Polres Merangin Selidiki Pengadaan Seragam Disdik, PPTK Tak Tahu Apa-apa, ‘Orang Dalam’ Diduga Main Mata.

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Sabtu, 28 Februari 2026 - 09:25 WIB

50588 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nasionaldetik.com,— 28 Februari 2026  Sejumlah staf di bidang Sarana Prasarana (Sapras) Dinas Pendidikan (Diknas) Merangin, Jambi, dilaporkan telah dipanggil oleh Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Polres Merangin. Pemanggilan ini diduga kuat terkait dengan pengadaan paket seragam sekolah untuk siswa SD dan SMP yang tidak mampu.

Informasi yang berkembang, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dalam pengadaan tersebut, yang diketahui bernama Pirdaus, mengaku tidak dilibatkan sejak awal proses. Pirdaus menyatakan baru mengetahui adanya paket seragam melalui telepon pada malam hari, dan hanya diberi instruksi untuk memantau kedatangan barang. Pernyataan ini dinilai krusial dalam mengungkap pihak yang bertanggung jawab penuh atas pengadaan seragam tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Media telah berupaya melakukan konfirmasi langsung kepada Pirdaus untuk menggali informasi lebih lanjut mengenai dugaan kejanggalan ini. Namun, ia menolak memberikan keterangan dengan alasan kesibukan dalam mempersiapkan dokumen yang diminta oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Pirdaus berjanji akan memberikan pernyataan kepada media di waktu mendatang.

Jika benar PPTK (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan) tidak dilibatkan dalam pengadaan bisa menjadi tanda bahwa ada yang salah. PPTK biasanya bertanggung jawab untuk memastikan proses pengadaan dilakukan secara transparan, adil, dan sesuai dengan aturan yang berlaku. Tanpa keterlibatan PPTK, proses pengadaan mungkin tidak memiliki pengawasan yang cukup, sehingga meningkatkan risiko penyimpangan.

Rama Sanjaya dari LSM Sapu Rata Indonesia menegaskan bahwa jika Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) tidak dilibatkan dalam sebuah proses pengadaan, maka pengawasan kemungkinan besar akan minim. Hal ini, menurutnya, dapat meningkatkan risiko terjadinya beberapa masalah, yaitu:

1. Korupsi
2. Nepotisme
3. Pengadaan yang tidak efektif
4. Penyimpangan prosedur.

To be continued…
Reporter: Gondo irawan

Berita Terkait

Isu “Pengatur” Proyek APBD Merangin Viral di Medsos, Kadis PUPR & Diknas: Tidak Ada Intervensi
SKANDAL BBM ILEGAL: Oknum TNI Korem 042/Gapu Diduga Menjadi “Tameng” Bisnis Gelap di Rupit & Pantai
Sejak Pasca-Lebaran Cuma Masuk 1 Kali, PLT Kepsek SDN 54 Merangin Ditegur dan Akan Dicopot
Polres Merangin dan Brimob Jambi Salurkan Bantuan dan Gelar Kerja Bakti Pascabanjir di Desa Pulau Bayur
Teguh Ungkap Polemik Kerjasama Media Diskominfo Merangin: Syarat Rumit Jadi Penghalang
Kejanggalan “Data”, Angka Kerjasama Media Diskominfo Merangin Beda Antara 2025 dan 2026, Ada Apa?
Kadisdik Merangin Panggil Kepala Sekolah SD Negeri 54 Terkait Dugaan Minim Absensi
Bandara Muara Bungo Dikepung PETI: Pemerintah dan APH Dituding “Buta dan Tuli” di Balik Bencana Merkuri

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 22:59 WIB

Harmoni May Day di Boyolali, Buruh, Pemerintah dan Aparat Bersatu dalam Semangat Kebersamaan

Jumat, 1 Mei 2026 - 22:54 WIB

*Pekerjaan Sumur Bor Dikebut, Air Bersih Segera Mengalir ke Rumah Warga*

Jumat, 1 Mei 2026 - 22:30 WIB

May Day 2026 di Salak Tetap Kondusif, Patroli Gabungan TNI-Polri Sisir Titik Rawan Sejak Pagi

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:27 WIB

Dugaan Pungli di RSUD Adjidarmo, King Naga Menagih Janji Bupati: “Buktikan Pemecatan Sesuai Pernyataan”

Jumat, 1 Mei 2026 - 00:11 WIB

Warga Lingkungan IX Geruduk Kantor Walikota

Kamis, 30 April 2026 - 18:50 WIB

Kendaraan Dinas Harus Prima! Kodim Boyolali Jalani Pemeriksaan Ketat dari Paldam Diponegoro

Kamis, 30 April 2026 - 18:37 WIB

Cara Jurnalistik TMMD Reg 128 Kodim Sragen Dapat Berita di Lokasi TMMD Reg Kodim Sragen. 

Kamis, 30 April 2026 - 17:44 WIB

Atasi Krisis Air Bersih di Bengkalis, Satgas TMMD Berjibaku Bikin Sumur Bor

Berita Terbaru