PNIB Kecam Keras Low Tuck Kwong, Donasi 1,7 Triliun Untuk Pendidikan Singapura disaat Pendidikan Indonesia Sangat Memprihatinkan

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:23 WIB

5027 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nasionalfetik.com – Surabaya, 31 Oktober 2026 Organisasi kemasyarakatan Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB) melayangkan kritik keras dan kecaman terkait pemanfaatan hasil sumber daya alam (SDA) Indonesia yang dinilai belum sepenuhnya berdampak pada kemajuan dalam negeri.

Sorotan tajam ini mengemuka setelah pendiri Bayan Resources, Low Tuck Kwong, diketahui menyalurkan donasi fantastis sebesar 101 juta dolar Singapura atau setara Rp1,7 triliun untuk sektor pendidikan di Singapura.

Ketua Umum PNIB, Abdur Rozaq Waluyo Wasis Nugroho atau yang akrab disapa Gus Wal, menyayangkan kekayaan bernilai triliunan rupiah yang bersumber dari pengerukan hasil bumi sumber daya alam Indonesia justru dialokasikan untuk menopang kemajuan fasilitas pendidikan di negara tetangga, geram Gus Wal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kekayaan sumber daya alam Indonesia ini adalah kekayaan seluruh rakyat. Sangat ironis ketika hasil pengerukan batu bara di tanah air justru dipakai untuk menyejahterakan dan memajukan pendidikan bangsa asing, sementara masih banyak anak-anak bangsa dan fasilitas pendidikan di pelosok negeri yang membutuhkan dukungan,” tegas Gus Wal saat memberikan keterangannya, Sabtu (31/10/2026).

Gus Wal menilai, langkah Low Tuck Kong konglomerat tambang tersebut harus menjadi bahan evaluasi mendasar bagi pemerintah dan pemangku kebijakan dalam mengawasi pengelolaan industri ekstraktif di tanah air, terang Gus Wal.

“Pertanyaan besarnya bagi kita semua : kekayaan alam Indonesia ini sebenarnya untuk menyejahterakan rakyat Indonesia atau untuk memajukan bangsa asing? Pengelolaan hasil bumi wajib berlandaskan amanat Pasal 33 UUD 1945, di mana bumi, air, dan kekayaan alam dikuasai negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat,” lanjut Gus Wal.

Bandingkan Kebutuhan Pendidikan Dalam Negeri
Untuk menggambarkan besarnya dampak dana tersebut jika disalurkan di dalam negeri, PNIB membandingkan nilai hibah Rp1,7 triliun itu dengan alokasi anggaran pembangunan fasilitas pendidikan nasional.

Sebagai gambaran, anggaran sebesar itu sejatinya mampu membiayai rehabilitasi puluhan gedung sekolah modern lengkap dengan fasilitas penunjang pembelajaran berbasis teknologi di berbagai daerah.

“Coba bayangkan betapa besarnya manfaat uang Rp1,7 triliun tersebut jika disalurkan untuk beasiswa anak-anak kurang mampu, perbaikan sekolah rusak di daerah terpencil, atau peningkatan mutu guru di Indonesia,” ujar Gus Wal.

Menurutnya, setiap pengusaha yang mengeruk keuntungan dari pengelolaan kekayaan alam Indonesia memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk mengutamakan kontribusi bagi kemajuan rakyat dan bangsa Indonesia sendiri, geram Gus Wal.

Dorong Penguatan Peran Negara dan Kebijakan SDA

Lebih lanjut, PNIB mendesak pemerintah untuk memperketat regulasi terkait kewajiban Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL/CSR) serta mendorong penguasaan saham nasional dalam industri pertambangan strategis.

Langkah ini penting agar nilai tambah dari hasil bumi tidak mengalir ke luar negeri tanpa memberikan dampak signifikan bagi masyarakat lokal, papar Gus Wal.

“Rakyat Indonesia tidak boleh hanya mendapatkan dampak kerusakan lingkungan dari aktivitas tambang, sementara hasil keuntungannya dibawa lari untuk membangun negara lain. Negara harus hadir memastikan hasil bumi benar-benar kembali untuk kemakmuran dan kedaulatan rakyat dan Bangsa Indonesia,” pungkas Gus Wal.

Penulis : Tim PNIB

Editor : Admin

Berita Terkait

ASDP Dukung Stimulus Pemerintah, Tarif Penyeberangan Nataru Dapat Diskon
Dugaan Pungutan di Lingkungan Sekda Tanggamus, Dua Lembaga Siap Gelar Aksi Damai di Kantor Bupati
Kajari Karo Ikuti FGD Optimalisasi Penyidikan Perkara Korupsi, Perkuat Komitmen Penegakan Hukum Berkualitas
Pesan dan Bayar Melalui Platform Digital, Momoyo Akui tidak bisa Scand Barkot 
Semarak Hari Jadi ke-821, Sebanyak 765 ASN Adu Kekompakan dalam Festival Olahraga Tradisional di GOR Lembu Peteng
SDN Talok 02 Aktualisasikan Pendidikan Karakter melalui Pembiasaan Jumat Kliwon
TMMD Sengkuyung IV Kodim Boyolali Bekali Warga Wawasan Antiradikalisme dan Tertib Administrasi Kependudukan
Kemarau Panjang, BPBD Tulungagung Salurkan Air Bersih ke 409 KK di Kalibatur

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:11 WIB

Waka Polres Karo Sampaikan Ungkap Kasus Tim Cobra Dalam Kasus Pencurian Sepeda Motor di Kabanjahe

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:02 WIB

Hari Keenam Operasi Patuh Toba 2026, Polsek Berastagi Turun ke Jalan Ajak Masyarakat Tertib Berlalu Lintas

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:53 WIB

Hari Keenam Operasi Patuh Toba 2026, Satlantas Polres Karo Periksa Kelayakan Bus dan Atur Arus Lalu Lintas Jalur Wisata Berastagi

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:45 WIB

Longsor Tutup Jalan Nasional Kabanjahe–Aceh Tenggara, Polsek Laubaleng Turun ke Lokasi dan Lakukan Penanganan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:38 WIB

Dekatkan Diri dengan Masyarakat, Polsek Tigapanah Gelar Subuh Keliling di Desa Suka

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:03 WIB

Kapolres Karo AKBP Pebdiandi Haloho Beserta Staf dan Bhayangkari Ucapkan Selamat Hari Jadi Humas Polri ke-75

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:46 WIB

WUJUD KEPEDULIAN TERHADAP SESAMA, SAT LANTAS POLRES KARO SALURKAN BANTUAN SOSIAL KEPADA MASYARAKAT

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:37 WIB

Kapolres Karo Gelar Jumat Keliling di Masjid Baiturahim Berastagi, Ajak Masyarakat Bersama Jaga Kamtibmas

Berita Terbaru