Diduga Ada Upaya Menggagalkan Aksi Damai di Rumah Dinas Kapolda Sumut, Sopir Sound System Mengaku Diancam Akan Ditangkap

Nur Kennan Br Tarigan

- Redaksi

Kamis, 16 Juli 2026 - 08:40 WIB

5033 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan, Nasionaldetik.com

Dugaan adanya upaya menghambat pelaksanaan aksi damai di sekitar Rumah Dinas Kapolda Sumatera Utara mencuat setelah penyelenggara aksi mengaku mengalami kendala dalam mobilisasi perlengkapan demonstrasi.

Menurut keterangan penyelenggara, seorang sopir yang dijadwalkan mengangkut peralatan sound system menuju lokasi aksi pada Rabu (15/7/2026) mendadak membatalkan pekerjaannya di tengah perjalanan.

Penyelenggara aksi menyebut keputusan tersebut diambil setelah sopir mengaku menerima ancaman dari seseorang yang disebut sebagai oknum petugas.

Menurut pengakuan sopir kepada penyelenggara, ia diingatkan bahwa dirinya bersama kendaraan yang digunakan berpotensi diamankan apabila tetap mengantarkan peralatan sound system ke lokasi aksi.

Akibat pengakuan tersebut, sopir memutuskan tidak melanjutkan perjalanan karena mengaku khawatir terhadap konsekuensi yang disampaikan kepadanya.

Kondisi itu, menurut penyelenggara, mengganggu persiapan teknis pelaksanaan aksi damai yang telah direncanakan.

Penyelenggara juga menyatakan telah menyampaikan surat pemberitahuan aksi kepada pihak kepolisian. Dalam surat tersebut, menurut mereka, telah dicantumkan rencana pelaksanaan aksi di tiga titik berbeda.

Mereka juga berpendapat penggunaan kendaraan bak terbuka untuk mengangkut alat pengeras suara merupakan hal yang lazim dalam kegiatan penyampaian pendapat di muka umum.

Pernyataan mengenai adanya ancaman terhadap sopir, dugaan keterlibatan oknum petugas, maupun dampaknya terhadap pelaksanaan aksi sepenuhnya merupakan keterangan dari pihak penyelenggara dan belum dapat diverifikasi secara independen.

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari Polrestabes Medan maupun Polda Sumatera Utara mengenai dugaan intimidasi terhadap sopir pengangkut sound system maupun mekanisme pengamanan yang diterapkan pada aksi tersebut.

Redaksi membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada Polda Sumatera Utara, Polrestabes Medan, serta pihak-pihak terkait guna memberikan penjelasan atas informasi yang disampaikan dalam pemberitaan ini, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

(Red/Tim)

Berita Terkait

Kodim Gelar Nobar Bersama Masyarakat Semi Final Argentina Vs Inggris
Jefri Alfachriansyah Soroti Dugaan PT Tambang Matarape Sejahtera Belum Melakukan Sosialisasi kepada Masyarakat Lingkar Tambang di Konawe Utara
MEMBONGKAR APATISME BIROKRASI DAN MAFIA PUPUK JOMBANG
Kekacauan Penagihan Retribusi Pasar dan Salah Sasaran Tarif Kebersihan, Yang Secara Akumulatif Menelan Potensi Kerugian Negara Hingga Lebih Dari Rp19,9 Miliar.
Zulya Purmadi Team BKO DPP LSM Laskar NKRI Soroti RS Kartini Diduga Gunakan Sempadan Sungai Untuk Lahan Parkir Komersil
Restorative Justice atau Kompromi Terpaksa? Di Balik Bebasnya Dua Warga Sintang dari Jerat Hukum PT BSL
Pengguna Jalan Keluhkan Aksi Unras Ilegal Yang Dipimpin Istri DPO LS, Sebabkan Kemacetan Hampir 1 Km
Ketua Porwatu Banten ,Soroti Dugaan Pemanfaatan Sempadan Sungai sebagai Parkir Komersial RS Swasta, Minta Pemerintah Tegakkan Regulasi

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 10:33 WIB

Kodim Gelar Nobar Bersama Masyarakat Semi Final Argentina Vs Inggris

Kamis, 16 Juli 2026 - 08:40 WIB

Diduga Ada Upaya Menggagalkan Aksi Damai di Rumah Dinas Kapolda Sumut, Sopir Sound System Mengaku Diancam Akan Ditangkap

Kamis, 16 Juli 2026 - 08:19 WIB

Jefri Alfachriansyah Soroti Dugaan PT Tambang Matarape Sejahtera Belum Melakukan Sosialisasi kepada Masyarakat Lingkar Tambang di Konawe Utara

Kamis, 16 Juli 2026 - 08:08 WIB

MEMBONGKAR APATISME BIROKRASI DAN MAFIA PUPUK JOMBANG

Kamis, 16 Juli 2026 - 07:42 WIB

Kekacauan Penagihan Retribusi Pasar dan Salah Sasaran Tarif Kebersihan, Yang Secara Akumulatif Menelan Potensi Kerugian Negara Hingga Lebih Dari Rp19,9 Miliar.

Kamis, 16 Juli 2026 - 01:43 WIB

Restorative Justice atau Kompromi Terpaksa? Di Balik Bebasnya Dua Warga Sintang dari Jerat Hukum PT BSL

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:50 WIB

Pengguna Jalan Keluhkan Aksi Unras Ilegal Yang Dipimpin Istri DPO LS, Sebabkan Kemacetan Hampir 1 Km

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:45 WIB

Ketua Porwatu Banten ,Soroti Dugaan Pemanfaatan Sempadan Sungai sebagai Parkir Komersial RS Swasta, Minta Pemerintah Tegakkan Regulasi

Berita Terbaru

NASIONAL

MEMBONGKAR APATISME BIROKRASI DAN MAFIA PUPUK JOMBANG

Kamis, 16 Jul 2026 - 08:08 WIB