PNIB : Idul Fitri Momentum Menyatukan Perbedaan, Intoleransi, Terorisme dan Intimidasi Bukan Budaya Kita

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Jumat, 20 Maret 2026 - 11:01 WIB

5055 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nasionaldetik.com,—- 19 Maret 2026
Perbedaan penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah di Indonesia menjadi bentuk keragaman ilmu disatukan oleh kebersamaan Ramadhan. Saling menghormati keyakinan menjadi tradisi dan budaya keislaman yang diwariskan oleh para leluhur.

“Kiblat dan tradisi kita masih sama meskipun bulan Syawal secara perhitungan kalender kita mengalami perbedaan di tahun ini. Bangsa ini sudah dewasa memahami perbedaan dalam kemajemukan. Ini yang lebih ditekankan daripada perbedaan itu sendiri. Jadi kita tidak berbicara lagi tentang versi NU atau ala Muhammadiyah. Tetapi kebersamaan dalam perbedaan itu adalah anugerah” papar Ketua Umum PNIB, AR Waluyo Wasis Nugroho (Gus Wal) menanggapi hasil sidang Isbat penetapan 1 Syawal hari ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

PNIB yang lahir dari kemajemukan budaya dan tradisi menjadi ormas yang masih konsisten menghapus segala upaya intoleransi yang masih terjadi. PNIB yang juga gencar menyuarakan Nasionalisme kebangsaan meyakini bahwa toleransi adalah perekat sesungguhnya persatuan bangsa ini.

“Toleransi ibarat berjalan bersama di titian masing-masing tanpa saling menjatuhnya. Justru saling bergandeng tangan memperkuat langkah menjadi prinsip saling menguatkan. Provokasi, intimidasi, propaganda akan tetap ada di tengah persaingan peradaban. Banyak negara lain terpecah belah karena perbedaan, kita semestinya belajar dari itu semua. Jika negara sudah terlanjur hancur, maka masa depan kita dimulai dari nol lagi” ungkap Gus Wal.

Krisis multidimensi yang sedang dialami bangsa ini menurut Gus Wal butuh kerja sama untuk mengatasinya. Momentum Idul Fitri menjadi simpul introspeksi bahwa kemenangan melawan hawa nafsu tidak boleh berhenti.

“Perlawanan pada hawa nafsu usai Idul Fitri tidak boleh berhenti. Nafsu berkuasa, korupsi, pemaksaan kehendak akan terus ada di sekitar kita. Jika kita menyadari bahwa itu adalah musuh sejatinya pikiran kita, maka toleransi adalah harga mati yang bisa kita lakukan baik secara pribadi maupun kelompok. PNIB di tengah keterbatasan selalu berupaya menjaga itu” Tegas Gus Wal.

Idul Fitri menjadi Refleksi bagi anak bangsa untuk senantiasa bersatu kembali ke Fitri (Kesucian) , Idu Fitri menjadi Pengingat Untuk Jangan Pernah Lelah Mencintai Sesama Anak Bangsa dan Indonesia meski krisis multi dimensi dan apapun Keadaannya, ldul Fitri juga menjadi Penegas bagi bangsa Indonesia saatnya Berthoharoh dari Intoleransi, Khilafah, Radikalisme Terorisme yang kian massive disekitar kita, awasi anak anak kita terutama remaja dalam liburan kali ini jangan terlalu sering dibiarkan memegang HP/gadget karena persebaran terorisme kini lebih banyak menyasar remaja dan pemuda tanggung melalui sosmed dan game online, pungkas Gus Wal

Tim Redaksi

Berita Terkait

LBHAM : Menunda Gaji Guru Berbulan-bulan Adalah Bentuk Eksploitasi dan Ketidakadilan Serta Pelanggaran HAM.
LBHAM Mengapresiasi Nalar Kritis Komisi C DPRD Jombang Dalam RDP, Tapi Tidak Mempunyai Keberanian
Inspektorat Jombang Diduga “Pasang Badan”, Upaya Mengaburkan Fakta Ambruknya Pasar Ploso Mengarah ke Obstruction of Justice?
Bangunan Pasar Ploso Untuk Kali Kedua Ambruk, LBHAM Minta bertanggungjawaban Bupati Jombang
Bangunan Pasar Ploso Untuk Kali Kedua Ambruk, LBHAM Minta bertanggungjawaban Bupati Jombang
Rakyat Berhak Mengaudit APBD, Fasilitas Umum dan Pelayanan Publik Jauh Lebih Penting Daripada Sekadar Seragam Dinas.
Penyiraman Air Keras Terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, Diduga Akibat Efek Domino Pernyataan Presiden Akan Menertibkan Penggritik
Catatan Akhir Bulan Suci Ramadhan 1447 H Sekaligus Refleksi Diri

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 16:55 WIB

Aksi Nyata PAC Pemuda Pancasila Pancur Batu, Perbaiki Jalan Berlubang Demi Keselamatan Warga

Senin, 13 April 2026 - 14:21 WIB

Fitnahan Tipu Gelap Terhadap GS ; Berita Tidak Mendasar dan Melanggar Kode Etik

Senin, 13 April 2026 - 13:56 WIB

Dinilai Tidak Objektif Dan Profesional, Para Penggugat Perkara Gugatan Kewarisan Akan Melaporkan Oknum Hakim Ke KY

Sabtu, 11 April 2026 - 20:12 WIB

Pasca Lebaran, Penumpang KA Siantar Ekspres Naik 17 Persen

Jumat, 10 April 2026 - 11:05 WIB

Pria 47 Tahun Ditemukan Tewas di Pajak Baru Sergai, Polisi Pastikan Tak Ada Tanda Kekerasan.

Jumat, 10 April 2026 - 11:02 WIB

Senjata Api Polres Sergai Diperiksa Propam Polda Sumut, Gudang Senpi Disorot.

Jumat, 10 April 2026 - 10:59 WIB

POLSEK PANCUR BATU, BERGERAK CEPAT,EVAKUASI TERHADAP BENCANA TANAH LONGSOR DI DESA SEMBAHE.

Jumat, 10 April 2026 - 10:43 WIB

SMSI Deli Serdang Resmi Dikukuhkan, Sinergi Pers dan Pemerintah Jadi Sorotan

Berita Terbaru