Penulis Opini: Edi uban & Gus Faiz
Nasionaldetik.com, – 14 Juli 2026 Sebuah pertemuan kritis dan penuh keprihatinan terjadi hari ini di Warung Kopi AL-AMIN yang ikonik di Sentul, Kecamatan Tembelang, Jombang. Pertemuan “Ngopi Bersama” ini dihadiri oleh tokoh masyarakat terkemuka, Gus Faiz, yang akrab disapa Gus Blangkon (Ketua LBHAM), dan Ir. Edi Supriadi, yang dikenal sebagai Edi Uban (Insinyur senior dan Pengamat Sosial).
Diskusi mendalam ini, yang diabadikan dalam dokumentasi visual , mengangkat keprihatinan mendalam atas kondisi terkini Kabupaten Jombang yang dinilai sangat memperprihatinkan, dengan gejolak masyarakat yang kian meluas dan kemerosotan ekonomi yang mematikan.
“Keterpurukan ini Bukan Kebetulan, Ini Kegagalan Sistemik”
Dalam diskusi yang tajam dan tak kenal kompromi, Gus Blangkon menyuarakan kegelisahan hati rakyat. “Apa yang kita saksikan di Jombang hari ini bukanlah kebetulan. Ini adalah hasil dari kegagalan sistemik dan kurangnya visi kepemimpinan. Gejolak masyarakat yang semakin parah adalah puncak gunung es dari keputusasaan yang tidak didengar. Kita tidak bisa lagi menutup mata,” tegas Gus Blangkon, sambil menunjuk ke luar jendela yang penuh bunga kuning di sebagai kontras visual dari realitas yang suram di luar.
Edi Uban, dengan nada suara yang penuh emosi namun penuh analisis, memaparkan data dan fakta. “Ekonomi kita Puruk. UMKM, yang seharusnya menjadi tulang punggung, sekarang mati seperti hewan yang terkena penyakit yang tak tertolong. Penjangkauan dan dukungan pemerintah terhadap UMKM hanya sebatas slogan. Ini adalah pembiaran yang kejam. Kami melihat ketiadaan kebijakan pro-rakyat yang nyata.”
Warung Inspirasi: Panggung untuk Kebenaran
Warung Kopi AL-AMIN dipilih secara sengaja sebagai lokasi diskusi karena warung ini bukan sekadar tempat minum kopi, melainkan “Warung Inspirasi” bagi masyarakat Sentul. Pertemuan ini bertujuan untuk memberikan kejelasan dan dorongan kepada masyarakat untuk bangkit dan menuntut akuntabilitas dari pemimpin mereka. “Kami harus memberikan inspirasi untuk bertindak, bukan hanya merenung,” tambah Gus Blangkon.
Seruan Aksi dan Tuntutan Kritikan
Gus Blangkon dan Edi Uban secara tegas menuntut pemerintahan Kabupaten Jombang untuk:
1. Mengakui Krisis: Pemerintah harus segera mengakui adanya krisis ekonomi dan sosial yang mendalam di Jombang, tanpa menyembunyikan realitas.
2. Rencana Pemulihan UMKM Segera: Diperlukan paket bantuan ekonomi yang konkret, terukur, dan transparan untuk UMKM yang sedang sekarat, bukan hanya janji-janji tanpa realisasi.
3. Dialog Terbuka:Pemimpin daerah harus keluar dari zona nyaman dan berdialog langsung dengan masyarakat yang terdampak, bukan hanya dengan elit politik.
4. Akuntabilitas Kebijakan: Peninjauan kembali semua kebijakan ekonomi yang tidak efektif dan penggantian pejabat yang tidak kompeten dalam menangani krisis.
Pertemuan ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk terus menyuarakan kebenaran dan menjadi penyambung lidah masyarakat yang tertindas.
“Jika pemerintah tidak bertindak, maka masyarakat harus bertindak sebagai pengawas yang paling tajam. Dan dari sinilah, di Warung Kopi AL-AMIN, perlawanan pemikiran itu dimulai,” tutup Gus Blangkon.
Tim Redaksi

























