SRAGEN, Nasionadetik.com
– Mencegah stunting tak cukup dilakukan ketika anak sudah mengalami gangguan pertumbuhan. Pemantauan harus dimulai sejak dini, salah satunya melalui kegiatan Posyandu yang rutin digelar di tingkat desa.
Pesan itu pula yang digaungkan dalam kegiatan Posyandu balita di Polindes Dukuh Nginggil RT 29, Desa Bendo, Kecamatan Sukodono, Selasa (15/9/2026).
Sejak pagi, para orang tua membawa buah hati mereka untuk mengikuti pemeriksaan. Satu per satu balita ditimbang dan dipantau kondisi pertumbuhannya. Selain penimbangan, balita juga mendapatkan vitamin sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan dan mendukung tumbuh kembang mereka.
Kegiatan tersebut turut mendapat pendampingan Serka Joko Waliman, Babinsa Desa Bendo Koramil 13/Sukodono bersama anggota Koramil. Mereka bersinergi dengan bidan desa dan kader Posyandu dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Serka Joko Waliman mengatakan, Posyandu menjadi salah satu ujung tombak dalam mengetahui perkembangan anak secara berkala.
“Yang terpenting adalah jangan menunggu anak mengalami masalah pertumbuhan. Dengan rutin datang ke Posyandu, perkembangan balita bisa dipantau dan apabila ada sesuatu yang perlu diperhatikan dapat diketahui lebih awal,” ujarnya.
Menurutnya, persoalan stunting membutuhkan kepedulian bersama. Orang tua memiliki peran utama dalam memenuhi kebutuhan gizi anak, sementara kader dan tenaga kesehatan membantu melakukan pemantauan serta memberikan edukasi.
Kehadiran Babinsa pun bukan sekedar mendampingi kegiatan. Serka Joko bersama anggota Koramil ikut membantu kelancaran pelayanan dan berkomunikasi dengan warga yang hadir.
Salah seorang kader Posyandu Tamara (31) mengatakan, dukungan dari Babinsa membuat kegiatan pelayanan semakin semarak sekaligus menunjukkan bahwa perhatian terhadap kesehatan balita menjadi tanggung jawab bersama.
“Harapan kami orang tua semakin rutin membawa anak ke Posyandu. Penimbangan dan pemantauan ini penting untuk mengetahui apakah pertumbuhan anak sesuai dengan usianya,” katanya.
Ia menambahkan, pemberian vitamin dan pemantauan secara berkala diharapkan dapat mendukung tumbuh kembang balita sekaligus menjadi langkah preventif terhadap persoalan kesehatan dan gizi.
(Nur Kennan Tarigan/Agus Kemplu)




























