PNIB Waspadai Gejolak Terorisme dan Kudeta Berdarah Di Sudan dan Nigeria, Jangan Biarkan Merembet Ke Indonesia.

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Rabu, 5 November 2025 - 15:46 WIB

50173 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOMBANG,Nasionaldetik.com – 5 November 2025 Ketua Umum Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB), AR Waluyo Wasis Nugroho atau yang lebih dikenal dengan Gus Wal, kembali mengingatkanPNIB: Waspadai Gejolak Terorisme dan Kudeta Berdarah di Sudan dan Nigeria, Jangan Biarkan Merembet ke Indonesia pemerintah dan masyarakat Indonesia agar tidak lengah terhadap potensi bangkitnya khilafah, terorisme dan konflik politik bersenjata berdarah yang merenggut puluhan ribu jiwa meninggal dunia, seperti yang saat ini terjadi di Nigeria dan Sudan. Dalam pernyataannya, Gus Wal menegaskan bahwa tragedi yang saat ini melanda Nigeria dan Sudan harus dijadikan peringatan keras untuk terus menjaga stabilitas keamanan nasional dari ancaman ideologi transnasional Khilafah terorisme dan kepentingan kekuasaan yang berpotensi memecah belah bangsa Indonesia, ujar Gus Wal.

Gus Wal menjelaskan, Nigeria dan terlebih Sudan sebelumnya terbelah menjadi dua negara, yakni Sudan Utara yang mayoritas Muslim dan Sudan Selatan yang mayoritas Non Muslim. Namun, setelah Sudan Utara berhasil mengkudeta pemerintahan Muslim sebelumnya, kini negara itu justru terjebak dalam perang saudara antar sesama faksi militer Muslim. Konflik tersebut mempertemukan tentara pemerintah (SAF) dengan pasukan pemberontak (RSF) yang dulunya bersama-sama menggulingkan rezim sebelumnya. Akibatnya, warga sipil menjadi korban karena dianggap berpihak pada salah satu kelompok.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Situasi itu sangat memprihatinkan. Sesama bangsa dan sesama umat saling menghancurkan hanya karena haus kekuasaan dan dipengaruhi oleh faktor ideologi Khilafah terorisme,” ujar Gus Wal.

PNIB menilai konflik Sudan adalah contoh nyata bagaimana perebutan kekuasaan atas nama agama dengan membawa ideologi khilafah Terorisme dapat menghancurkan tatanan negara dan menghancurkan kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. Karena itu, Gus Wal mengingatkan agar Indonesia tidak terjebak pada polarisasi serupa. Ia juga menyinggung situasi di beberapa negara Timur Tengah seperti Suriah dan Sudan, yang menurutnya harus menjadi cerminan bagi bangsa Indonesia agar tidak memberi ruang bagi ideologi Khilafah Terorisme beserta corong corong tokoh propogandanya yang menimbulkan benih-benih kekacauan yang serupa terjadi di suriah dan sudan, beber Gus Wal.

Gus Wal juga mengingatkan potensi ancaman baru dari kelompok-kelompok eks radikal yang kini mulai muncul kembali di ruang publik. Ia menyoroti kabar kembalinya Ustadz Abu Bakar Ba’asyir, salah satu tokoh senior Jamaah Islamiyah (JI) kembali kepangkuan NKRI dengan ikrar cinta tanah air, yang setelahnya beberapa periodik disertai dengan pertemuannya dengan beberapa tokoh elit politik nasional, resah Gus Wal.

“Menerima mereka dengan tangan terbuka itu baik, tanda kebesaran jiwa bangsa Indonesia, Tapi jangan lupa, kewaspadaan tetap wajib utama dijaga. Jangan sampai pengalaman pahit di Timur Tengah suriah dan sudan dijadikan momentum oleh pihak-pihak tertentu untuk “kumat kumatan” dan membuat kekacauan, atau lebih parahnya menyiapkan skenario kudeta berkedok agama yang didasari dengan ideologi Khilafah terorisme” tutur Gus Wal dengan nada tegas.

PNIB menyerukan agar seluruh elemen bangsa baik itu pemerintah, aparat keamanan, dan juga masyarakat sipil seluruh anak bangsa tumpah darah Indonesia bersatu menjaga keutuhan dan stabilitas keamanan NKRI dari berbagai ancaman Khilafah terorisme, politik identitas, dan infiltrasi ideologi asing lainya yang merusak persaudaraan nasional sesama anak bangsa.

“Kita tidak boleh terpecah. Apa yang terjadi di Sudan, Suriah, dan negara-negara lain itu cukup menjadi pelajaran. Indonesia harus tetap berdiri tegak sebagai bangsa yang utuh, aman makmur damai, berdaulat, dan beradab,” pungkas Gus Wal.

(Tim PNIB)

Berita Terkait

RAT 2025 Koperasi Desa Merah Putih Karangbangun Matesih Digelar, Siap Perkuat Ekonomi Warga Karangbangun
16.186 Pemudik Diberangkatkan Gratis ke Jateng, Ahmad Luthfi Lepas 325 Bus dari TMII
Antisipasi Tawuran dan Petasan, Polres Kendal Perkuat Patroli Dini Hari
Suara Ketum MAUNG Hadysa Prana: Apresiasi untuk DPD MAUNG NTB, Mari Jaga Semangat Berbagi
325 Bus Siap Angkut 16 Ribu Pemudik, Armada Mudik Gratis Jateng Mulai Penuhi TMII
Patroli Humanis Ops Damai Cartenz Hadirkan Senyum dan Rasa Aman bagi Warga Sinak
AMBPM Gelar Buka Bersama, Bahas Agenda Pasca-Lebaran dan Kawal Kasus Nissan Terano.
ORMAS GRIB JAYA PAC Kecamatan Ringinarum Menebar Berkah di Bulan Ramadhan

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 22:25 WIB

RAT 2025 Koperasi Desa Merah Putih Karangbangun Matesih Digelar, Siap Perkuat Ekonomi Warga Karangbangun

Senin, 16 Maret 2026 - 09:39 WIB

Antisipasi Tawuran dan Petasan, Polres Kendal Perkuat Patroli Dini Hari

Senin, 16 Maret 2026 - 09:35 WIB

Suara Ketum MAUNG Hadysa Prana: Apresiasi untuk DPD MAUNG NTB, Mari Jaga Semangat Berbagi

Senin, 16 Maret 2026 - 08:50 WIB

325 Bus Siap Angkut 16 Ribu Pemudik, Armada Mudik Gratis Jateng Mulai Penuhi TMII

Senin, 16 Maret 2026 - 02:33 WIB

Patroli Humanis Ops Damai Cartenz Hadirkan Senyum dan Rasa Aman bagi Warga Sinak

Minggu, 15 Maret 2026 - 19:41 WIB

ORMAS GRIB JAYA PAC Kecamatan Ringinarum Menebar Berkah di Bulan Ramadhan

Minggu, 15 Maret 2026 - 16:09 WIB

Wakapolres Pesawaran Sidak Dua Pos Pam di Tegineneng, Pastikan Pelayanan Mudik Optimal

Minggu, 15 Maret 2026 - 10:50 WIB

SPPG Nurul Haromain Kertagena Laok Perkuat Solidaritas Lewat Buka Puasa Bersam

Berita Terbaru