Plt. Bupati Ahmad Baharudin Hadiri Larung Sembonyo, Tegaskan Komitmen Lestarikan Budaya dan Majukan Wisata Pantai Popoh

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Minggu, 5 Juli 2026 - 18:30 WIB

5062 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TULUNGAGUNG, Nasionaldetik.com – Tradisi adat Labuh Laut Larung Sembonyo kembali digelar dengan penuh khidmat di kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pantai Popoh Indah, Desa Besole, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, Minggu (5/7/2026). Kegiatan budaya tahunan yang telah menjadi identitas masyarakat pesisir tersebut dihadiri langsung oleh Plt. Bupati Tulungagung H. Ahmad Baharudin, S.M., M.M. bersama Ny. Yuyun Ahmad Baharudin.

Larung Sembonyo merupakan tradisi turun-temurun yang rutin dilaksanakan setiap bulan Suro atau Muharam sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan rezeki hasil laut sekaligus doa bersama agar para nelayan senantiasa diberikan keselamatan, keberkahan, dan hasil tangkapan yang melimpah saat melaut.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung sekaligus Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Erma Susanti, S.E., M.Si., jajaran Forkopimcam Besuki, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan, Kepala UPT Pelabuhan Popoh, Kepala Desa Besole, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta ribuan warga yang memadati kawasan Pantai Popoh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Prosesi adat diawali dengan kirab sesaji dari Pendopo Agung Pantai Popoh menuju Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Iring-iringan berlangsung khidmat dengan diikuti masyarakat, tokoh adat, dan para nelayan. Setelah itu dilaksanakan ujub, doa bersama, serta kenduri sebagai bentuk ungkapan syukur sebelum sesaji dilarungkan ke tengah laut menggunakan perahu yang dikawal armada nelayan.

Suasana penuh haru dan kebersamaan tampak mewarnai prosesi larung. Tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun ini tidak hanya menjadi ritual adat, tetapi juga menjadi simbol kuatnya hubungan masyarakat pesisir dengan alam serta nilai-nilai gotong royong yang terus dijaga hingga kini.

Dalam sambutannya, Plt. Bupati Ahmad Baharudin menegaskan bahwa Larung Sembonyo merupakan warisan budaya yang memiliki nilai spiritual, sosial, dan sejarah yang sangat tinggi sehingga harus terus dijaga keberlangsungannya oleh seluruh elemen masyarakat.

“Tradisi ini bukan sekadar ritual budaya, tetapi juga menjadi wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas karunia hasil laut yang menjadi sumber kehidupan masyarakat pesisir. Nilai kebersamaan, gotong royong, dan pelestarian budaya yang terkandung di dalamnya harus terus diwariskan kepada generasi muda,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Tulungagung berkomitmen untuk terus mendukung pelestarian tradisi budaya lokal sebagai bagian dari identitas daerah sekaligus mendorong pengembangan sektor pariwisata berbasis budaya.

Menurutnya, Labuh Laut Larung Sembonyo memiliki potensi besar menjadi daya tarik wisata budaya yang mampu mendatangkan wisatawan dari berbagai daerah. Dengan semakin dikenalnya tradisi ini, diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM, nelayan, dan sektor pariwisata di kawasan Pantai Popoh.

Pelaksanaan Larung Sembonyo tahun ini pun berlangsung aman, tertib, dan penuh antusiasme masyarakat. Ribuan pengunjung memadati kawasan Pantai Popoh untuk menyaksikan prosesi adat yang menjadi salah satu agenda budaya terbesar di Kabupaten Tulungagung tersebut.

Melalui penyelenggaraan tradisi ini, Pemerintah Kabupaten Tulungagung berharap nilai-nilai luhur budaya lokal tetap lestari, memperkuat persatuan masyarakat, sekaligus menjadikan Pantai Popoh sebagai destinasi wisata budaya unggulan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Reporter : Ev

Editor : Admin

Berita Terkait

Antisipasi Karhutla, Koramil 421-03/Pnh Bersama Satpol PP dan Warga Intensifkan Patroli
16 Tim Voli Berebut Piala Bupati Cup Wilayah I 2026 di Gedung Harta
Rekening Supriyono alias Botok Ditunda, Penegakan Hukum atau Pembatasan Aspirasi AMPB?
Diduga Curi Volume, Proyek Hotmix Rp14 Miliar Lebih Ruas Simpang Kuripan – Kota Agung Disorot LPAKN RI PROJAMIN Tanggamus
HMNI Jawa Tengah Dikukuhkan, Perkuat Organisasi dan Perjuangkan Kesejahteraan Nelayan
Polda Lampung Ingatkan Orang Tua Awasi Anak, Waspadai Narkoba, Pinjol hingga Ajakan Huru-hara
Yonif 9 Marinir Brigif 4 Mar/BS Gelar Bedah Rumah Ibu Suryati di Desa Paya
Kehadiran Habib Rizieq di Malang Mendapat Penolakan Rakyat, PNIB : Jangan Bikin Gaduh Jatim dan Indonesia, Kami Akan Tolak dan Lawan Sampai Kiamat

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 18:17 WIB

Sodoran Tangan yang Ditepis: Sinyal Pengafkiran Gerbong Politik Jombang

Rabu, 2 September 2026 - 18:11 WIB

Anggaran Rp1,7 Miliar Menguap di Proyek GSG Tigaraksa, DTRB Kab. Tangerang Bungkam?

Rabu, 2 September 2026 - 18:07 WIB

Hukum Cuma Papan Nama? Tambang Diduga Ilegal Bebas Keruk Landskap Ciwandan Cilegon

Rabu, 2 September 2026 - 18:01 WIB

Monitoring MBG di SPPG Tiga Dara Majalengka, Danramil Pastikan Standar Kebersihan Terpenuhi

Rabu, 2 September 2026 - 17:55 WIB

SMAN 2 Abung Semuli Kembali Ukir Prestasi, Sejumlah Siswa Diterima di Perguruan Tinggi Negeri

Rabu, 2 September 2026 - 15:19 WIB

Mabes TNI dan Unsur Daerah Bersinergi Cegah Karhutla di Rokan Hilir

Rabu, 2 September 2026 - 15:05 WIB

Kodam XIX/Tuanku Tambusai Perkuat Persit, Dari Ketahanan Keluarga hingga Kemandirian UMKM

Rabu, 2 September 2026 - 14:51 WIB

Babinsa Plupuh Turun ke Sawah, Gulma Dibabat Demi Dongkrak Hasil Panen Padi

Berita Terbaru