BEM PTNU : PT ANTAM Pongkor Harus Dievaluasi: Keselamatan Rakyat, Kelestarian Lingkungan, dan Keadilan Sosial Tidak Boleh Dikorbankan.

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:10 WIB

5071 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nasionaldetik.com,— 05 Juli 2026
Lembaga Ekonomi Kreatif dan Sociopreneur BEM PTNU Se-Nusantara melalui Sekretaris Direktur Ekonomi Kreatif Muhamad Fathur Rozaq, menyampaikan keprihatinan dan perhatian serius terhadap berbagai persoalan yang terus dikeluhkan masyarakat di sekitar wilayah operasional PT ANTAM UBPE Pongkor, Kabupaten Bogor. Berbagai laporan dan pemberitaan yang berkembang menunjukkan adanya keresahan masyarakat yang tidak boleh dipandang sebagai persoalan biasa, melainkan sebagai peringatan bahwa tata kelola pertambangan harus dievaluasi secara menyeluruh.

Selama puluhan tahun beroperasi dari tahun 1994 kehadiran aktivitas pertambangan seharusnya mampu menghadirkan kesejahteraan yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar. Namun, berbagai persoalan yang muncul justru menimbulkan pertanyaan besar mengenai sejauh mana manfaat tersebut benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami memandang bahwa berbagai aspirasi masyarakat mengenai aspek keselamatan, pengelolaan lingkungan, transparansi informasi, hingga efektivitas program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) perlu dijawab melalui langkah-langkah yang terbuka, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan. ” ujar fathur

BEM PTNU Se-Nusantara menegaskan bahwa sumber daya alam Indonesia harus dikelola sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat sebagaimana diamanatkan oleh Pasal 33 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Tidak boleh ada masyarakat yang hidup dalam bayang-bayang ketakutan, kerusakan lingkungan, dan ketidakadilan di tengah melimpahnya kekayaan alam yang seharusnya menjadi sumber kesejahteraan bersama.
Kejadian seperti kepulan asap di kawasan operasional tambang serta berbagai insiden yang pernah terjadi di wilayah pertambangan meninggalkan trauma psikologis bagi sebagian masyarakat. Rasa aman merupakan hak dasar setiap warga negara yang tidak boleh dikorbankan atas nama aktivitas industri.

Oleh karenanya, Lembaga Ekonomi Kreatif dan Sociopreneur BEM PTNU Se-Nusantara mendesak PT ANTAM UBPE Pongkor untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem operasional, pengelolaan lingkungan, mekanisme mitigasi risiko, pelaksanaan program CSR, serta dengan adanya dugaan jual beli jam kepada penambang diluar antam yang dapat menimbulakan kerugian bagi negara. Kami juga meminta adanya keterbukaan informasi kepada publik mengenai langkah-langkah perbaikan yang telah dan akan dilakukan agar kepercayaan masyarakat dapat dipulihkan.

“Kami berharap PT ANTAM UBPE Pongkor segera membuka ruang dialog yang transparan, melakukan evaluasi secara menyeluruh, dan menyampaikan langkah-langkah perbaikan kepada publik. Apabila aspirasi masyarakat tidak memperoleh respons yang konkret, kami akan mengawal persoalan ini melalui jalur konstitusional, mulai dari audiensi hingga aksi penyampaian pendapat di muka umum sebagai bentuk kontrol sosial yang bertanggung jawab.”tegasnya

Sambungnya, “BEM PTNU Se-Nusantara tidak menolak investasi ataupun kegiatan pertambangan yang taat terhadap hukum dan prinsip keberlanjutan. Namun, kami menegaskan bahwa tidak boleh ada keuntungan ekonomi yang dibangun dengan mengorbankan keselamatan masyarakat, merusak lingkungan, atau mengabaikan hak-hak warga di sekitar wilayah operasional.” tutupnya.

Tim Redaksi

Berita Terkait

Pimred Ir. Edi Supriadi Tuntut Penegakan Etika Pers: Oknum Media Diduga Tebar Informasi Bohong tanpa Prinsip 5W+1H
Stunting, ODGJ hingga Rabies Jadi Sorotan, Pelda Supriyadi Dorong Sinergi Lintas Sektor
Patroli ke Desa Binaan, Babinsa Tigalingga Turun Tangan Bantu Warga Pasang Pagar Sekolah
Perkuat Deteksi Dini, TNI-Polri Jalin Komunikasi Bersama Mitra Karib di Parongil
Pasis Dikreg Seskoad LXVIII Sosialisasikan Pencegahan Karhutla Bersama UAS
Kapolres Pasuruan Mangkir RDP, Koorwil BEM PTNU Jatim Kawal Ketat dan Desak Transparansi Polda Jatim Atas Tragedi Beji
*Turun ke Titik Kritis Singkawang, Dansesko TNI Pantau Aksi Pasis Dikreg LVI dan Dorong Kolaborasi Antar-Lembaga Atasi Karhutla*
*Terjun ke Karang Bintang, Tim Mabes TNI Edukasi Warga Dampak Kesehatan Ekonomi Karhutla*

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 22:51 WIB

Pimred Ir. Edi Supriadi Tuntut Penegakan Etika Pers: Oknum Media Diduga Tebar Informasi Bohong tanpa Prinsip 5W+1H

Rabu, 2 September 2026 - 22:44 WIB

Stunting, ODGJ hingga Rabies Jadi Sorotan, Pelda Supriyadi Dorong Sinergi Lintas Sektor

Rabu, 2 September 2026 - 21:55 WIB

Patroli ke Desa Binaan, Babinsa Tigalingga Turun Tangan Bantu Warga Pasang Pagar Sekolah

Rabu, 2 September 2026 - 21:48 WIB

Perkuat Deteksi Dini, TNI-Polri Jalin Komunikasi Bersama Mitra Karib di Parongil

Rabu, 2 September 2026 - 21:35 WIB

Pasis Dikreg Seskoad LXVIII Sosialisasikan Pencegahan Karhutla Bersama UAS

Rabu, 2 September 2026 - 21:20 WIB

*Turun ke Titik Kritis Singkawang, Dansesko TNI Pantau Aksi Pasis Dikreg LVI dan Dorong Kolaborasi Antar-Lembaga Atasi Karhutla*

Rabu, 2 September 2026 - 21:04 WIB

*Terjun ke Karang Bintang, Tim Mabes TNI Edukasi Warga Dampak Kesehatan Ekonomi Karhutla*

Rabu, 2 September 2026 - 20:18 WIB

MENJAGA INTEGRITAS DARI GERBANG SELEKSI, WASDAL SPERSAL HADIR DI KODAERAL I ‎

Berita Terbaru