Warga Soroti Lemahnya Penegakan Hukum Kehutanan di Kalimantan Barat “Masa Negara Kalah dengan Seorang Pembalak Hutan?”

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:54 WIB

5029 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nasional detik.com,Kubu Raya, Kalimantan Barat –  Dugaan aktivitas pembalakan hutan lindung di wilayah Kecamatan Terentang, Kabupaten Kubu Raya, terus menuai sorotan tajam masyarakat. Warga mempertanyakan keseriusan aparat dan instansi terkait dalam memberantas dugaan kejahatan kehutanan yang disebut sudah berlangsung lama dan berjalan terang-terangan tanpa hambatan berarti. Jum’at, 15/5/2026.

Masyarakat menilai sangat ironis ketika negara memiliki begitu banyak aparat dan lembaga penegak hukum di bidang kehutanan, namun dugaan aktivitas pembalakan liar disebut masih tetap eksis beroperasi.

Mulai dari TNI, Polri, SPORC, KPH, DLH, hingga POLAIRUD, seluruh institusi tersebut dinilai seharusnya mampu melakukan pengawasan dan penindakan terhadap dugaan perusakan hutan lindung. Namun kenyataannya, masyarakat mengaku masih melihat aktivitas pengeluaran kayu hasil tebangan berlangsung secara terbuka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Bayangkan, negara punya banyak aparat dan lembaga. Ada TNI, Polri, SPORC, KPH, DLH sampai POLAIRUD. Tapi kenapa dugaan pembalakan hutan masih terus berjalan? Ada apa sebenarnya?” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Warga menyebut nama Putu alias Ramsah sebagai sosok yang diduga terlibat dalam aktivitas pembalakan hutan tersebut. Bahkan menurut keterangan warga, kayu hasil tebangan disebut dikeluarkan melalui jalur Sungai Kapuas secara terang-terangan dan bukan lagi menjadi rahasia umum di masyarakat sekitar.

Tak hanya itu, warga juga mengaku keberadaan video, foto aktivitas, hingga dugaan operasional somel milik yang bersangkutan disebut masih terus berjalan tanpa tindakan nyata.

“Menurut informasi warga, kayu hasil tebangan dikeluarkan lewat Sungai Kapuas secara terang-terangan. Video ada, foto ada, somel juga disebut masih beroperasi. Tapi semua seolah tidak mampu menghentikan seorang Putu. Kalau begini, masyarakat jadi bertanya-tanya, apakah hukum di Kalimantan Barat memang sedang tidak baik-baik saja?” lanjut warga.

Pernyataan tersebut mencerminkan kekecewaan masyarakat terhadap lemahnya penanganan dugaan pembalakan liar yang dinilai dapat merusak kawasan hutan lindung dan mengancam kelestarian lingkungan di Kalimantan Barat.

Warga menegaskan, jika dugaan aktivitas tersebut benar terjadi dan terus dibiarkan, maka bukan hanya hutan yang rusak, tetapi juga kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum akan ikut runtuh.

Selain mengancam kelestarian hutan sebagai paru-paru dunia, pembalakan liar juga berpotensi memicu banjir, longsor, kerusakan ekosistem, hingga hilangnya habitat satwa liar di kawasan Kalimantan Barat.

Masyarakat kini mendesak pemerintah pusat, aparat penegak hukum, hingga Presiden Prabowo Subianto untuk memberi perhatian serius terhadap dugaan maraknya pembalakan hutan di Kalimantan Barat dan memastikan hukum benar-benar ditegakkan tanpa pandang bulu.

“Jangan sampai negara kalah dengan mafia pembalak hutan. Kalau terus dibiarkan, masyarakat akan menilai ada sesuatu yang sengaja dipelihara,” tutup warga.

Berita Terkait

Koramil 421-03/Pnh Matangkan Persiapan Launching Koperasi Desa Merah Putih di Desa Ruguk
LSM GPRUKK Pertanyakan Legalitas Usaha dan Dugaan Listrik Ilegal di Lahan Fasos-Fasum Kutabumi
Polsek KSKP Bakauheni Gelar Pengajian dan Santuni Anak Yatim Piatu
Hampir 6 Bulan Berlalu, Kasus Rokok Ilegal Terbesar Riau Dipetieskan?
Mendukung Program Pemerintah, Satgas Swasembada Yonif 643/Wns Koops TNI Habema Simulasikan Makan Bergizi Gratis (MBG)
*“Jangan Tebang Pilih!” BOM SULSEL Desak Kejati Seret Semua Pihak Dalam Dugaan Korupsi Rp60 M*
Jaga Keamanan Hingga Dini Hari, Serda Ali Maksum Sambangi Obyek Vital
500 Pohon Buah Ditanam TMMD Kodim 0725/Sragen Untuk Masa Depan Desa

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:54 WIB

Warga Soroti Lemahnya Penegakan Hukum Kehutanan di Kalimantan Barat “Masa Negara Kalah dengan Seorang Pembalak Hutan?”

Jumat, 15 Mei 2026 - 08:14 WIB

LSM GPRUKK Pertanyakan Legalitas Usaha dan Dugaan Listrik Ilegal di Lahan Fasos-Fasum Kutabumi

Kamis, 14 Mei 2026 - 21:40 WIB

Polsek KSKP Bakauheni Gelar Pengajian dan Santuni Anak Yatim Piatu

Kamis, 14 Mei 2026 - 21:22 WIB

Hampir 6 Bulan Berlalu, Kasus Rokok Ilegal Terbesar Riau Dipetieskan?

Kamis, 14 Mei 2026 - 19:01 WIB

Mendukung Program Pemerintah, Satgas Swasembada Yonif 643/Wns Koops TNI Habema Simulasikan Makan Bergizi Gratis (MBG)

Kamis, 14 Mei 2026 - 18:47 WIB

*“Jangan Tebang Pilih!” BOM SULSEL Desak Kejati Seret Semua Pihak Dalam Dugaan Korupsi Rp60 M*

Kamis, 14 Mei 2026 - 18:39 WIB

Jaga Keamanan Hingga Dini Hari, Serda Ali Maksum Sambangi Obyek Vital

Kamis, 14 Mei 2026 - 18:33 WIB

500 Pohon Buah Ditanam TMMD Kodim 0725/Sragen Untuk Masa Depan Desa

Berita Terbaru

ACEH BARAT DAYA

Rehab RTLH TMMD ke-128 Kodim Abdya di Gunung Cut Capai 85 Persen

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:08 WIB