Pesantren Darul Mukhlisin Aceh Tamiang Lumpuhkan Aktivitas Usai di Terjang Banjir Bandang

NUR KENNAN BR TARIGAN

- Redaksi

Rabu, 17 Desember 2025 - 01:25 WIB

50262 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tamiang, Nasionaldetik.com

Tumpukan gelondongan kayu yang terbawa banjir bandang masih memenuhi area Pondok Pesantren Darul Mukhlisin, Kabupaten Aceh Tamiang. Hingga kini, material kayu tersebut belum dibersihkan, menyebabkan lingkungan pesantren belum dapat difungsikan kembali secara normal.

Akibat kondisi tersebut, sebanyak 215 santri belum bisa kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar. Sejumlah bangunan dan fasilitas utama pesantren mengalami kerusakan cukup parah, mulai dari ruang belajar hingga sarana penunjang lainnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sejumlah bangunan dan fasilitas utama pondok pesantren rusak parah, sehingga aktivitas pendidikan terpaksa dihentikan sementara,” ujar Ahmadi, salah seorang korban banjir bandang Aceh Tamiang, Selasa (16/12/2025).

Ahmadi menjelaskan, meskipun sejumlah pejabat dari pemerintah pusat maupun daerah telah meninjau langsung lokasi terdampak, hingga saat ini proses pembersihan material banjir belum juga terealisasi.

“Kondisi ini membuat pihak pesantren dan para santri harus menunggu lebih lama untuk bisa kembali beraktivitas,” ucapnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa rumahnya turut hancur diterjang banjir bandang. Hampir seluruh rumah warga di sekitar lokasi mengalami kerusakan parah, bahkan sebagian hanyut terbawa arus.

“Hampir semua rumah rusak parah, bahkan hanyut. Kami sekarang tinggal di tenda pengungsian dan sangat kesulitan mendapatkan air bersih. Kami berharap pemerintah atau relawan bisa membantu penyediaan tenda agar kami bisa kembali tinggal di lokasi rumah kami,” kata Ahmadi.

Berdasarkan pantauan awak media di lokasi, area pesantren masih dipenuhi potongan kayu berukuran kecil hingga gelondongan besar yang menutupi sebagian bangunan. Kondisi ini dinilai membahayakan sekaligus menghambat proses pemulihan.

Pihak pesantren berharap pemerintah segera memberikan bantuan konkret, khususnya dalam pembersihan material banjir serta perbaikan fasilitas pesantren, agar kegiatan pendidikan dapat kembali berjalan seperti semula.

(Tim/Red)

Berita Terkait

*Dewan Bergerak! Dahnil Ginting dan Goju Ass Sumut Kepung Lokasi Bencana Aceh Tamiang Dengan Bantuan Tanpa Henti*
Dirut PTPN IV dan Direktur HK PTPN I Dampingi COO Danantara Tinjau Pembangunan Huntara di Aceh
Warga Aceh Terima Bantuan Relawan DPC EMCI Medan di Tengah Krisis Banjir

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 15:44 WIB

Hukum Tumpul ke Kiri, Tajam ke Kanan. Kasus Saling Lapor di Nias Menjadi Sorotan publik

Senin, 13 April 2026 - 16:55 WIB

Aksi Nyata PAC Pemuda Pancasila Pancur Batu, Perbaiki Jalan Berlubang Demi Keselamatan Warga

Senin, 13 April 2026 - 14:21 WIB

Fitnahan Tipu Gelap Terhadap GS ; Berita Tidak Mendasar dan Melanggar Kode Etik

Senin, 13 April 2026 - 13:56 WIB

Dinilai Tidak Objektif Dan Profesional, Para Penggugat Perkara Gugatan Kewarisan Akan Melaporkan Oknum Hakim Ke KY

Sabtu, 11 April 2026 - 20:12 WIB

Pasca Lebaran, Penumpang KA Siantar Ekspres Naik 17 Persen

Jumat, 10 April 2026 - 11:05 WIB

Pria 47 Tahun Ditemukan Tewas di Pajak Baru Sergai, Polisi Pastikan Tak Ada Tanda Kekerasan.

Jumat, 10 April 2026 - 11:02 WIB

Senjata Api Polres Sergai Diperiksa Propam Polda Sumut, Gudang Senpi Disorot.

Jumat, 10 April 2026 - 10:59 WIB

POLSEK PANCUR BATU, BERGERAK CEPAT,EVAKUASI TERHADAP BENCANA TANAH LONGSOR DI DESA SEMBAHE.

Berita Terbaru