Sodoran Tangan yang Ditepis: Sinyal Pengafkiran Gerbong Politik Jombang

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Rabu, 2 September 2026 - 18:17 WIB

5099 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Penulis Opini : Ir. Edi Supriadi

Nasionaldetik.com,—02 September 2026 Dalam panggung politik kekuasaan, gestur tidak pernah berbohong.
Ketika sodoran tangan Bupati Jombang diabaikan begitu saja oleh Presiden—yang justru memilih berbalik badan dalam penutupan Muktamar NU ke-35 di GSG PP Bahrul Ulum—publik tidak sedang menyaksikan kecelakaan protokol belakangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Publik sedang menonton sebuah adegan pengukuhan pengafkiran politik secara terbuka.

Sebagaimana disorot secara menohok oleh Pimred nasionaldetik.com, Ir. Edi Supriadi (Edi Uban), peristiwa itu bukan sekadar insiden dingin, melainkan pukulan telak yang meremukkan marwah kepemimpinan daerah.

Di hadapan para kiai, pimpinan pesantren, dan sorotan media nasional, insiden tersebut menegaskan satu hal: Bupati Jombang telah kehilangan tempat di lokomotif kekuasaan.

Ketika Harga Diri Kepemimpinan Murah di Rumah Sendiri
Jombang adalah tanah sakral politik keagamaan. Posisinya sebagai episentrum benteng tradisi pesantren menempatkan kepemimpinan daerah pada posisi tawar yang amat tinggi di tingkat nasional.

Namun, aksi balik badan Presiden di GSG Bahrul Ulum menyadarkan kita pada kenyataan yang getir: harga diri elite lokal Jombang runtuh hingga ke titik nadir, justru di rumahnya sendiri.

Pengabaian ini bukan kebetulan, melainkan pesan politik tanpa lisan yang amat telanjang:

Pengusiran secara Halus dari Ring Utuh Kekuasaan: Dalam bahasa kekuasaan, menolak berjabatan tangan adalah simbol putusnya saluran komunikasi dan tuntasnya masa toleransi.

Kehilangan Bargaining Position: Seorang kepala daerah membawa stempel perwakilan jutaan warga. Ketika ia diperlakukan bagai angin lalu oleh kepala negara, itu menandakan posisi tawar Jombang di tingkat pusat telah habis tak berbekas.

Analogi Gerbong Terbuang dan Penyesalan Tanpa Guna
Analogi gerbong kereta yang dilempar Edi Uban secara tepat menelanjangi kegagalan manuver politik di Jombang. Kereta politik nasional terus melaju kencang, sementara sang masinis tanpa ragu melepaskan pengait gerbong yang dianggap tidak lagi sejalan, membebankan, atau bahkan menjadi liabilitas.

Kini, sang bupati hanya bisa melempar senyum di hadapan publik—sebuah senyum canggung yang tak lagi mampu menyembunyikan penyesalan mendalam. Politik adalah arena yang dingin dan tidak ramah pada elite yang salah membaca arah angin.

Ketika kalkulasi politik meleset fatal, senyuman itu bukan lagi lambang ketenangan, melainkan topeng rapuh dari sebuah kematian karir politik yang perlahan.

Tamparan Keras untuk Elite Politik Jombang

Peristiwa di Bahrul Ulum harus menjadi otokritik yang membakar kesadaran seluruh publik dan elite daerah:

Pemimpin Tanpa Wibawa Kekuasaan: Kepemimpinan daerah yang hanya mengandalkan formalitas jabatan tanpa kepiawaian merawat strategic trust pusat hanya akan membawa daerah pada marginalisasi.

Pelajaran tentang Realitas Politik yang Kejam: Kekuasaan tidak pernah menghargai pengabdian setengah hati atau loyalitas semu. Sekali Anda dianggap tidak relevan, Anda akan ditinggalkan di stasiun mati tanpa kompromi.

Sodoran tangan yang bertepuk sebelah tangan itu mungkin hanya berlangsung beberapa detik, tetapi gaungnya telah merobohkan benteng gengsi politik Jombang.

Gerbong itu kini resmi terlepas, menyisakan derit rel dan kepulan asap penyesalan yang terlambat.

Pimred :Ir. Edi Supriadi

Berita Terkait

Ciptakan Rasa Aman , Babinsa Purwantoro Amankan Kejuaraan Voli
PROYEK JALAN LINGKUNGAN Rp189,76 JUTA DI LEBAKWANGI DISOROT
Bersama Rakyat Membangun Desa, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0206/Dairi Sulap Rumah Warga Sibongkaras
Dulu Berdinding Kayu Lapuk, Kini Mulai Berubah! Satgas TMMD ke-130 Rehab Rumah Parambut Berutu
Empat Hari TMMD ke-130 Kodim 0206/Dairi, Pembukaan Jalan Sibongkaras Capai 53 Persen
TMMD ke-130 Kodim 0206/Dairi, Penyiapan Badan Jalan Sibongkaras Capai 59,5 Persen
Tak Hanya Bangun Jalan, TMMD ke-130 Kodim 0206/Dairi Juga Rehab Rumah Warga Sibongkaras
TMMD ke-130 Tak Hanya Bangun Jalan, Lima Rumah Warga Sibongkaras Mulai Direhabilitasi

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:34 WIB

Ciptakan Rasa Aman , Babinsa Purwantoro Amankan Kejuaraan Voli

Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:23 WIB

PROYEK JALAN LINGKUNGAN Rp189,76 JUTA DI LEBAKWANGI DISOROT

Minggu, 18 Oktober 2026 - 12:15 WIB

Bersama Rakyat Membangun Desa, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0206/Dairi Sulap Rumah Warga Sibongkaras

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:56 WIB

Dulu Berdinding Kayu Lapuk, Kini Mulai Berubah! Satgas TMMD ke-130 Rehab Rumah Parambut Berutu

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:40 WIB

TMMD ke-130 Kodim 0206/Dairi, Penyiapan Badan Jalan Sibongkaras Capai 59,5 Persen

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:31 WIB

Tak Hanya Bangun Jalan, TMMD ke-130 Kodim 0206/Dairi Juga Rehab Rumah Warga Sibongkaras

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:23 WIB

TMMD ke-130 Tak Hanya Bangun Jalan, Lima Rumah Warga Sibongkaras Mulai Direhabilitasi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:03 WIB

Usut Dugaan PETI di Sekadau: Publik Desak Aparat Periksa PT, Kadus, dan IS (CS), Penegakan Hukum Harus Objektif

Berita Terbaru

NASIONAL

PROYEK JALAN LINGKUNGAN Rp189,76 JUTA DI LEBAKWANGI DISOROT

Minggu, 18 Okt 2026 - 17:23 WIB