Keteladanan Yang Terkandung Dalam Makna Idul Adha

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Rabu, 27 Mei 2026 - 10:20 WIB

5040 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Faizuddin FM Ketua PAC PERGUNU Kecamatan Tembelan

Nasionaldetik.com,—- 27 Mei 2026 Makna utama yang terkandung dalam Idul Adha (Hari Raya Qurban), ketakwaan, keikhlasan, kepedulian sosial, penyucian harta dan simbol pengendalian diri. Ketakwaan dan keikhlasan adalah fondasi moral (akhlak) yang krusial bagi pejabat pemerintahan.

Keduanya mengubah kekuasaan menjadi sebuah amanah pengabdian yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat dan akuntabilitas, manifestasi kedua nilai tersebut dalam tata kelola pemerintahan yang baik akan menghasilkan pribadi anti-korupsi, Ketakwaan menumbuhkan kesadaran bahwa segala tindakan diawasi oleh Tuhan, sehingga mencegah penyalahgunaan wewenang, suap, dan korupsi. Kedua, terciptanya keadilan sosial, mendorong pejabat untuk berlaku adil dan tidak diskriminatif dalam mengambil kebijakan serta mendistribusikan anggaran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketiga, keikhlasan, jiwa pengabdian tanpa pamrih, bekerja semata-mata untuk kemaslahatan rakyat, bukan untuk mencari pujian, popularitas, atau keuntungan pribadi, menerima jabatan sebagai titipan sementara yang kelak harus dipertanggungjawabkan, sehingga menjauhkan diri dari sifat arogan, berpondasi keikhlasan, membuat pejabat tetap tegar, sabar, dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi kritik maupun tekanan publik.

Pejabat yang menggabungkan ketakwaan dan keikhlasan akan melahirkan tata kelola pemerintahan yang bersih (good governance) dan pelayanan publik yang prima.

Oleh karena itu, para pejabat negara, termasuk presiden yang sedang menjabat wabil khusus Bupati Jombang beserta seluruh OPD, diharapkan membuka hati, pikiran, dan inderanya untuk merenungkan pesan moral yang terkandung dalan Idul Adha.

Dalam menjalankan amanah kepemimpinan, ada prinsip utama yang harus diperhatikan, yaitu, seorang pemimpin harus memberikan petunjuk dan arahan kepada rakyatnya, bukan sekadar kepentingan politik atau kebijakan pribadi, Seorang pemimpin memiliki tanggung jawab besar dalam menjalankan tugasnya, pertama, menegakkan ibadah sholat dan mendorong rakyatnya untuk melakukan hal yang sama, menunaikan zakat sebagai bentuk kepedulian sosial, bukan sekadar membayar pajak. membuat kebijakan yang adil dan sejahtera bagi rakyat.

melindungi rakyat dari segala bentuk kedzaliman dan tindakan yang merugikan. menyadari bahwa setiap kebijakan dan tindakan akan dipertanggungjawabkan di dunia dan akhirat.

Makna kedua yang terkandung dalam Idul Adha, Kepedulian sosial bagi pejabat pemerintah adalah komitmen moral dan tanggung jawab untuk mengutamakan kesejahteraan Masyarakat, hal ini dapat diwujudkan melalui kebijakan yang berpihak pada rakyat, pelayanan publik yang inklusif, transparansi anggaran, serta keteladanan hidup sederhana untuk membangun kepercayaan public, penerapan utama kepedulian sosial bagi pejabat publik meliputi.

Pertama, kebijakan pro-Rakyat, merancang dan mengimplementasikan program pengentasan kemiskinan, layanan kesehatan gratis atau bersubsidi, pendidikan merata, dan penyediaan lapangan kerja.

Kedua pelayanan publik yang Setara, memberikan pelayanan prima tanpa diskriminasi, mengutamakan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas dan lansia, serta memangkas birokrasi agar lebih cepat dan efisien.

Ketiga, keteladanan hidup (Integritas), menghindari perilaku pamer kekayaan (flexing) dan memastikan anggaran negara (seperti APBD/APBN) digunakan sepenuhnya untuk pembangunan dan kepentingan masyarakat luas bukan kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.

Keempat, aksi kemanusiaan langsung, terjun langsung ke lapangan saat terjadi bencana alam atau krisis sosial, serta menginisiasi program bantuan sosial seperti donor darah atau pembagian sembako.

Paling tidak ada dua Kriteria Pemimpin yang Peduli, Akomodatif dan Kolaboratif, menjadikan kritik dan keluhan publik sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki kinerja pemerintahan, mengajak sektor swasta dan masyarakat untuk bergotong royong menyelesaikan masalah sosial, seperti kemiskinan dan lingkungan.

Tim Redaksi

Berita Terkait

PNIB : Momentum Hari Kebangkitan Nasional, Teguhkan Indonesia Negeri Pancasila Pusat Kesetaraan dan Toleransi Dunia
Matinya Demokrasi Desa: Pengurus KDMP Desak Batalkan Perekrutan Karyawan Titipan dari Luar Desa
Aliansi Santri GUS DUR Dukung Gus Muhaimin Pimpin PBNU
Perkuat Ekonomi Desa, Pemdes Sentul Luncurkan Program Kemitraan Ayam Petelur melalui BUMDES
Kolaborasi TNI-Polri Intensifkan Penindakan Judi Sabung Ayam di Jombang
LBHAM : Menunda Gaji Guru Berbulan-bulan Adalah Bentuk Eksploitasi dan Ketidakadilan Serta Pelanggaran HAM.
LBHAM Mengapresiasi Nalar Kritis Komisi C DPRD Jombang Dalam RDP, Tapi Tidak Mempunyai Keberanian
Inspektorat Jombang Diduga “Pasang Badan”, Upaya Mengaburkan Fakta Ambruknya Pasar Ploso Mengarah ke Obstruction of Justice?

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 16:31 WIB

Pokja IWO Indonesia Desak Polisi Sikat Kontraktor Proyek Kalibutek yang Pakai BBM Subsidi

Kamis, 14 Mei 2026 - 17:00 WIB

Miris..!! Hendak Pulang Kerja Pengendara Motor Dibegal di Cikarang Selatan, Motor Raib Dibawa Pelaku

Selasa, 12 Mei 2026 - 19:32 WIB

IWO Indonesia Somasi DPMPTSP Kabupaten Bekasi, Terkait Dugaan Menghalangi Tugas Wartawan

Minggu, 10 Mei 2026 - 20:55 WIB

Panitia Pelaksana Pemilihan Calon BPD Desa Karangbahagia Disinyalir Pungli

Jumat, 8 Mei 2026 - 10:24 WIB

Soroti Anggaran Rp 66 Miliar, IWO Indonesia Desak Audit Diskominfosantik Bekasi Terkait Pertemuan Mewah Influencer

Jumat, 8 Mei 2026 - 10:16 WIB

Gimmick Komunikasi Plt Bupati Bekasi: Influencer Dimanja di Hotel Mewah, Pers Formal ‘Dianaktirikan’

Kamis, 7 Mei 2026 - 06:28 WIB

Kawasan SGC Amburadul, Nyali Plt. Bupati Bekasi Dipertanyakan : Menata Pusat Kota Saja Gagal, Apalagi Pelosok

Kamis, 30 April 2026 - 09:47 WIB

Reaksi Anti Transparansi: Kades Sindangjaya Kecamatan Cabangbungin Tantang UU Keterbukaan Informasi Publik

Berita Terbaru

JABAR

Refleksi dan Mengenal Sejarah Idul Adha

Rabu, 27 Mei 2026 - 10:54 WIB