Selain H. Chaidir, Ada 2 Rekanan Lain di Pasar Bawah. Masih Diburu Konfirmasi.

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Kamis, 3 September 2026 - 10:13 WIB

5041 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nasionaldetik.com, —- Merangin, 3 September 2026 – Pengadaan seragam SMPN 4 Merangin tahun 2026 kembali jadi sorotan. Usai H. Chaidir dari Toko Pratama mengakui menggunakan sistem konveksi, kini fokus pemburuan mengarah ke dua rekanan lain yang ikut dalam proyek tersebut.

Terdeteksi adanya dua rekanan lain selain H. Chaidir. Keduanya berdomisili di Kelurahan Pasar Bawah, Kecamatan Bangko, Kabupaten Merangin. Berdasarkan informasi yang dihimpun, seluruh bahan seragam dari rekanan di Pasar Bawah dikerjakan dengan sistem jahit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Adapun identitas kedua rekanan tersebut belum diketahui. Hingga berita ini diterbitkan, keduanya masih dalam proses konfirmasi.

Keluhan wali murid muncul saat pengambilan seragam di Toko Pratama pada Senin, 25 Agustus 2026. Sebelumnya, pada 24 Agustus 2026, Buktipetunjuk.id juga memberitakan keluhan serupa. Konfirmasi kepada H. Chaidir dilakukan pada Kamis, 28 Agustus 2026.

Seragam yang dijanjikan sekolah menggunakan sistem tailor atau “jahit sesuai ukuran”, nyatanya dikerjakan dengan sistem konveksi massal. Akibatnya, ratusan siswa tidak mendapatkan seragam yang pas di badan dan harus menunggu hingga satu bulan untuk mendapatkan ukuran yang tersedia.

“Kami langsung disuruh cari yang pas dari tumpukan baju. Karena tak ada yang cocok, kami diminta pulang dan menunggu sebulan,” kata salah seorang wali murid.

Upaya konfirmasi kepada Ragil Tri Minerva, S.Pd., Kepala SMPN 4 Merangin, telah dilakukan sejak awal Agustus 2026. Namun hingga kini belum ada jawaban.

Pemilik Toko Pratama, H. Chaidir, membenarkan pihaknya menggunakan sistem konveksi.

“Kito sistem konveksi, bukan tailor. Tailor yo main potong sikok-sikok. Kalau konveksi sekali potong berapo, misalnyo 15 sekali potong. Terkait perbedaan tidak ado, perbedaannyo di metode sajo,” jelas H. Chaidir saat dihubungi pukul 13.31 WIB, Kamis (28/8/2026).

Ia juga menjelaskan pembagian pekerjaan. “Sayo hanyo ngambil pakaian Pramukanyo sajo. Sebagian kami kerjakan, sebagian dilempar ke penjahit lain. Sistem konveksi pas lah. Tidak ado yang salah,” tambahnya.

H. Chaidir juga menyebut tetap menjahit, hanya saja menggunakan standar ukuran S, M, L, XL, XXL dan angka 14, 16, 18. “Kalau tidak tahu ukurannya bagaimana bisa kami jahit?” katanya.

Seorang ahli penjahit tailor menilai sistem konveksi dengan ukuran standar tersebut tidak dapat menjamin seragam pas di badan siswa. Berbeda dengan sistem tailor yang diukur berdasarkan lingkar dada, panjang badan, dan panjang lengan satu per satu.

Saat ditanya mengenai keuntungan jika pengerjaan tailor dilakukan dengan sistem konveksi, ia menjawab, “Ya, sangat besar untungnya.”

Hingga berita ini diterbitkan, pelacakan terhadap identitas dua rekanan di Pasar Bawah, jumlah siswa terdampak, dan total nilai pengadaan seragam di SMPN 4 Merangin tahun 2026 masih dilakukan.

Upaya konfirmasi kepada Kepala Sekolah SMPN 4 Merangin, Ragil Tri Minerva, S.Pd., melalui telepon pada Senin, 31 Agustus 2026, juga belum mendapat jawaban.

Reporter: Gondo Irawan

Berita Terkait

PNIB: Ratusan Santri Kembali Keracunan MBG, Jangan Sampai Keselamatan Anak Bangsa Dikorbankan Demi Ambisi Makan Bergizi Gratis
Warga Desa Tenggor Geruduk Polres Gresik, Protes Salah Tangkap dan Dugaan Penganiayaan Oknum Polisi
MANA SUARA KH. MIFTAKHUL AKHYAR SAAT RATUSAN SANTRI DIDUGA KERACUNAN MBG?
MARAKNYA PETI DI BUNGO: AKSI TAMBANG EMAS ILEGAL DI BERINGIN DIWARNAI INTIMIDASI DAN ANCAMAN PEMBUNUHAN WARTAWAN
Perkuat Binter, Babinsa Koramil 07/Salak Rutin Berkomunikasi dengan Warga Ulumerah
Pimred Ir. Edi Supriadi Tuntut Penegakan Etika Pers: Oknum Media Diduga Tebar Informasi Bohong tanpa Prinsip 5W+1H
Stunting, ODGJ hingga Rabies Jadi Sorotan, Pelda Supriyadi Dorong Sinergi Lintas Sektor
Patroli ke Desa Binaan, Babinsa Tigalingga Turun Tangan Bantu Warga Pasang Pagar Sekolah

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 12:57 WIB

PNIB: Ratusan Santri Kembali Keracunan MBG, Jangan Sampai Keselamatan Anak Bangsa Dikorbankan Demi Ambisi Makan Bergizi Gratis

Kamis, 3 September 2026 - 10:48 WIB

Warga Desa Tenggor Geruduk Polres Gresik, Protes Salah Tangkap dan Dugaan Penganiayaan Oknum Polisi

Kamis, 3 September 2026 - 10:24 WIB

MANA SUARA KH. MIFTAKHUL AKHYAR SAAT RATUSAN SANTRI DIDUGA KERACUNAN MBG?

Kamis, 3 September 2026 - 10:13 WIB

Selain H. Chaidir, Ada 2 Rekanan Lain di Pasar Bawah. Masih Diburu Konfirmasi.

Kamis, 3 September 2026 - 02:25 WIB

Perkuat Binter, Babinsa Koramil 07/Salak Rutin Berkomunikasi dengan Warga Ulumerah

Rabu, 2 September 2026 - 22:51 WIB

Pimred Ir. Edi Supriadi Tuntut Penegakan Etika Pers: Oknum Media Diduga Tebar Informasi Bohong tanpa Prinsip 5W+1H

Rabu, 2 September 2026 - 22:44 WIB

Stunting, ODGJ hingga Rabies Jadi Sorotan, Pelda Supriyadi Dorong Sinergi Lintas Sektor

Rabu, 2 September 2026 - 21:55 WIB

Patroli ke Desa Binaan, Babinsa Tigalingga Turun Tangan Bantu Warga Pasang Pagar Sekolah

Berita Terbaru