Keselamatan Ratusan Murid MI Nurulhuda Terancam, Pemkab Karawang dan Kemenag Mandul Tanggapi Jeritan Pendidikan

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 19:37 WIB

50147 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nasionaldetik.com,— Kondisi memprihatinkan Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan TK Islam Nurulhuda di Dusun Tamiang, Desa Sindang Mulya, Kecamatan Kutawaluya, Karawang, bukan lagi sekadar laporan, melainkan bom waktu yang siap meledak di tengah proses belajar mengajar.

Dengan total sekitar 300 murid yang belajar di bawah ancaman bangunan rapuh, kelalaian struktural ini menjadi cerminan nyata dari kegagalan serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang dan Kementerian Agama (Kemenag) dalam memprioritaskan keselamatan dan kualitas pendidikan dasar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Krisis Keselamatan yang Diabaikan
Fakta bahwa kuda-kuda atap telah lapuk, plafon berlubang, dan bahkan ada ruang kelas yang harus ditopang oleh balok kayu darurat adalah bukti tak terbantahkan bahwa sekolah ini berada di ambang keruntuhan. Kekhawatiran warga dan Ketua Yayasan, Moh Zein Soperi S.Ag, bahwa bangunan bisa ambruk saat anak-anak berada di dalamnya adalah alarm bahaya yang seharusnya sudah direspons dengan tindakan cepat, bukan penundaan birokrasi.

Dimana Kehadiran Pemerintah Daerah?
Laporan Ketua Yayasan yang telah tiga kali mengajukan permohonan rehabilitasi ke Kemenag melalui kantor Depag Kabupaten Karawang, serta upaya pengajuan melalui Dewan Provinsi Jawa Barat, yang kesemuanya mandek tanpa tanggapan, menimbulkan pertanyaan krusial:

Apakah keselamatan 300 anak didik tidak dianggap penting oleh Pemkab Karawang?

Mengapa alokasi dana untuk perbaikan sarana pendidikan, terutama di lembaga keagamaan seperti MI, begitu sulit dicairkan?

Apakah kinerja Kantor Depag Kabupaten Karawang sudah memenuhi standar responsif terhadap kebutuhan pendidikan di lapangan?
Kasus MI Nurulhuda menunjukkan adanya jurang pemisah yang lebar antara retorika pemerintah mengenai “mutu pendidikan” dengan realitas infrastruktur di tingkat bawah. Ini adalah aib bagi Kabupaten Karawang yang seharusnya menjamin setiap warganya, termasuk para siswa MI dan TK Islam, mendapatkan hak belajar di lingkungan yang aman dan layak.

Pemerintah Kabupaten Karawang dan instansi terkait, terutama Dinas Pendidikan dan Kantor Kemenag Kabupaten Karawang, tidak bisa lagi menutup mata. Tidak ada alasan pembenaran atas penundaan yang mengancam nyawa anak-anak.

Segera Turun Tangan: Pemkab Karawang harus segera mengirimkan tim teknis untuk menilai kondisi bangunan dan mengalokasikan dana darurat untuk rehabilitasi total, atau setidaknya perbaikan struktural yang mendesak.

Audit Kinerja: Perlu dilakukan audit kinerja terhadap mekanisme pengajuan proposal bantuan rehab di Kemenag/Depag Karawang yang terbukti lamban dan tidak responsif.

Transparansi Anggaran: Pemerintah harus transparan mengenai alokasi anggaran untuk sarana prasarana pendidikan agar kasus serupa tidak terulang di masa depan.

Pendidikan yang layak dimulai dari ruang kelas yang aman. Kegagalan merespons krisis MI Nurulhuda adalah kegagalan moral dan struktural Pemerintah Kabupaten Karawang. Keselamatan 300 murid tidak bisa menunggu birokrasi yang berlarut-larut. Tindakan harus diambil sekarang, sebelum Karawang mencatat tragedi ambruknya sekolah.

Tim Redaksi HR

Berita Terkait

Kadisdik Merangin Panggil Kepala Sekolah SD Negeri 54 Terkait Dugaan Minim Absensi
Bandara Muara Bungo Dikepung PETI: Pemerintah dan APH Dituding “Buta dan Tuli” di Balik Bencana Merkuri
MERASA KEBAL HUKUM: Mafia Tambang Emas Ilegal di Gerbang Bandara Bungo Kebal Hukum, Kapolres Baru Ditantang Nyali!
“Sabu Bungo: “Tante” Terjaring, Mengapa Sang “Bandar Besar” Masih Melenggang Bebas?
Skandal “Kencing” BBM PT Elnusa Petrofin: Mafia Pal 5 Tembesi Kebal Hukum, Negara Dirugikan Miliran Rupiah
Alarm Untuk Merangin Baru: Demo di Kejari Merangin: Usut Dugaan Penyimpangan Proyek dan Pelanggaran Etik di Kejari.
Viral Seakan Kebal Hukum Dugaan Skandal Mafia Solar, Ketum Rambo Desak Polda Jambi Tangkap Inisial D
Kepala BPKAD Merangin Diperiksa Kejati Jambi Terkait Dugaan Korupsi Anggaran DPRD

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 00:08 WIB

Bupati Karo Hadiri Kegiatan KKI dan PI GBKP RG Batang Serangan di GBKP Desa Mburidi, Kecamatan Kutabuluh

Minggu, 19 April 2026 - 00:04 WIB

Pemkab Karo Turut Hadir Dalam Perayaan Hari Jadi Kabupaten Simalungun

Sabtu, 18 April 2026 - 22:22 WIB

Unik dan Humanis, Polsek Munte Persilakan Warga Gunakan Halaman Mapolsek untuk Resepsi Pernikahan

Sabtu, 18 April 2026 - 22:17 WIB

Satlantas Polres Karo Amankan Pawai Arak Cita Gemilang Yayasan Ad Dakwah Kabanjahe

Sabtu, 18 April 2026 - 22:11 WIB

Polsek Simpang Empat Amankan Pembukaan Jambore Cabang Karo XII Tahun 2026

Sabtu, 18 April 2026 - 22:05 WIB

Empat Pria Diciduk Unit 1 Satnarkoba Polres Karo, 75 Batang Ganja Ditemukan di Perladangan Karo

Sabtu, 18 April 2026 - 00:06 WIB

Bupati Karo Jadi Teladan dalam Gerakan Car Free Day, Dorong ASN dan Masyarakat Hemat Bahan Bakar

Jumat, 17 April 2026 - 23:59 WIB

Pemkab Karo Terapkan Car Free Day Menuju Kantor Bupati sebagai Upaya Penghematan Energi dan Tindak Lanjut Arahan Pemerintah Pusat

Berita Terbaru