BEM PTNU DKI : Pancasila sebagai Kompas Bangsa Menyikapi Isu LGBT dalam Perspektif Moral dan Kebangsaan

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Jumat, 26 Juni 2026 - 11:07 WIB

5074 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nasionaldetik.com,— 26 Juni 2026
Perbincangan mengenai LGBT di Indonesia kembali mengemuka seiring adanya pernyataan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kh M. Cholil Nafis, yang mendorong adanya regulasi yang lebih jelas terkait fenomena LGBT. Dalam konteks ini, BEM PTNU DKI Jakarta memandang bahwa diskusi mengenai LGBT harus ditempatkan dalam kerangka konstitusi, nilai Pancasila, norma agama, dan norma sosial yang hidup dalam masyarakat Indonesia.

Sebagai negara yang berlandaskan Pancasila, Indonesia bukanlah negara yang menganut liberalisme tanpa batas maupun sekularisme yang memisahkan kehidupan publik dari nilai agama. Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, menjadi fondasi moral dalam pembentukan hukum dan kebijakan nasional. Setiap perkembangan sosial yang muncul di tengah masyarakat perlu dikaji berdasarkan nilai-nilai agama, budaya, dan norma sosial yang menjadi karakter bangsa Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

BEM PTNU DKI Jakarta menilai bahwa pernyataan yang disampaikan oleh Kiai Cholil Nafis merupakan bentuk perhatian terhadap arah pembangunan moral bangsa. Pandangan tersebut tidak semata-mata hanya didasarkan pada perspektif keagamaan, tetapi juga berangkat dari kenyataan bahwa hingga saat ini Indonesia belum memiliki undang-undang yang secara khusus mengatur LGBT. Kekosongan regulasi ini sering kali menimbulkan perdebatan mengenai batasan, ruang lingkup, dan posisi fenomena LGBT dalam sistem hukum nasional.

Menurut saya, sebagai bagian dari generasi muda dan masyarakat akademik, keberadaan regulasi harus selalu merujuk pada nilai dasar negara. Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai ideologi, tetapi juga sebagai sumber dari segala sumber hukum negara. Dengan demikian, pembentukan kebijakan publik harus mempertimbangkan norma agama dan norma sosial yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia sejak lama.

Dalam perspektif tersebut, BEM PTNU DKI Jakarta berpandangan bahwa tidak seharusnya terjadi upaya penormalisasian LGBT di ruang publik yang bertentangan dengan nilai-nilai yang dianut mayoritas masyarakat Indonesia. Kebebasan berekspresi merupakan hak yang dijamin oleh konstitusi, namun pelaksanaannya tetap harus memperhatikan nilai moral, agama, ketertiban umum, dan kepentingan sosial yang lebih luas.

Sikap ini bukan ditujukan untuk membangun diskriminasi ataupun tindakan persekusi terhadap individu tertentu. Sebaliknya seluruh warga negara tetap memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum dan berhak mendapatkan perlindungan negara. Perlindungan terhadap hak individu tidak dapat dilepaskan dari kewajiban menjaga nilai-nilai dasar bangsa yang telah disepakati bersama dalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

BEM PTNU DKI Jakarta mendukung adanya kajian yang komprehensif mengenai pengaturan fenomena LGBT dalam sistem hukum Indonesia. Regulasi yang dibentuk harus berpijak pada Pancasila, norma agama, norma sosial, serta kepentingan bangsa dalam menjaga ketahanan moral generasi mendatang. Dengan ini Indonesia tetap dapat menjunjung tinggi keadilan dan kemanusiaan tanpa mengabaikan identitas nasional yang berakar pada nilai religius dan budaya bangsa.

M.Ridho malik ibrahim
Bidang Kajian Dan Isu strategis

BEM PTNU DKI JAKARTA

Tim Redaksi

Berita Terkait

Semarak HUT RI ke-81, Jaecoo GCP Sunter Gelar Foto Bersama dan Beragam Perlombaan
Aktivis Nasional Apresiasi Kombes Reza Chairul, Dinilai Layak Jadi Komandan Upacara HUT ke-81 RI di Istana Negara
Menteri Nusron Ajak BPKAD dan IPPAT Se-Jateng Perkuat Sinergi Wujudkan Transformasi Layanan Pertanahan
Jaga Jakarta On The Spot untuk Indonesia Bersama Kapolsek Kemayoran, Menguatkan Kebersamaan Menjaga Keamanan Lingkungan
​Ucapkan “Gerombolan Sirkus” ke Wartawan di DPR, Prof Sutan Nasomal: Bisa Dipidana atas Pencemaran Nama Baik
Resmob Polres Metro Jakarta Pusat Datangi Lokasi yang Diduga Menjadi Tempat Perjudian Sabung Ayam
Bangun Soliditas Melalui Olahraga, Kementerian ATR/BPN Berpartisipasi Dalam Turnamen Tenis Piala Gubernur DKI Jakarta 2026
30 hari Menjelang Muktamar ke-35 NU, Insantara Rilis Kandidat Ketum PBNU

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 22:59 WIB

LPJ BUMDes Baru Dibahas di Musdes, Disinyalir Bukti Lemahnya Koordinasi BPD & Kades Tanjangrono?

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 17:17 WIB

Koramil 421-03/Penengahan Dukung Persiapan Upacara HUT ke-81 RI di Lampung Selatan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 08:37 WIB

Prajuti Yonif TP 449/SH Larut Dalam Kecerian Lomba 17-an Bersama Warga

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 07:19 WIB

Tokoh Muda NU Jatim Dorong Muktamar Lahirkan Kepemimpinan Kolaboratif PBNU: Mari Awasi Praktik Risywah dan Kartel Politik Jam’iyyah!

Jumat, 14 Agustus 2026 - 08:13 WIB

Refleksi Hari Pramuka ke-65: Meneguhkan Pendidikan Karakter di SDN Talok 02

Kamis, 13 Agustus 2026 - 21:55 WIB

Sebut Oknum TNI Backing Galian C, Wadandenintel Kodam XIX/Tuanku Tambusai Siapkan Langkah Hukum

Kamis, 13 Agustus 2026 - 21:01 WIB

Pemkab dan Bapenda Ajak Warga Tulungagung Manfaatkan Program Pembebasan Pajak 2026

Kamis, 13 Agustus 2026 - 19:16 WIB

Kapolsek Penengahan Berganti, Kapolres Tekankan Penguatan Sinergi dan Pelayanan Masyarakat

Berita Terbaru

NASIONAL

Kemeriahan Lomba HUT RI ke-81 di Jaecoo GCP Sunter

Sabtu, 15 Agu 2026 - 21:50 WIB