Gubernur Ahmad Luthfi Instruksikan Percepatan Penanganan Menyeluruh hingga Pemulihan Bencana Pemalang

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Jumat, 30 Januari 2026 - 16:46 WIB

50134 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemalang, nasionaldetik.com

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan penanganan bencana banjir dan tanah longsor di Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan, tidak hanya pada fase tanggap darurat, tetapi hingga pemulihan kehidupan masyarakat terdampak.

Penegasan itu disampaikan Ahmad Luthfi saat meninjau langsung tindak lanjut penanganan bencana di Kecamatan Pulosari, Jumat, 30 Januari 2026. Dalam pengecekan di lapangan tersebut, Gubernur memberikan arahan kepada jajaran pemerintah daerah agar penanganan pascabencana dilakukan secara komprehensif dan terintegrasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Hari ini kita memastikan seluruh masyarakat terdampak tertangani secara clear dan paripurna,” ujar Ahmad Luthfi usai memberikan arahan di Kantor Kecamatan Pulosari dan meninjau lokasi terdampak di Desa Penakir.

Ia menjelaskan, sejak Bupati Pemalang menetapkan status darurat bencana, penanganan telah dilakukan secara holistik. Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) serta pemangku kepentingan terkait, mulai dari tingkat kabupaten, provinsi hingga pemerintah pusat, telah turun tangan sesuai dengan bidang masing-masing.

Dalam arahannya, Ahmad Luthfi menekankan sejumlah aspek krusial yang harus menjadi perhatian utama, mulai dari penanganan pengungsi, kelangsungan pendidikan, layanan kesehatan, penyediaan hunian sementara hingga hunian tetap, serta percepatan perbaikan sarana dan prasarana umum.

Berdasarkan data sementara, bencana di Kecamatan Pulosari berdampak pada 813 kepala keluarga atau 2.777 jiwa yang harus mengungsi. Selain itu, tercatat sekitar 80 rumah mengalami kerusakan, 78 bidang lahan terdampak, serta belasan jembatan mengalami kerusakan.

“Sehingga masyarakat yang betul-betul terdampak terbantu secara maksimal. Yang paling penting bukan hanya hari ini, tetapi bagaimana masyarakat ke depan bisa bangkit kembali,” tegasnya.

Untuk itu, Ahmad Luthfi meminta pendataan korban dilakukan secara rinci dan akurat dengan sistem by name by address. Pendataan tersebut mencakup kerusakan rumah, lahan pertanian, barang berharga, hingga hewan ternak, sebagai dasar penyaluran bantuan dan program pemulihan sosial ekonomi.

“Sawah yang tergenang akan diajukan sebagai gagal panen agar bisa diklaim melalui asuransi,” katanya didampingi Bupati Pemalang Anom Widiyantoro.

Di sektor pendidikan, Ahmad Luthfi menginstruksikan Dinas Pendidikan menyiapkan tempat belajar sementara bagi anak-anak pengungsi, sekaligus menugaskan guru-guru untuk mendampingi proses belajar di lokasi pengungsian. Sementara di bidang kesehatan, ia meminta pemeriksaan kesehatan dilakukan secara rutin, serta memastikan rujukan cepat ke rumah sakit terdekat apabila ditemukan kondisi darurat.

Langkah-langkah tersebut, menurut Ahmad Luthfi, menjadi bagian dari upaya memastikan masyarakat terdampak tidak hanya selamat dari bencana, tetapi juga mampu pulih dan kembali menjalani kehidupan secara layak.

Mrs.

Berita Terkait

Rutan Ambon Akhiri Program Magang HUB Batch II Dengan Apresiasi
Pembina DPD IWO-IKabtang Monitor Sampah yang Menggunung; Mencerminkan Lemahnya Rensponsip Pemerintah.
Lepas Control Peredaran Rokok Ilegal di Pekanbaru, Ketua DPC GRIB Berikan Sorotan Tajam Kinerja Kepala Bea Cukai
Apresiasi Tinggi Kinerja Sat Reskrim Polres Tanggamus, Lpakn RI Projamin Dan Forum Wartawan Limau Bersatu: Kinerja Gemilang Dalam Pemberantasan Kejahatan
Aset Disita Paksa, PT Citra Aryaguna dan Elisabeth Louise Coreta Tak Berkutik Pasca-Putusan Inkrah MA
Bakti Sosial IPeKB Provinsi Banten Tahun 2026 Salurkan Bantuan GENTING bagi Keluarga Berisiko Stunting di Kecamatan Balaraja
Satu Tahun Zakiyah–Najib, 3.118 Siswa dan 253 Guru Terima Beasiswa
Kabag SDM Polres Tulungagung Monitoring Tanaman Jagung di Desa Bendungan*

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 16:50 WIB

Dandim 0617/Majalengka Pimpin Langsung Upacara Bendera di Makodim, Suasana Khidmat dan Penuh Makna

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:42 WIB

Persit KCK Cabang XXVIII Kodim 0617/Majalengka Gelar Olahraga Bersama, Perkuat Soliditas dan Kebugaran Keluarga Besar TNI

Rabu, 20 Mei 2026 - 13:02 WIB

Peringatan Harkitnas ke-118 di Majalengka: Kasdim Bacakan Amanat Menkomdigi soal Larangan Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun

Senin, 18 Mei 2026 - 09:51 WIB

SKANDAL APERATUR DESA PEMASOK SABUN CAIR BERACUN: Industri Kosmetik Ilegal di Majalengka Gurita ke Distributor MBG, APH Membisu?

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:39 WIB

Dandim 0617/Majalengka Hadiri Peresmian Operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Melalui Vicon

Sabtu, 16 Mei 2026 - 12:58 WIB

SND Perangkat Desa Mindi, Diduga Pasok Sabun Tanpa Izin Edar ke Program MBG: Keselamatan Anak Sekolah Terancam!

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:44 WIB

Bobroknya Tata Kelola Anggaran Majalengka: Pertemuan Tokoh Kritik Keras Pejabat yang Hanya Pentingkan Proyek “Bagi-Bagi Jatah”

Rabu, 13 Mei 2026 - 08:40 WIB

Skandal Sabun Ilegal “Mindi”: Produksi Kosan, Tanpa Izin BPOM, Hingga Dugaan Kongkalikong dengan Oknum Desa

Berita Terbaru