‎Kelebihan Kapasitas dan Modifikasi Menu, Distribusi Makan Bergizi Gratis di Teluknaga Dievaluasi

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Rabu, 15 Juli 2026 - 07:34 WIB

5022 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


‎Nasionaldetik.com,— Banten, Distribusi logistik program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, terpaksa diubah.

‎Langkah tegas ini diambil setelah tim pengawas menemukan pelanggaran standar operasional prosedur (SOP), ketidaksesuaian standar kualitas makanan, serta kelebihan beban kapasitas produksi pada dapur umum pengelola.

‎Dikutib dari Targetberita.co.id Dugaan manipulasi mencuat pada pendistribusian menu MBG hari Selasa (19/5/2026).

‎Sajian yang diberikan kepada penerima manfaat dinilai tidak memenuhi standarisasi gizi.

‎Berdasarkan konfirmasi lapangan, laporan dokumentasi foto yang dikirimkan pengelola ke Kantor Pusat MBG terbukti berbeda jauh dengan menu riil yang diterima masyarakat.

‎Temuan ini memicu reaksi keras dari Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Kampung Melayu Timur, M. Jalaludin.

‎Ia mendesak pemerintah untuk menghentikan sementara program di wilayah tersebut akibat adanya pemotongan prosedur memasak yang membuat makanan menjadi tidak layak konsumsi.

‎”Kami meminta klarifikasi resmi terkait manipulasi menu MBG ini. Jika tidak ada konfirmasi mendalam, kami akan mendatangi Kantor MBG Pusat dan meneruskan laporan ini ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang,” ujar Jalaludin selaku perwakilan tokoh masyarakat.

‎Ia juga menyoroti adanya modifikasi menu yang menyimpang dari arahan pemerintah pusat.

‎Salah satunya adalah penggunaan menu telur dadar yang tidak direkomendasikan oleh Presiden karena rentan dimanipulasi dengan campuran tepung.

‎Menanggapi hal tersebut, Koordinator Lapangan MBG Teluknaga, Ade Rahman Hakim, menjelaskan bahwa pihak dapur umum awalnya mencoba berinovasi menyajikan menu “telur sate” seharga Rp. 15.000 dengan campuran daging dan sayuran, Jumat (12/6/2026).

‎Namun, menu tersebut membutuhkan empat tahapan proses yang rumit, meliputi pengukusan (steam), pemotongan, penusukan, hingga penggorengan.

‎Karena kejar tayang dan keterbatasan waktu, pihak dapur memotong tahapan baku tersebut.

‎”Akibatnya, hasil akhir makanan tidak sesuai dengan standar gizi dan prosedur yang telah ditetapkan. Koki dapur juga meracik sendiri saus tambahan menggunakan produk komersial yang tidak sesuai instruksi awal,” jelas Ade.

‎Beban Dapur Melebihi Kapasitas

‎Faktor utama kegagalan prosedur ini dipicu oleh beban kerja dapur yang melebihi kapasitas (overload).

‎Saat ini, total sasaran penerima manfaat di wilayah Teluknaga mencapai 3.446 anak yang tersebar di berbagai posyandu dan sekolah.

‎Sementara itu, kapasitas efektif dapur umum idealnya hanya 2.500 porsi per hari, namun dipaksakan memasak hingga lebih dari 3.000 porsi.

‎Pengelolaan program MBG di wilayah ini dipegang oleh Yayasan Bahari Indonesia Emas yang ditunjuk langsung oleh pemerintah pusat.

‎Menindaklanjuti kendala kapasitas ini, Ade menyatakan bahwa saat ini telah beroperasi 13 dapur umum, dan 15 dapur tambahan sedang dibangun untuk memperluas volume produksi di masa mendatang.

