TULUNGAGUNG, Nasionaldetik.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai mengurai dugaan jaringan di balik Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menjerat Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo. Memasuki hari keenam penyidikan, perkara ini mengarah pada indikasi bahwa kasus tersebut tidak berdiri sendiri.
Sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung dipanggil dan diperiksa secara intensif pada Jumat (17/4/2026) di Ruang Prajamukti, Kantor Bupati Tulungagung.
Sejak pagi, aktivitas pejabat yang keluar-masuk ruang pemeriksaan terpantau cukup tinggi. Kondisi ini mengindikasikan bahwa penyidik tengah menyusun potongan informasi untuk mengungkap konstruksi perkara yang lebih luas.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Tulungagung, Achmad Mugiyono, menyampaikan bahwa KPK menerapkan pola pemeriksaan berlapis, mulai dari sesi bersama hingga pemeriksaan individu secara mendalam.
“Ada sesi bersama, kemudian dilanjutkan pemanggilan satu per satu. Masih ada OPD lain yang diperiksa karena kebutuhan pendalaman berbeda,” ujarnya.
Pola tersebut lazim digunakan untuk menguji konsistensi keterangan sekaligus menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam satu rangkaian peristiwa.
Di sisi lain, sejumlah pejabat memilih irit bicara usai menjalani pemeriksaan. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Tulungagung, Dwi Hari Subagyo, bahkan langsung meninggalkan lokasi tanpa memberikan keterangan kepada awak media.
Minimnya pernyataan dari para pejabat ini memperkuat dugaan bahwa penyidikan telah memasuki tahap sensitif, di mana setiap informasi dapat memengaruhi posisi hukum pihak-pihak terkait.
KPK saat ini juga fokus menelusuri aliran dana yang diduga menjadi inti perkara. Selain itu, penyidik tengah memetakan pola praktik yang terjadi, termasuk kemungkinan adanya pihak lain yang turut menikmati atau memfasilitasi dugaan tindak pidana korupsi tersebut.
Dalam OTT yang dilakukan pada 11 April 2026, KPK telah menetapkan Gatut Sunu Wibowo bersama ajudannya, Dwi Yoga Ambal, sebagai tersangka.
Hingga sore hari, proses pemeriksaan masih berlangsung tanpa jeda. Intensitas ini menjadi sinyal bahwa KPK tidak akan berhenti pada dua tersangka awal.
Dengan pola penyidikan yang terus berkembang, peluang munculnya tersangka baru pun dinilai semakin terbuka.
KPK menegaskan akan menuntaskan perkara ini hingga ke akar, sebagai bagian dari upaya membersihkan praktik korupsi di tubuh birokrasi daerah.
Reporter : Ev
Editor : Admin







































