Refleksi dan Sejarah Sumpah Pemuda: Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:26 WIB

5021 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nasionaldetik.com,— Spesial Redaksi Atas nama Redaksi Mengucapkan Selamat Hari Sumpah Pemuda 2026

SEJARAH SINGKAT

Pada tanggal 28 Oktober 1928, puluhan pemuda dari berbagai daerah dan golongan berkumpul di Jakarta untuk mengikuti Kongres Pemuda II. Mereka datang dengan latar belakang berbeda: dari Jawa, Sunda, Sumatera, Sulawesi, Maluku, hingga Kalimantan. Namun mereka memiliki satu tekad yang sama: meletakkan perbedaan di atas kepentingan bersama untuk meraih kemerdekaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada hari terakhir kongres, dibacakanlah sebuah ikrar yang kemudian dikenal sebagai Sumpah Pemuda:

“Pertama: Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
Kedua: Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Ketiga: Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.”

Ikrar sederhana ini menjadi tonggak lahirnya kesadaran berbangsa dan bernegara. Sebelumnya, masyarakat di Nusantara lebih mengenal identitas kesukuan dan daerahnya masing-masing. Sumpah Pemuda mengubah cara pandang itu — dari “saya orang Jawa, Sunda, atau Minang” menjadi “saya orang Indonesia.”

REFLEKSI DI MASA KINI

Hampir satu abad berlalu, semangat Sumpah Pemuda tetap relevan dan hidup di tengah kita. Namun maknanya kini bukan lagi sekadar untuk mengusir penjajah. Tantangannya sudah berubah — namun tujuannya tetap sama: menjaga keutuhan dan memajukan bangsa.

Satu Nusa berarti kita menjaga bersama rumah besar yang kita tempati ini — Indonesia. Menjaga alamnya, merawat sumber dayanya, dan memastikan setiap jengkal tanah ini bermanfaat bagi seluruh rakyat, bukan segelintir orang saja.

Satu Bangsa berarti kita berdiri setara satu sama lain. Perbedaan suku, agama, ras, dan adat istiadat bukan tembok pemisah, melainkan kekayaan yang memperindah bangsa. Perpecahan adalah kelemahan yang akan merugikan kita semua; persatuan adalah kekuatan yang akan membawa kita ke arah kemajuan.

Satu Bahasa berarti kita memiliki sarana untuk saling memahami. Bahasa Indonesia bukan memusuhi bahasa daerah, melainkan jembatan yang menghubungkan kita dari Sabang sampai Merauke. Dengan bahasa yang sama, kita saling berbagi harapan, cita-cita, dan kerja sama.

Sumpah Pemuda bukan sekadar peringatan tahunan atau tulisan di dinding sekolah. Ia adalah janji yang harus dijaga oleh setiap generasi, dari masa lalu, masa kini, hingga masa depan.

Tugas kita hari ini adalah meneruskan semangat itu — bukan dengan senjata, melainkan dengan karya, prestasi, sikap saling menghargai, dan kerja keras membangun daerah masing-masing. Karena Indonesia tidak dibangun oleh satu kelompok saja, melainkan oleh kita semua yang berikrar: Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa.

Selamat Hari Sumpah Pemuda. Teruslah bersatu, teruslah berkarya, teruslah membangun Indonesia.

Penulis Gilang Ferdian,S.Pd

Berita Terkait

“Kemajuan Tanpa Kemanusiaan Bukanlah Kemajuan!” Pesan Menggetarkan Dandim 0617/Majalengka di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Peran Kaum Perempuan, Sejarah dan Refleksi Hari Sumpah Pemuda
Refleksi dan Sejarah Sumpah Pemuda: Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa
AROMA SENGIT DI JALAN SEMERU: KANDANG LIAR DI TENGAH PERMUKIMAN RESAHKAN WARGA, LURAH BANJARDOWO DINILAI LEMAH RESPONS
Kunjungi Wilayah Perbatasan Kuningan-Majalengka, Dandim Ingatkan Hal Ini ke Anggota
Gebrakan Humanis Kejari Inhil: Kasus Motor Hilang Berakhir Damai, Pelukan Hangat Jadi Saksi Sejarah
Sambut gagasan besar Gus Ipang Wahid : BEM PTNU siap kawal transformasi digital PBNU
Pesta Pora di Atas Penderitaan Warga: Anggaran Miliaran Jombang Fest 2026 Dicibir, Seniman Dilecehkan, Rakyat Krisis Air Bersih

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:54 WIB

Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan Desa, DPMD Tulungagung Dorong Dana Desa Tetap On Track

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:05 WIB

Polisi Ungkap Penyalahgunaan Solar Subsidi 8.400 Liter di Katibung, Tiga Orang Jadi Tersangka

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:19 WIB

QUO VADIS SERTIPIKAT HALAL : MENGAPA BUKAN SERTIPIKAT HARAM SAJA ?

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:07 WIB

ASDP Operasikan KMP Portlink III di Lintasan Merak–Bakauheni, Perkuat Layanan Penyeberangan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:07 WIB

PEMBUKAAN PORPROV JATENG 2026 CABANG OLAHRAGA TENIS MEJA DIGELAR DI AMBARAWA

Selasa, 27 Oktober 2026 - 08:16 WIB

RDP Bersama Bupati Pringsewu Tak Temukan Titik Terang, Kuasa Hukum Warga Siapkan Gugatan ke PTUN

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:56 WIB

Diduga Pemkab Tanggamus Tahan Tunjangan Sertifikasi PPPK, Ratusan Guru Belum Terima Pembayaran Hingga 6 Bulan Dari Tahun 2025

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:02 WIB

Lampung Selatan Siapkan 9 Lokasi Perlombaan MTQ ke-53 Tingkat Provinsi Lampung

Berita Terbaru