

Kejar Target Tanam, Babinsa Gemolong Kawal Petani Jaga Lumbung Pangan

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:11 WIB

Pelaku Bobol Rumah di Kalianda Dibekuk, Polisi Ungkap Dua Kasus Curanmor

Rabu, 15 Juli 2026 - 21:59 WIB

​Shaka Bahurekso Membersamai Bupati Kendal Ziarah ke Makam Tumenggung Bahurekso, di HUT Ke 421 Kabupaten Kendal.

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:12 WIB

Warga Desa Klurak Sidoarjo Resah Kalangan Sabung Ayam dan Dadu Masih Beraktivitas;Bupati Dan Kapolres Sidoarjo Segera Menindak

Berita Terbaru