BEM PTNU DIY Tagih Janji DPRD DIY, Soroti Krisis Demokrasi dan Kebijakan yang Tak Berpihak pada Rakyat

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Kamis, 25 Juni 2026 - 18:41 WIB

5093 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yogyakarta, nasionaldetik.com

Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama Daerah Istimewa Yogyakarta (BEM PTNU DIY) bersama Forum BEM DIY kembali menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD DIY, Selasa (23/6/2026). Aksi tersebut merupakan tindak lanjut sekaligus bentuk penagihan janji yang telah disepakati pada aksi sebelumnya pada Jumat lalu, di mana DPRD DIY berjanji akan membuka ruang dialog dengan seluruh fraksi bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.

Koordinator Wilayah BEM PTNU DIY, Tegar Pradana, menyampaikan bahwa aksi ini merupakan bentuk komitmen mahasiswa untuk terus mengawal jalannya pemerintahan dan memastikan bahwa aspirasi masyarakat benar-benar menjadi perhatian para pemangku kebijakan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami datang pada hari ini untuk memastikan bahwa komitmen yang disampaikan kepada kami tidak hanya sebatas janji,” ujar Tegar.

Ada hal yang cukup unik dalam aksi kali ini. Dimana massa aksi meminta agar seluruh fraksi DPRD DIY hadir langsung di halaman DPRD DIY untuk berdialog secara terbuka sebagaimana yang dijanjikan sebelumnya. Permintaan tersebut kemudian disanggupi oleh DPRD DIY.

Namun, dari tujuh fraksi yang ada di DPRD DIY, hanya enam fraksi yang hadir memenuhi ruang dialog tersebut. Fraksi Partai Gerindra menjadi satu-satunya fraksi yang tidak hadir dalam forum terbuka bersama mahasiswa.

“Kami menghargai seluruh fraksi yang hadir dan bersedia berdialog secara terbuka. Namun absennya Fraksi Gerindra menjadi catatan tersendiri. Publik tentu berhak bertanya mengapa ketika mahasiswa datang membawa kritik dan aspirasi rakyat, justru partai penguasa tidak hadir dalam ruang dialog yang telah dijanjikan,” tegasnya

Menurut Tegar, kondisi ekonomi masyarakat yang masih sulit, ketidakpastian sejumlah kebijakan publik, lemahnya perlindungan terhadap kelompok rentan, hingga berbagai persoalan tata kelola pemerintahan menunjukkan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap arah pembangunan nasional.

“Kami melihat ada banyak persoalan yang perlu segera mendapatkan perhatian serius. Mulai dari beban ekonomi rakyat, efektivitas program-program pemerintah, perlindungan hak-hak masyarakat adat, kualitas demokrasi, pendidikan, hingga persoalan daerah seperti kenakalan remaja dan krisis pengelolaan sampah di DIY. Semua ini tidak bisa diselesaikan dengan pendekatan parsial, tetapi membutuhkan kesungguhan pemerintah dalam mendengar kemudian merealisasikan aspirasi rakyat,” jelasnya.

BEM PTNU DIY dan Forum BEM DIY menilai bahwa pemerintah perlu melakukan evaluasi terhadap berbagai program yang selama ini menjadi prioritas nasional agar benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Mahasiswa juga menyoroti pentingnya reformasi tata kelola pemerintahan, partai politik, serta birokrasi agar lebih transparan, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan rakyat.

Selain itu, mahasiswa juga menegaskan bahwa kualitas komunikasi publik pemerintah juga perlu menjadi perhatian serius terutama dalam menyampaikan kebijakan serta merespon kritik dari masyarakat.

“Kami menilai bahwa pemerintah dan lembaga legislatif harus memperbaiki pola komunikasi publik. Kritik dari masyarakat seharusnya dipandang sebagai masukan untuk perbaikan, bukan dianggap sebagai ancaman,” tegas Tegar.

BEM PTNU DIY dan Forum BEM DIY menegaskan bahwa gerakan mahasiswa akan terus hadir sebagai kekuatan moral yang mengawal jalannya pemerintahan. Mahasiswa tidak hanya bertugas menyampaikan kritik, tetapi juga memastikan bahwa kebijakan negara benar-benar berpihak kepada kepentingan rakyat.

