MEMBACA ARAH POLITIK KIAI MAKRUF AMIN DAN KIAI IMAM JAZULI MENJELANG MUKTAMAR NU KE-35

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:03 WIB

5075 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nasionaldetik.com,— 05 Juli 2026
Menjelang muktamar Nahdlatul Ulama ke-35, berbagai aktivitas para tokohnya selalu dibaca sebagai kegiatan untuk menghasilkan pesan khusus.

Termasuk pertemuan kedua tokoh NU ini: Kiai Makruf Amin dan Kiai Imjaz di Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon yang berlangsung tiga jam pada Sabtu (4/7/26) kemarin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam keterangannya, Kiai Imam Jazuli menyampaikan kesyukuran luar biasa atas kehadiran Kiai Makruf. “Al-hamdulillah, untuk yang ke-4 kalinya Kiai Makruf berkunjung ke Pesantren Bina Insan Mulia.”

Terkait isu-isu yang dibahas, Kiai Imam menyampaikan, “Kami selalu membahas tentang dunia pesantren, partisipasi politik NU dalam pembangunan Indonesia, dan perkembangan mutakhir politik nasional.”

Mengenai dinamika PBNU menjelang muktamar, Kiai Imam menyatakan bahwa pertemuannya dengan Abah Makruf membincangkan secara khusus dari A-Z. Salah satunya adalah pembahasan mengenai Peraturan Perkumpulan Nahdlatul Ulama Nomor 2 Tahun 2023 tentang Syarat Menjadi Pengurus, khususnya menjadi Rais Am, Rais Syuriyah, dan Ketum PBNU.

Dalam keterangannya, Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia itu menyampaikan bahwa Pasal 13 Ayat 1 Huruf C menyatakan: “Tidak menjabat sebagai pengurus partai politik atau organisasi yang berafiliasi dengan parta politik dalam waktu satu tahun terakhir.”

“Pasal iddah politik (kembali berkipraj) ini terkesan untuk menjegal keterlibatan tokoh politik yang telah mundur dari jabatan politik ketika ingin berkhidmah di NU. Jika ini dipaksakan maka akan banyak kader NU yang potensial dan fenomenal, seperti Kiai Makruf, akan terjegal. Padahal banyak tokoh yang memiliki kapasitas dan kapabilitas yang dibutuhkan NU,” terang Kiai Imam.

Lebih lanjut, kiai yang kerap dijuluki “Man without the box thinker” itu menjelaskan bahwa salah seorang muassis NU, KH. Bisri Syansuri pada tahun 1972 yang saat itu menjabat sebagai Rois Am Majlis Syuro PPP diangkat sebagai Rais Am PBNU setelah wafatnya KH Wahab Chasbullah.

Artinya, menurut Kiai Imjaz, beliau merangkap jabatan sebagai pimpinan partai politik dan ormas NU.

“Saya pikir pasal tersebut harus dikoreksi sebab memisahkan politik NU dan ormas NU secara diametral atau berhadap-hadapan adalah upaya pihak tertentu untuk melemahkan kekuatan NU di hadapan negara dan pemerintah,” tegasnya.

Secara pribadi, Kiai Imam menempatkan Kiai Makruf sebagai orangtua. “Sungguh saya banyak belajar dari setiap kisah hidup beliau. Pesan dan nasihat beliau sangat bermakna bagi saya. Beliau adalah tokoh yang saya kagumi,” jelas Kiai Imam.

Menurut Kiai Imam Jazuli, kesuksesan fenomenal yang menyertai perjalanan Prof. Dr. KH. Makruf Amin di ormas keagamaan, politik Indonesia, dan pentas kenegaraan secara umum memang perlu dijadikan referensi pembelajaran bagi kaum muda, termasuk dirinya.
“Di politik, beliau memulai karier sebagai Anggota DPRD, Anggota DPR RI termuda di zamannya, hingga menjadi Dewan Syuro PKB. Di ormas, langkah beliau berawal dari pengurus Anshor ranting, PCNU, PWNU, PBNU, hingga menjadi Rois Am PBNU. Di MUI, beliau memulai kiprahnya di MUI tingkat kabupaten hingga menjadi Ketum MUI Pusat. Sebagai santri, capaian beliau sangat fenomenal ketika terpilih sebagai Wakil Presiden RI ke-13,” papar Kiai Imam Jazuli.

