UPDATE: Titik PETI Sungai Liki yang Tewaskan 3 Penambang Diduga Masuk Wilayah Kerinci

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Rabu, 19 Agustus 2026 - 20:43 WIB

50147 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nasionaldetik.com – Merangin, 19 Agustus 2026. Kepastian lokasi tambang emas tanpa izin atau PETI di kawasan Sungai Liki yang menewaskan 3 orang penambang mulai menemui titik terang. Peristiwa longsor di lokasi PETI tersebut menewaskan 3 orang dan melukai 2 orang lainnya.

Titik lokasi kejadian diduga berada di wilayah Kabupaten Kerinci, tepatnya di kawasan Sungai Liki. Sebelumnya, pada Selasa, 18 Agustus 2026, nasionaldetik.com melaporkan lokasi tersebut masih diduga masuk wilayah Kabupaten Merangin, tepatnya di perbatasan Kecamatan Pangkalan Jambu dan Kecamatan Tabir Barat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Longsor terjadi pada Sabtu, 8 Agustus 2026, sekitar pukul yang belum diketahui. Proses evakuasi berlangsung hingga berjam-jam.

Korban terdiri dari 3 orang meninggal dunia dan 2 orang luka-luka/belum diketahui.
Korban meninggal:
1 orang warga Dusun Baru Air Batu, Kecamatan Renah Pembarap.
2 orang warga asal Medan yang bekerja sebagai operator dan helper alat berat. Jenazah keduanya telah dipulangkan ke Medan.
Korban lain:
1 orang warga Dusun Nangko mengalami luka serius pada bagian kaki dan dirujuk ke RS di Padang.
1 orang lainnya belum diketahui identitas dan kondisinya.

Longsor menimpa para pekerja dan 1 unit excavator saat sedang beraktivitas di salah satu titik PETI di kawasan Sungai Liki. Medan yang sulit dijangkau kendaraan besar membuat evakuasi excavator baru bisa dilakukan 2 hari setelah kejadian.

Berdasarkan informasi yang dihimpun nasionaldetik.com, Rabu, 19 Agustus 2026, Sungai Tai menjadi garis pemisah wilayah. Area di bawah Sungai Tai masuk Kabupaten Merangin, sedangkan area yang sudah melewati Sungai Tai sudah disebut kawasan Sungai Liki dan masuk Kabupaten Kerinci. “Kalau sudah lewat Sungai Tai, orang bilang itu sudah kawasan Sungai Liki.”

Hingga berita ini diturunkan, data sementara jumlah korban masih 5 orang dan belum ada penambahan. Para korban baru bisa dibawa keluar hingga ke ujung Dusun Baru, Parentak, dengan menggunakan alat seadanya.

Hingga saat ini nasionaldetik.com juga masih berupaya mencari pernyataan resmi dari Pemerintah Kabupaten Merangin terkait batas wilayah di titik tersebut.

Media telah mengkonfirmasi hal ini kepada IPTU Hari Septriya dari Polsek Sei Manau melalui sambungan telepon pada Rabu, 19 Agustus 2026, pukul 10.38 WIB. IPTU Hari Septriya menyatakan pihaknya belum menerima laporan resmi terkait kejadian tersebut.
“Sampai hari ini kami belum menerima informasi apa pun, baru sebatas pemberitaan. Setelah kami telusuri, tidak ada warga yang mengaku,” ujarnya.

Informasi lain yang dihimpun nasionaldetik.com menyebutkan, “bos besar” pemilik tambang PETI di kawasan Sungai Liki yang menelan korban jiwa tersebut diduga merupakan warga Parentak. Hingga saat ini identitasnya masih dalam penelusuran media.

Reporter: Gondo Irawan

Berita Terkait

Betonisasi RW 17 Kuta Bumi Disorot, Ketebalan Diduga Kurang dari 20 Sentimeter
Pengeroyokan Jurnalis di PT SSM Lambat Ditangani: Kinerja Polres Aceh Singkil Disorot Tajam, Divisi Propam Mabes Polri Didesak Turun Tangan
Rekam Jejak Kasat Reskrim Polres Muratara
*Tankos dan Solid Sawit, Alternatif Solusi Jangka Panjang Karhutla*
Babinsa Koramil 02/Sidikalang Pantau Aksi Pedagang Pasar, Tuntutan Kenaikan ILP Berujung Musyawarah
Babinsa Koramil 07/Salak Ajak Linmas dan Perangkat Desa Perkuat Deteksi Dini, Keamanan Desa Jadi Perhatian Bersama
Babinsa Koramil 04/Tigalingga Pantau Penyaluran BLT-DD Tahap III di Desa Palding
Cegah Karhutla Sejak Dini, Babinsa Parongil Sisir Ladang dan Ingatkan Petani Tak Bakar Lahan

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 00:18 WIB

Betonisasi RW 17 Kuta Bumi Disorot, Ketebalan Diduga Kurang dari 20 Sentimeter

Selasa, 8 September 2026 - 22:40 WIB

Pengeroyokan Jurnalis di PT SSM Lambat Ditangani: Kinerja Polres Aceh Singkil Disorot Tajam, Divisi Propam Mabes Polri Didesak Turun Tangan

Selasa, 8 September 2026 - 21:14 WIB

Rekam Jejak Kasat Reskrim Polres Muratara

Selasa, 8 September 2026 - 20:46 WIB

*Tankos dan Solid Sawit, Alternatif Solusi Jangka Panjang Karhutla*

Selasa, 8 September 2026 - 20:30 WIB

Babinsa Koramil 07/Salak Ajak Linmas dan Perangkat Desa Perkuat Deteksi Dini, Keamanan Desa Jadi Perhatian Bersama

Selasa, 8 September 2026 - 20:23 WIB

Babinsa Koramil 04/Tigalingga Pantau Penyaluran BLT-DD Tahap III di Desa Palding

Selasa, 8 September 2026 - 20:17 WIB

Cegah Karhutla Sejak Dini, Babinsa Parongil Sisir Ladang dan Ingatkan Petani Tak Bakar Lahan

Selasa, 8 September 2026 - 10:48 WIB

Sinergi Lintas Institusi Percepat Penanganan Karhutla di Desa Penusupan, Pangkah

Berita Terbaru

NASIONAL

Rekam Jejak Kasat Reskrim Polres Muratara

Selasa, 8 Sep 2026 - 21:14 WIB