MALAM BERDARAH DI PEMKAB BEKASI: KPK KUNCI RUANG BUPATI, DIDUGA SARANG JARAH APBD AKHIRNYA DISERBU

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Jumat, 19 Desember 2025 - 05:34 WIB

50137 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nasionaldetik.com,— Kekuasaan runtuh dalam senyap. Kamis malam (18/12), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menusuk tepat ke jantung Pemerintah Kabupaten Bekasi. Ruang kerja Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang disegel, dua pintu dikunci negara, dan kekuasaan yang selama ini terasa kebal hukum mendadak lumpuh total.

Sekitar pukul 19.00 WIB, tiga penyidik KPK bermasker masuk ke Gedung Bupati Bekasi tanpa gembar-gembor. Mereka menunjukkan identitas, naik ke lantai dua, lalu menutup rapat pusat komando kekuasaan Bekasi dengan segel KPK. Operasi berlangsung singkat—sekitar 30 menit—namun cukup untuk membuat seluruh birokrasi Bekasi gemetar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tiga orang pakai masker semua, masuk menunjukkan identitas KPK,” ungkap petugas sekuriti gedung, mengutip Antara.

Setelah penyegelan, ketiga penyidik itu menghilang seperti bayangan, diduga keluar lewat jalur samping gedung yang terhubung dengan bangunan lain. Pola ini bukan kebetulan. Dalam banyak kasus besar, KPK bergerak senyap ketika bukti besar telah diamankan—dokumen, data digital, hingga jejak aliran uang.

Yang mencurigakan, tidak satu pun pejabat Pemkab Bekasi berani muncul memberi klarifikasi. Gedung pemerintahan berubah sunyi. Tak ada bantahan. Tak ada pembelaan. Diam total. Sebuah sikap yang justru mempertebal dugaan bahwa bau busuk kejahatan anggaran mulai tercium tajam.

Penyegelan ruang kerja bupati bukan tindakan simbolik. Ini adalah alarm merah bahwa KPK tengah membongkar dugaan praktik perampokan APBD, proyek titipan, fee gelap, dan jejaring oknum pejabat yang selama ini berlindung di balik jabatan dan seragam dinas.

Kecaman keras datang dari Ali Sofyan, Relawan Pembela Prabowo, yang menyebut momen ini sebagai awal runtuhnya kartel birokrasi di Bekasi.

> “Akhirnya oknum-oknum rampok yang ada di Pemkab Bekasi disidak KPK. Ini bukan sekadar segel pintu. Ini tanda bahwa negara mulai menyikat perampok uang rakyat yang selama ini bersembunyi di balik kekuasaan,” tegas Ali Sofyan.

 

Ali Sofyan menegaskan, publik tidak butuh drama hukum atau sandiwara penegakan aturan. Publik menuntut borgol. Ia mendesak KPK untuk menyapu bersih seluruh jaringan—dari pejabat OPD, makelar proyek, hingga pengusaha hitam—yang diduga ikut menjarah anggaran Bekasi.

Hingga berita ini diterbitkan, KPK masih menutup rapat informasi, namun satu pesan sudah sangat jelas:
ketika ruang kerja bupati disegel pada malam hari, itu bukan pemeriksaan biasa—itu deklarasi perang terhadap korupsi di daerah.

Bekasi kini berada di bawah sorotan nasional. Jika segel itu dibuka, sangat mungkin borgol yang keluar lebih dulu.
Dan bagi mereka yang selama ini merasa kebal hukum, malam itu adalah tanda: waktu pesta telah berakhir.

Tim Redaksi Prima

Berita Terkait

Ironi di Balik Gerbang Pemda Bekasi: Mahasiswa Adu Jotos dengan Petugas, Plt Bupati Lagi Asyik Makan Siang Bersama di Dalam Ruangan
KPK Didesak Segera Tetapkan Status Tersangka Terhadap Kepala Dinas Terkait Skandal “Ijon Proyek” di Kabupaten Bekasi
Dua Pelaku Mutilasi Pria dalam Freezer Kios Ayam di Bekasi Ditangkap, Polisi Buru Potongan Tubuh Korban
Kasus Dugaan Pengeroyokan di Sukawangi Dilaporkan ke Polres Metro Bekasi, Kuasa Hukum Desak Penangkapan Pelaku
Kata Bang Ata Lebaran Tahun Ini Ora Adil, Ia Soroti Ketimpangan Penegakan Hukum Kasus Korupsi Ijonan
IWO Indonesia Soroti Temuan LHP BPK 2024, Ada Selisih Puluhan Miliar di Perumda Tirta Bhagasasi dan Piutang Pajak Tak Berdokumen
SKANDAL “TIKUS” PROYEK BEKASI: ANGGARAN RP512 MILIAR JADI BANCAKAN, 23 PAKET PEKERJAAN DISUNAT!
KORUPSI BERJEMAAH DI WILAYA CIBERUSAH BEKASI BELUM DI TANGKAP POLISI ADA APA DENGAN APH…..???

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 19:15 WIB

Pastikan Tepat Sasaran, TNI Dampingi Penyaluran Pupuk bagi Petani

Sabtu, 18 April 2026 - 19:01 WIB

Tangkap Debt Collector (DC) : Diteror Akan Dibunuh, Wartawan Sekaligus Ketua PERWAST Melaporkan Kepolisi

Sabtu, 18 April 2026 - 18:13 WIB

Duka Mendalam Atas Wafatnya Sekertaris Jendral PWI Pusat Zulmansyah Sekedang.

Sabtu, 18 April 2026 - 17:59 WIB

LSM PKPB Resmi Laporkan Dugaan Ketidaktransparanan Dana Desa di Puluhan Desa ke BPK Banten dan Pusat

Jumat, 17 April 2026 - 23:27 WIB

Danrem 031/WB Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu, S.Sos.,M.Si.,M.Han Ziarah ke Makam Tokoh pembangunan Riau dan Tokoh Pengibar Bendera Pertama

Jumat, 17 April 2026 - 21:57 WIB

JMI Meminta APH Untuk segera Mengambil Langkah Hukum Terhadap Laporan Dugaan Pelanggaran di BGN

Jumat, 17 April 2026 - 19:40 WIB

PEMDES TOLISETUBONO DIDUGA LAKUKAN PEMBENARAN SEPIHAK: HAK JAWAB DIMUAT, TAPI TOLAK TUNJUKKAN BUKTI DOKUMEN SAAT DIKONFIRMASI

Jumat, 17 April 2026 - 15:34 WIB

Polsek Kulim Gelar Panen Raya Jagung Pipil di Tenayan Raya, “Dukung Ketahanan Pangan”.

Berita Terbaru