Adapun terkait perjuangan, kedekatan Kiai Makruf dan Kiai Imam Jazuli direkatkan oleh kesamaan visi dan misi dalam menerjemahkan dinamika NU dan partai politik NU.
“Kami memiliki visi dan misi yang sama untuk menciptakan hubungan yang harmonis dan sinergis antara PKB dan NU sebab partai politik adalah alat untuk menyampaikan aspirasi warga NU,” ungkap Kiai Imam.

Kesamaan lain menurut Kiai Imam adalah pemahaman mengenai pentingnya menempatkan kekuatan NU kultural yang sentralnya berada di pesantren.

“Kiai Makruf juga berkali-kali berpesan, NU itu memiliki kekuatan kultural dan struktural. Kedua kekuatan ini jangan sampai dipisahkan. Pesantren adalah sentral kekuatan kultural NU. Kebesaran kekuatan NU yang sebenarnya berada di kultural,” jelas pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia itu.

“Selain itu, Kiai Makruf menyampaikan pesan penting bagi warga NU, terutama para tokohnya agar melandasi kiprahnya di NU dengan bashiroh (kecerdasan mata hati), bukan dengan bisyaroh (insentif material),” pungkas Kiai Imam.

Sebelum mengakhiri pertemuan, kedua tokoh bertukar hadiah. Kiai Makruf memberikan hadiah buku terbaru “Fikroh, Manhaj, dan Harakah Nahdhiyah dalam Perspektif KH. Makruf Amin.”

Sedangkan Kiai Imam menghadiahkan Keris Berdhapur Tilam Upih dengan pamor Tirto Tumetes (air menetes).

Keris tersebut merupakan salah satu pusaka tangguh sepuh yang dibuat di era Majapahit. Selama ini menjadi pusaka di dhalem Pesantren Bina Insan Mulia.

Tilam Upih melambangkan doa ketenteraman dan kebaikan, sementara pamor Tirto Tumetes bermakna rezeki yang mengalir terus-menerus dan berkah yang tidak pernah putus.

Tim Redaksi

Berita Terkait

Bupati Ratu Zakiyah Sebut Sangga Nagara Festival Bukti menjaga Hubungan Baik dengan Alam
Mata Tukirin Berkaca-kaca, Saat Satgas TMMD ke 130 Kodim 0209/LB Bantu Kepengurusan KK/KTP di Disdukcapil Labusel
Sasaran TMMD ke 130, RTLH di Labusel rubah Kehidupan Warga
Kodim 0205/TK Bangun Jembatan Beton di Juhar Ginting, Progres Capai 20 Persen
TMMD ke-130 Pasang Tandon Air, Warga Aek Batu Dukung Sumur Bor
Satgas TMMD ke-130 Bantu Bedah Rumah Dorima, Wujud Kepedulian TNI di Aek Batu.
Operasi Gabungan Satgas TNI Berhasil Temukan Senjata Caracal dan 17 Butir Amunisi di Wilayah Ayata Kabupaten Maybrat
Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan, Pos Naikere Satgas Yonif 147/KGJ Bersama Pemerintah Distrik Naikere Gelar Sosialisasi

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:17 WIB

DePA-RI Desak Penegakan Hukum Tegas Terhadap Pelaku KARHUTLA, Negara Harus Hadir dan Bertindak!

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:43 WIB

Kementerian ATR/BPN Gelar Rapat Lanjutan Bersama BRAN untuk Perjelas Pembagian Tugas dan Fungsi terkait Reforma Agraria

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Apresiasi dan Dukung Ketegasan Menteri Agus Andrianto Audit Remisi dan Cabut PB, Aktivis Nasional : Bentuk Keseriusan Dalam Wujudkan Imipas Prima

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:18 WIB

Tingkatkan Keamanan Siber Daerah, Pemkab Karo Terima STR TTIS Resmi dari BSSN RI

Kamis, 17 September 2026 - 21:44 WIB

Doa Bersama dan Santunan, Polsek Kemayoran Hadir Berbagi Kebahagiaan Bersama Anak Yatim

Kamis, 17 September 2026 - 17:22 WIB

Pengamat Apresiasi Gerak Cepat Pangdam VI/Mulawarman Tangani Karhutla

Kamis, 17 September 2026 - 08:16 WIB

Kapolsek Kemayoran Perluas Sinergi Pendidikan, Program Bapak Asuh Polri Menyasar SMK Taman Siswa 1

Kamis, 17 September 2026 - 08:12 WIB

Kapolsek Kemayoran Hadir Lewat Bapak Asuh Polri, Selamatkan Generasi Muda dari Tawuran, Narkoba dan Judi Online

Berita Terbaru