Potensi Kelambi Duri Kota Banjar, Perlu Pehatian dan Regulasi Pemerintah Setempat

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Rabu, 15 April 2026 - 10:09 WIB

5078 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nasionaldetik.com,—- 15 April 2026 Kapas Sutra Penyerap Minyak Laut dan Bahan Tekstil Ekspor ,Potensi ekonomi kerakyatan yang belum tersentuh maksimal oleh dukungan pembiayaan kembali menjadi sorotan seorang pegiat pemberdayaan di Kota Banjar, Jawa Barat. Ir. Oswan Kurniawan, sosok yang dikenal memiliki jiwa pantang menyerah dan peduli terhadap lingkungan, menyoroti besarnya peluang yang dimiliki tanaman asli Indonesia, yaitu pohon Kelambi Duri atau yang dikenal menghasilkan Kapas Sutra.

Dalam kunjungan awak media ke kediamannya pada Senin (13/04/2026), Oswan memaparkan berbagai hasil kreasi dan penelitiannya. Salah satu fokus utamanya saat ini adalah pengembangan budidaya Kelambi Duri beserta produk pendukungnya berupa media tanam Kompos Plus yang cocok untuk berbagai jenis tanaman hortikultura maupun sayuran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Permintaan Tinggi, Terhambat Modal

Menurut Oswan,yang benar berkebun ini,minat pasar terhadap produk Kelambi Duri sebenarnya sangat besar. Dirinya mengaku sudah menerima banyak permintaan hingga tawaran kontrak kerja sama. Namun, realisasi bisnis tersebut belum bisa berjalan maksimal lantaran keterbatasan modal usaha.

“Sebenarnya sudah banyak yang pesan, bahkan ada yang minta kontrak. Tapi sayangnya belum bisa terwujud karena kita kekurangan modal,” ungkap Oswan dengan nada prihatin tapi tetap terpancar semangatnya.

Ia menilai, tanaman Kelambi Duri sebenarnya sangat mudah dibudidayakan di tanah Indonesia. Hanya saja, menurutnya, diperlukan kepastian regulasi dan perhatian lebih dari pemerintah agar komoditas ini bisa dikembangkan secara massal dan terstruktur dan terukur

Pengalaman Sebelumnya,Sulit Dapat Tindak Lanjut

Dalam perbincangannya, Oswan yang telah lebih dari 10 tahun mendalami potensi tanaman ini mengaku enggan untuk terus meminta-minta bantuan ke pemerintah. Hal ini bukan tanpa alasan, melainkan berdasarkan pengalaman di masa lalu.

Diceritakannya, sebelumnya dirinya pernah didatangi atau melaporkan potensi ini ke dinas terkait. Namun sayang, kunjungan dan diskusi tersebut tidak berlanjut pada bentuk dukungan nyata atau tindak lanjut yang konkret.

“Saya agak tabu untuk minta-minta. Pernah dulu didatangi dinas terkait, tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjutnya. Padahal kalau ini dikembangkan serius, bisa jadi sumber devisa negara yang besar,” tegasnya.

Multifungsi: Penyerap Tumpahan Minyak hingga Tekstil

Keunikan dan keunggulan Kelambi Duri tidak main-main. Menurut penelitian dan uji coba yang pernah dilakukan Oswan, serat kapas sutra dari tanaman ini memiliki daya serap yang sangat tinggi. Salah satu fungsi krusialnya adalah sebagai alat alternatif untuk mengantisipasi dan menangani tumpahan minyak di laut.

“Saat ada limpahan atau tumpahan minyak di lautan lepas, kapas sutra ini bisa dihamparkan. Bahannya mampu menyedot minyak dengan efektif. Ini sudah pernah kami uji coba,” jelasnya.

Selain fungsi lingkungan, hasil olahan Kelambi Duri juga memiliki nilai ekonomi tinggi di sektor tekstil. Seratnya dapat diolah menjadi kain dengan kualitas yang sangat baik dan memenuhi standar ekspor, sehingga berpotensi menembus pasar mancanegara.

Di tengah potensi yang luar biasa tersebut, harapan Oswan semata agar komoditas asli Indonesia ini tidak mati suri dan bisa benar-benar dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat serta kemajuan ekonomi daerah.

(Reporter : Gilang dan Tim)

Berita Terkait

Dari Lahan Tidur Jadi Potensi, Kodim 0607 dan Kades Sepakat Dukung KDKMP
Bhabinkamtibmas Polsek Maja Hadiri Haul Mangkubumi, Pererat Silaturahmi Warga
Patroli Polsek Malausma Secara Rutin Sambangi Warga Binaan Antisipasi Kriminalitas dan Gangguan Kamtibmas
RESMI! Dandim 0617/Majalengka Meresmikan Koramil 1715/Kertajati, Kantor Militer Kini Megah
Sinergi Tanpa Batas: Apel Pagi Koordinasi Pamong Desa dan Instansi Se-Kecamatan Cikijing
Bakesbangpol Kab. Pangandaran Terima Langsung Kunjungan LSM Asternal dan Jajaran IWO Indonesia
Groundbreaking Jembatan Garuda TNI di Lemahsugih Majalengka, Perkuat Akses dan Dorong Ekonomi Warga
Kasdim 0617/Majalengka Pimpin Upacara Bendera, Tegaskan Disiplin dan Semangat Pengabdian

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 15:44 WIB

Hukum Tumpul ke Kiri, Tajam ke Kanan. Kasus Saling Lapor di Nias Menjadi Sorotan publik

Senin, 13 April 2026 - 16:55 WIB

Aksi Nyata PAC Pemuda Pancasila Pancur Batu, Perbaiki Jalan Berlubang Demi Keselamatan Warga

Senin, 13 April 2026 - 14:21 WIB

Fitnahan Tipu Gelap Terhadap GS ; Berita Tidak Mendasar dan Melanggar Kode Etik

Senin, 13 April 2026 - 13:56 WIB

Dinilai Tidak Objektif Dan Profesional, Para Penggugat Perkara Gugatan Kewarisan Akan Melaporkan Oknum Hakim Ke KY

Sabtu, 11 April 2026 - 20:12 WIB

Pasca Lebaran, Penumpang KA Siantar Ekspres Naik 17 Persen

Jumat, 10 April 2026 - 11:05 WIB

Pria 47 Tahun Ditemukan Tewas di Pajak Baru Sergai, Polisi Pastikan Tak Ada Tanda Kekerasan.

Jumat, 10 April 2026 - 11:02 WIB

Senjata Api Polres Sergai Diperiksa Propam Polda Sumut, Gudang Senpi Disorot.

Jumat, 10 April 2026 - 10:59 WIB

POLSEK PANCUR BATU, BERGERAK CEPAT,EVAKUASI TERHADAP BENCANA TANAH LONGSOR DI DESA SEMBAHE.

Berita Terbaru