‎Mengenai pengelolaan anggaran, Ade merinci alokasi dana per porsi yang dibagi menjadi dua kategori operasional:

‎1. Paket Rp. 13.000 (Balita, TK, PAUD, hingga SD Kelas 3): Alokasi terdiri dari Rp. 8.000 untuk bahan baku, Rp. 2.000 untuk sewa fasilitas, dan Rp. 3.000 untuk biaya operasional.

‎2. Paket Rp. 15.000 (Siswa SD Kelas 4 hingga SMA, serta Ibu Hamil): Alokasi terdiri dari Rp. 10.000 untuk bahan baku, Rp. 2.000 untuk sewa fasilitas, dan Rp. 3.000 untuk biaya operasional.

‎Di sisi lain, fungsi pengawasan gizi juga disorot karena ahli gizi dari Puskesmas Teluknaga yang ditugaskan dilaporkan sangat jarang meninjau proses produksi di lapangan.

‎Warga dan penerima manfaat mendesak adanya evaluasi total agar realisasi di lapangan berjalan transparan dan sesuai dengan mutu yang dijanjikan.

‎Tim Redaksi

Berita Terkait

Silaturahim Putra Mahkota Kerajaan Gowa Bersama Rumpun Gallarrang Saumata Perkuat Komitmen Pelestarian Budaya
JOMBANG DARURAT EKONOMI DAN SOSIAL: Gus Blangkon dan Edi Uban Serukan Kritikan Tajam di “Warung Inspirasi”
Jaga Kamtibmas, Babinsa Koramil 05/PY Gelar Patroli Kolaborasi Bersama Masyarakat di Tiganderket
Darurat Polusi Jombang: LBHAM Tuntut Audit Lingkungan Menyeluruh, Independen, dan Transparan!
Densus 88 Polri dan Dinas Pendidikan Aceh Perkuat Sinergi Cegah Penyebaran Paham IRET di Lingkungan Sekolah
Mukhlis Basri Sambangi Keluarga Siswa Kembar Asal Krui yang Lolos UI, Beri Dukungan di Perantauan
Babinsa Sambangi Kios Pupuk UD Buah Tani, Cek Stok Pupuk Subsidi
Jembatan Nyaris Rampung, Harapan Petani Pakpak Bharat Kembali Terhubung Lewat Karya Bakti TNI

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 16:16 WIB

Diduga Sekap dan Aniaya Kekasih hingga Luka Parah, Keluarga Korban Lapor ke Polres Metro Bekasi

Minggu, 12 Juli 2026 - 15:56 WIB

Babinsa Wanajaya Berjibaku Jinakkan Api, Kebakaran Lahan 2 Hektare di Kasokandel Berhasil Dipadamkan

Sabtu, 11 Juli 2026 - 19:52 WIB

Junjung Tinggi Sportivitas, Kasdim 0617/Majalengka Hadiri Pembukaan Kapolres Cup Festival Anak Desa U-9 dan U-11 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 - 02:00 WIB

Prof. Dr. Sutan Nasomal: Hoaks Wartawan Tanpa UKW Bisa Dipidana, PWI Kab. Bogor Harus Tanggung Jawab

Jumat, 10 Juli 2026 - 18:24 WIB

Danramil Dawuan Terjun Langsung Tangani Kebakaran Kandang Ayam di Kasokandel, Kerugian Ditaksir Rp500 Juta

Jumat, 10 Juli 2026 - 18:19 WIB

Dandim Cup 2026 Resmi Kick Off, Kodim 0607 Kota Sukabumi Dorong Lahirnya Atlet Berprestasi

Jumat, 10 Juli 2026 - 16:00 WIB

Berperan Aktif, Babinsa Koramil 1710/Leuwimunding Hadiri Musyawarah Pencegahan dan Penurunan Stunting di Desa Rajawangi

Jumat, 10 Juli 2026 - 10:24 WIB

Perkuat Sinergitas, Danramil 1701/Majalengka Hadiri Rakor Bersama TNI-Polri dan Instansi Vertikal Jaga Kondusivitas Wilayah

Berita Terbaru