Nasionaldetik.com,— 4 Februari 2026 Pemimpin Redaksi Nusantara Detik, Edi Uban, bertemu dengan Gubernur Jawa Tengah dalam sebuah diskusi santai untuk membahas peran krusial media massa di tengah gempuran era digital. Pertemuan ini berlangsung hangat di sela agenda makan siang di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.
Pemimpin Redaksi (Pimred) Nusantara Detik, Edi Uban, dan Gubernur Jawa Tengah.
Diskusi santai dan informal mengenai peran media massa, tantangan disrupsi digital, dan komitmen menjaga kualitas informasi publik.
Sebuah rumah makan di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.Rabu, 4 Februari 2026.
Untuk menyelaraskan visi antara media dan pemerintah dalam menghadapi banjir informasi, maraknya hoaks, serta meningkatkan literasi digital masyarakat.
Melalui dialog dua arah, kedua pihak sepakat bahwa media harus tetap menjaga etika jurnalistik (akurasi dan verifikasi) sebagai pilar keempat demokrasi, sementara pemerintah tetap terbuka terhadap kritik membangun demi penyempurnaan kebijakan publik.
Dalam kesempatan tersebut, Edi Uban menegaskan bahwa di tengah kecepatan arus media sosial, media siber memiliki tanggung jawab besar sebagai penjaga marwah informasi.
“Kecepatan memang penting, namun kebenaran dan verifikasi jauh lebih utama agar media tetap menjadi rujukan terpercaya bagi masyarakat,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Gubernur Jawa Tengah memberikan apresiasi terhadap peran media yang selama ini membantu penyampaian program pembangunan. Beliau menekankan bahwa pemerintah daerah membutuhkan media yang independen dan profesional sebagai jembatan aspirasi rakyat.
“Kami tidak anti-kritik. Kritik yang membangun dari media sangat kami butuhkan agar kebijakan publik dapat terus dievaluasi dan memberikan manfaat nyata bagi warga,” ungkap Gubernur.
Pertemuan ini ditutup dengan kesepakatan bersama untuk terus mendorong kolaborasi yang sehat antara insan pers dan pemerintah guna menciptakan ekosistem informasi yang cerdas, sehat, dan bebas dari provokasi.
Tim investigasi Redaksi







































