Panen Padi Protani, Korem 071/Wijayakusuma Sinergi dengan Unsoed Purwokerto Dukung Ketahanan Pangan Nasional

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Jumat, 17 Oktober 2025 - 17:03 WIB

50103 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nasionaldetik.com,– Pada Kamis, 16 Oktober 2025, di area persawahan Desa Nusajati, Kecamatan Sampang, Kabupaten Cilacap, dilaksanakan kegiatan Panen Padi Varietas Protani. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Korem 071/Wijayakusuma dan Universitas Jenderal Sudirman (Unsoed) di wilayah Kodim 0703/Cilacap.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Danrem 071/Wijayakusuma Kolonel Inf Lukman Hakim, M.Han, beserta Staf dan jajarannya, Guru Besar Unsoed Prof. Ir. Totok Agung Dwi Haryanto, M.P., Ph.D, serta sejumlah pejabat dari Polsek, pemerintah kecamatan, dan para penyuluh pertanian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Kelompok Tani Jaya, Bapak Kasiman, menjelaskan bahwa awal mula penanaman padi Protani di desanya berawal dari bantuan bibit sebanyak 25 kg dari Korem 071/WK.
“Alhamdulillah, bibit padi Protani ini kami tanam di lahan seluas sekitar satu hektar. Tanaman ini memiliki batang yang kokoh, akar kuat, dan hasil panennya melimpah. Dari perhitungan, hasilnya bisa mencapai 8,286 ton per hektar,” ujarnya.

Kasiman juga menyampaikan harapannya agar Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap terus memberikan bimbingan dan pendampingan bagi petani, sehingga hasil panen dapat meningkat dan turut mendukung program ketahanan pangan nasional. Ia menambahkan bahwa Kelompok Tani Jaya yang beranggotakan 43 orang masih menghadapi kendala diantaranya pada sistem irigasi dan berharap ke depan dapat memperoleh bantuan alat pertanian seperti combi, traktor, dan alat penyiang gulma.

Sementara itu, Prof. Totok Agung Dwi Haryanto dari Unsoed menjelaskan bahwa padi Protani merupakan varietas baru yang dikembangkan oleh Universitas Jenderal Sudirman dan telah resmi terdaftar di Kementerian Pertanian sejak tahun 2020.
“Dari laporan Ketua Kelompok Tani, hasil panen mencapai sekitar 8,3 ton per hektar. Ini hasil yang sangat baik. Padi Protani memiliki beberapa keunggulan seperti hasil produksi gabah yg tinggi, tahan terhadap kekeringan, dan memiliki kandungan protein yang lebih tinggi dari jenis Padi lainnya, sehingga cocok dikembangkan untuk mendukung upaya pencegahan stunting,” jelasnya.

Dalam sambutannya, Danrem 071/Wijayakusuma Kolonel Inf Lukman Hakim, M.Han, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah dan Unsoed atas dukungan dalam pengembangan varietas padi unggul ini.
“Padi Protani merupakan salah satu inovasi pertanian yang lahir pada tahun 2020. Melalui kegiatan percontohan (demplot) seluas satu hektar ini, kita bisa melihat hasil nyata dengan produktivitas sekitar 8,3 ton per hektar,” ujarnya.

Beliau juga menambahkan bahwa produktivitas padi dapat terus ditingkatkan melalui pengolahan tanah yang tepat dan penggunaan pupuk yang sesuai, termasuk penyeimbangan pH tanah dengan menggunakan kapur/dolomit.
“Harapan kami, bibit padi Protani ini dapat dikembangkan lebih luas agar mampu meningkatkan produktivitas pertanian, kesejahteraan petani, serta menjaga stabilitas harga pangan. Semua ini pada akhirnya akan memperkuat program swasembada pangan nasional,” tambahnya.

Kegiatan Panen Padi varietas Protani ini menjadi bukti nyata sinergi antara Korem 071/Wijayakusuma, Universitas Jenderal Sudirman, dan berbagai instansi terkait dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui inovasi dan pendampingan kepada para petani.

Tim Redaksi

Berita Terkait

Dewan Pers Tegaskan Media Tidak Wajib Terverifikasi, Pakar Hukum: Jangan Mudah Sebut “Media Abal-Abal”
Kades Mekar Jaya Terjepit: Usai Isu Ijazah Palsu, Kini Dilaporkan Atas Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Jual Beli Tanah
Pelayanan Tetap Optimal Selama Ramadan, PERUMDAM TKR Pastikan Distribusi Air Aman dan Lancar
KONYOL…!!Somasi Pers Keadilan Paksa Kadispora Kampar Terbitkan Edaran
Kenalan di TikTok, Motor JANDA dibawa Kabur oleh pria MOKONDO Mengurai Kasus yang Menghebohkan di Kota Makassar
Kapuas Hulu Berduka, 7 Orang Meninggal Dunia Tertimbun Longsor Peti
IWOI Kabupaten Tangerang Apresiasi Camat Rajeg dan Bupati Tangerang dalam Penanganan Banjir
Skandal “Papan Tulis Sultan” di Kota Tangerang: Dugaan Mark-Up Rp55 Miliar Menguap di Dinas Pendidikan?

Berita Terkait

Rabu, 11 Maret 2026 - 10:03 WIB

Manfaat Jalan TMMD Mulai Di Nikmati Warga Desa Gedong

Rabu, 11 Maret 2026 - 10:00 WIB

Tugu Prasasti TMMD Sudah Jadi, Siap Untuk Di Resmikan

Rabu, 11 Maret 2026 - 09:56 WIB

TMMD Resmi Di Tutup, Pos Kamling Pun Siap Di Pakai Warga

Rabu, 11 Maret 2026 - 09:53 WIB

Kadus Kandang: Kami Bangga Dengan Bapak Tentara

Rabu, 11 Maret 2026 - 09:51 WIB

Ini Respon Ibu – Ibu Warga Desa Gedong, Karena TNI Membangun Jalan Desanya

Rabu, 11 Maret 2026 - 09:46 WIB

Manfaat Jalan TMMD Mulai Di Nikmati Warga Desa Gedong

Rabu, 11 Maret 2026 - 09:43 WIB

Warga Desa Gedong, Berharap Ada Proyek Tambahan Di TMMD

Rabu, 11 Maret 2026 - 09:40 WIB

Jalan Bagus Berkat TMMD, Warga Gedong Langsung merasakan

Berita Terbaru

DAERAH

Manfaat Jalan TMMD Mulai Di Nikmati Warga Desa Gedong

Rabu, 11 Mar 2026 - 10:03 WIB

DAERAH

Tugu Prasasti TMMD Sudah Jadi, Siap Untuk Di Resmikan

Rabu, 11 Mar 2026 - 10:00 WIB