“Kami akan terus mengawal setiap kebijakan publik. Ketika ada kebijakan yang baik, kami dukung. Namun ketika ada kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat atau komunikasi publik yang buruk, maka kritik akan terus kami suarakan. Demokrasi tidak boleh dijalankan secara satu arah. Rakyat berhak didengar dan mahasiswa akan terus menjadi bagian dari suara tersebut,” pungkas Tegar Pradana.

Adapun sepuluh tuntutan dari BEM PTNU dan Forum BEM DIY meliputi:

1. Menolak kenaikan harga BBM dan berbagai kebijakan yang membebani rakyat kecil.
2. Mendesak evaluasi total Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
3. Menghentikan program Koperasi Desa Merah Putih yang dinilai tidak efektif dan berpotensi membebani APBN.
4. Menolak serta mendesak pencabutan regulasi terkait TNI dan Polri yang dinilai berpotensi mengancam demokrasi dan kebebasan sipil.
5. Mendesak segera disahkannya RUU Perampasan Aset, RUU Masyarakat Adat, serta penyusunan dan pengesahan RUU Perlindungan Aktivis.
6. Menghentikan eksploitasi tanah adat dan berbagai bentuk perampasan ruang hidup masyarakat adat di Indonesia.
7. Melaksanakan reformasi total partai politik dan reformasi birokrasi serta memperbaiki komunikasi publik pemerintah kepada rakyat.
8. Mewujudkan pendidikan yang gratis, ilmiah, demokratis, dan dapat diakses seluruh rakyat Indonesia.
9. Menuntaskan persoalan kenakalan remaja di DIY serta mendorong DPRD dan Pemerintah DIY segera menyusun dan mengesahkan Peraturan Daerah tentang Pendidikan Khas Kejogjaan.
10. Menuntut Pemerintah dan DPRD DIY segera menyelesaikan persoalan sampah yang hingga saat ini masih menjadi masalah serius di Yogyakarta.

Marsandi.

Berita Terkait

Fidiel Castro Minta Dugaan Keterlibatan K3S, MKKS, dan Disdikbud Diusut Transparan
PPWI Ogan Ilir Sambangi Polda Sumsel, Fidiel Castro: Kebenaran Harus Diungkap, Jangan Biarkan Fitnah Berlarut!
Tak Henti-hentinya Satgas TMMD 130 Kodim 0209/Labuhanbatu, Berjibaku kejar Sasaran Pisik.
Kunjungan DPD IWO-I Deli Serdang di Sambut Oleh Ketua OKK DPP IWO-I Bersama DPW IWO-I DKI Jakarta
Sambut HUT ke-75 Humas Polri, Polres Inhil Gelar Bakti Sosial di Panti Asuhan Muhammadiyah
PCNU KOTA JAMBI MENERIMA BANTUAN MASKER DARI BPBD KOTA JAMBI UNTUK APEL HARI SANTRI NASIONAL 2026*
53 Pelajar Kabupaten Kediri Bawa Misi Kenalkan Seni dan Budaya di Kraton Yogyakarta
Sedekah Oksigen Tanam Kebaikan, Merawat Kehidupan, Menghadirkan Kesejukan Untuk Kencong

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:54 WIB

Apel Pagi Satgas TMMD ke-130 Kodim 0206/Dairi, Kesiapan Personel Jadi Kunci Tuntaskan Sasaran Pembangunan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:46 WIB

Letda Inf Trisna Benni Atmaja Pimpin Apel, Tegaskan Kesiapan Satgas TMMD ke-130 Kodim 0206/Dairi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:35 WIB

Gempur Lima Rumah Sekaligus! Satgas TMMD ke-130 Kodim 0206/Dairi Percepat Pembangunan RTLH di Sibongkaras

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:23 WIB

Satgas TMMD ke-130 Kodim 0206/Dairi Percepat Pembangunan Lima RTLH di Sibongkaras

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:17 WIB

Kodim 0206/Dairi Bangun Lima Rumah Warga Melalui Program TMMD Reguler ke-130

Senin, 19 Oktober 2026 - 23:56 WIB

Medan Terjal Tak Surutkan Semangat! Satgas TMMD ke-130 Kodim 0206/Dairi Buka Jalan 1.000 Meter Menuju Sibongkaras

Senin, 19 Oktober 2026 - 23:50 WIB

Tak Kenal Lelah di Medan Berat, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0206/Dairi Berjuang Buka Jalan 1.000 Meter

Senin, 19 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Buldoser dan Ekskavator Dikerahkan, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0206/Dairi Buka Jalan 1.000 Meter

Berita Terbaru