Nasionaldetik.com,— 27 Oktober 2026 Di tengah gegap gempita penutupan Jombang Fest 2026 yang menghabiskan anggaran fantastis bersumber dari APBD, ironi telak mencuat ke permukaan.
Alih-alih menjadi ruang kebudayaan yang inklusif dan menyejahterakan, festival tahunan yang memakan biaya miliaran rupiah ini justru menyisakan dua noda hitam: pelecehan ruang ekspresi seniman lokal serta pengabaian terhadap krisis air bersih yang mencekik ratusan warga di garis pinggiran kabupaten.
Pemborosan anggaran demi kemeriahan seremonial terbukti gagal menyelaraskan prioritas pembangunan dengan hajat hidup dasar rakyat. Ketika panggung megah didirikan dan para pejabat berpesta, para pelukis lokal memilih membongkar karya mereka sebagai bentuk protes, sementara warga Dusun Brangkal harus berjalan ratusan meter demi meneteskan air keruh dari dasar sungai yang mengering.
Sebuah kontras kebijakan yang mencolok: Pemkab Jombang menggelar Jombang Fest 2026 menggunakan dana APBD bernilai miliaran rupiah. Namun, perhelatan ini berujung pada kisruh penataan pameran seni “Lorong Waktu” yang memicu aksi mogok dan protes dari Komunitas Pelukis Jombang (KOPIJO), beriringan dengan jeritan warga korban kekeringan ekstrem yang tak tersentuh solusi permanen.
Pemerintah Kabupaten Jombang / Panitia / EO: Pihak yang mengalokasikan anggaran miliaran rupiah dan dinilai gagal merencanakan tata letak ruang seni yang layak serta lamban merespons krisis kemanusiaan.
Komunitas Pelukis Jombang (KOPIJO): Korban marginalisasi kultural, diwakili oleh Anas dkk., yang karyanya disingkirkan di belakang deretan Pedagang Kaki Lima (PKL).
Warga Dusun Brangkal, Desa Jiporapah, Kec. Plandaan: Sekitar 150 kepala keluarga (700 jiwa) yang sumurnya kering sejak awal Oktober dan terjebak fasilitas Pamsimas mangkrak berair asin.
Kemeriahan dan pameran kontroversial dipusatkan di Alun-Alun Jombang.
Krisis air bersih yang memprihatinkan terjadi di Dusun Brangkal, Desa Jiporapah, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang.
Jombang Fest 2026 digelar sejak 2 Oktober hingga 24 Oktober 2026.Aksi protes seniman terjadi pada 20–21 Oktober 2026 ketika mereka membongkar lapak pameran lebih awal.
Krisis air bersih di Plandaan telah berlangsung sejak awal Oktober 2026 hingga masa puncak musim kemarau saat festival diselenggarakan.
Menggelontorkan dana APBD miliaran rupiah untuk hura-hura seremonial dinilai sebagai bentuk apathy budgeting di tengah penderitaan warga yang kesulitan mengakses air bersih (kebutuhan dasar primer).
Janji manis Event Organizer (EO) untuk menyediakan ruang pameran yang representatif diingkari. Menempatkan karya seni rupa di belakang lapak PKL dianggap sebagai bentuk pelecehan dan pengabaian total terhadap harkat martabat seniman daerah.
Fasilitas Pamsimas yang dibangun tahun 2025 terbukti gagal total karena airnya asin, memperlihatkan lemahnya pengawasan proyek pemerintah daerah.
Merasa dilecehkan atas janji palsu panitia, para pelukis memilih menarik diri dan membongkar karya Lorong Waktu secara massal, membuktikan bahwa tema “Jombang Berdaya, Bersama Berkarya” retorika belaka bagi pelaku seni lokal.
Perjuangan Warga: Warga Dusun Brangkal harus berjalan kaki sejauh 300 meter ke sungai yang mengering dan meraba-raba lubang galian demi air mandi/cuci, serta merogoh kocek Rp6.000 per galon untuk air minum. Bantuan 20.000 liter dari BPBD dinilai sekadar pemadam kebakaran birokratis yang tidak menyelesaikan akar masalah jangka panjang.
Evaluasi Total atau Pembiaran Berulang?
Pemerintah Kabupaten Jombang di bawah kepemimpinan Bupati Warsubi harus berhenti berlindung di balik jargon “evaluasi ke depan”.
Alokasi miliaran rupiah dari uang rakyat (APBD) menuntut akuntabilitas moral yang tinggi.
Jika pemerintah daerah mampu menghamburkan uang seketika untuk kemeriahan panggung hiburan, maka tidak ada alasan rasional bagi birokrasi untuk membiarkan warganya hidup dalam kehausan dan memandang seniman lokal sebelah mata. Jombang Fest 2026 harus menjadi catatan merah atas hilangnya sense of crisis (kepekaan krisis) para pengambil kebijakan di Kabupaten Jombang.
Tim Redaksi




























