TULUNGAGUNG ,Nasionaldetik.com – Dampak musim kemarau panjang masih dirasakan sejumlah wilayah di Kabupaten Tulungagung. Memasuki akhir Oktober 2026, kebutuhan air bersih masyarakat di daerah rawan kekeringan terus meningkat.
Kondisi tersebut mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tulungagung kembali melakukan distribusi bantuan air bersih. Pada Senin (26/10/2026), bantuan disalurkan ke Dusun Darungan RT 02/RW 01, Desa Kalibatur, Kecamatan Kalidawir.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tulungagung, Achmad Mugiyono, S.STP., M.M., mengatakan distribusi bantuan dilakukan setelah pihaknya menerima permohonan dari Pemerintah Desa Kalibatur terkait kesulitan air bersih yang dialami warga.
Menurutnya, kekeringan di wilayah tersebut merupakan dampak musim kemarau panjang yang terjadi sepanjang 2026. Sedikitnya 409 kepala keluarga (KK) atau 1.088 jiwa terdampak kondisi tersebut.
“Pengiriman bantuan ini berdasarkan permohonan dari Pemerintah Desa Kalibatur beberapa hari sebelumnya. Mereka melaporkan adanya kekeringan dan kesulitan air bersih di wilayah Dusun Darungan,” ujar Achmad Mugiyono yang akrab disapa Mamad.
Tak hanya mengirimkan air bersih, BPBD Tulungagung juga memberikan dua unit tandon air. Tandon tersebut disiapkan sebagai sarana penampungan sementara sehingga air yang dikirim dapat dimanfaatkan masyarakat secara lebih efektif.
Kekeringan Meluas ke 18 Desa
Mamad mengungkapkan, memasuki periode akhir musim kemarau, dampak kekeringan di Kabupaten Tulungagung justru semakin meluas.
Saat ini, tercatat 18 desa yang tersebar di delapan kecamatan mengalami dampak kekeringan. Dusun Darungan, Desa Kalibatur, Kecamatan Kalidawir, menjadi salah satu wilayah yang mendapatkan penanganan melalui distribusi air bersih.
BPBD Tulungagung, lanjut Mamad, akan terus melakukan dropping air bersih secara bergiliran ke wilayah terdampak. Penyaluran dilakukan berdasarkan jadwal yang telah disusun dengan tetap berkoordinasi bersama pemerintah desa setempat.
“BPBD akan terus melaksanakan pengiriman bantuan air bersih ke beberapa desa terdampak secara bergiliran. Kami menggunakan dua armada truk tangki untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Distribusi tersebut akan dilakukan hingga kondisi mulai memasuki musim penghujan. Berdasarkan perkiraan, hujan mulai turun secara bertahap pada November dan diharapkan berlangsung lebih rutin serta merata memasuki awal Desember.
Warga Diminta Hemat Air
Di tengah masih berlangsungnya musim kemarau, BPBD mengimbau masyarakat yang berada di wilayah rawan kekeringan untuk tetap melakukan penghematan penggunaan air bersih.
Masyarakat diminta menggunakan air sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pemborosan, sembari menunggu datangnya musim penghujan.
Di sisi lain, memasuki masa pancaroba atau peralihan musim, BPBD juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.
Beberapa ancaman yang perlu diwaspadai antara lain banjir, angin kencang atau puting beliung, serta tanah longsor, terutama bagi masyarakat yang tinggal di kawasan yang selama ini dikenal rawan bencana.
“Memasuki musim pancaroba, masyarakat juga kami imbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Terutama yang tinggal di daerah rawan banjir, angin kencang maupun tanah longsor,” pungkas Mamad.
Reporter : Robi
Editor : Admin
























