Tanggamus, Lampung // Nasional detik.com –Temuan di lapangan oleh tim gabungan awak media dan LPKAN PROJAMIN RI Tanggamus mengungkapkan sebuah kontruksi yang bukan hanya cacat, tetapi berpotensi menjadi bencana sia-sia yang mengancam keselamatan warga dan uang negara.
Dalam pantauan mendalam, kejanggalan pada proyek yang dikerjakan oleh CV. Baragalu Sentosa dan di bawah tanggung jawab Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Lampung ini sungguh membuat geleng-geleng kepala:
Bronjong “Oplosan”: Mayoritas bangunan bronjong penahan arus air ditemukan terisi dengan material batu berukuran kecil (kerikil), jauh dari standar teknis yang harusnya menggunakan batu berdiameter besar. Kontruksi ‘oplosan’ ini dikhawatirkan akan mudah jebol dan ambrol saat Way Manak meluapkan amarahnya.
Dinding Beton ‘Rapuh’: Bangunan dinding tembok cor sebagai penahan utama hantaman air juga dinilai memiliki kualitas beton yang sangat rapuh dan di bawah standar. Kekerasan fisik betonnya mengindikasikan campuran material yang ‘ringkih’ menjadikannya rawan runtuh dan tak mampu menahan tekanan banjir.
Ini bukan sekadar kesalahan teknis biasa! Ini adalah indikasi kuat pelemahan kualitas yang berujung pada ancaman rusaknya infrastruktur vital yang dibayar mahal oleh uang rakyat.
Saat dikonfirmasi, Pengawas Lapangan dari pihak kontraktor buru-buru mengakui adanya kecacatan, bahkan mengirimkan video seolah-olah perbaikan sedang dilakukan.
”Izin bang kebetulan tadi saya memang tidak ada di lapangan, setelah saya cek tadi siang jadi ternyata memang ada batu yang berdiameter kecil jadi saya perintahkan pekerja untuk membongkarnya dan mengganti dengan batu yang berdiameter besar,” jawab pengawas, melalui pesan singkat WhatsApp.
Pengakuan ini, meskipun terdengar kooperatif, justru meninggalkan pertanyaan besar: Apakah hanya sebagian kecil yang diperbaiki, sementara mayoritas kontruksi bronjong sudah terlanjur ‘rusak’ dengan isian batu kecil? Bisakah janji perbaikan sesaat ini menjamin seluruh bangunan senilai Rp 2,3 Miliar itu akan memenuhi standar?
Tim awak media dan LSM LPKAN PROJAMIN RI Tanggamus menegaskan akan mengawal ketat proyek ini hingga tuntas.
Dinas PSDA Provinsi Lampung tidak boleh tutup mata! Pihak yang berwenang diwajibkan segera turun tangan, melakukan audit total dan kaji ulang terhadap seluruh bangunan tanggul di Way Manak. Jangan biarkan miliaran uang negara ini hanyut menjadi sia-sia karena keserakahan segelintir oknum.
Jika terbukti ada kesengajaan dalam pengurangan volume dan kualitas material, maka tidak ada kata lain: Kontraktor dan oknum terkait di instansi harus diseret ke ranah hukum! Jangan jadikan Way Manak sebagai kuburan uang rakyat yang berujung pada penderitaan masyarakat saat banjir tiba!
Tim/red.







































