APBD Bekasi Jadi “Bancakan”: Kejati Jabar Harus Libas Gerombolan Perampok Uang Rakyat!

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Selasa, 6 Januari 2026 - 19:15 WIB

50105 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nasionaldetik.com, – 06 Januari 2026 Aroma busuk dugaan korupsi menyengat dari pusat pemerintahan Kabupaten Bekasi. Bukan sekadar isu, “bola panas” penggunaan anggaran negara kini tengah menggelinding di meja Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat. Gerombolan pejabat teras diduga kuat telah menyulap dana APBD/APBN tahun 2023 menjadi ajang pesta pora pribadi, meninggalkan rakyat dalam kerugian besar.

Gerombolan pejabat teras Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, termasuk sejumlah Kepala Dinas (Dinas Perkimtan dan Disbudpora), yang kini tengah dibidik oleh Kejati Jawa Barat dan dipantau ketat oleh KPK RI. Tokoh aktivis Ali Sopyan pun secara vokal mendesak aparat untuk tidak tebang pilih.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dugaan tindak pidana korupsi dan penyalahgunaan wewenang terkait anggaran Barang Untuk Diserahkan ke Masyarakat TA 2023. Dari total anggaran yang dipertanyakan sebesar Rp310,8 miliar, terdapat realisasi sebesar Rp93.119.161.309,01 yang dianggap sangat bermasalah.

Lingkungan Pemerintahan Kabupaten Bekasi, khususnya pada proyek-proyek pembangunan drainase, jalan lingkungan, dan sarana olahraga (PSU) yang tersebar di wilayah Bekasi.

Penyelewengan ini diduga terjadi pada Tahun Anggaran (TA) 2023 dan kini tengah memasuki fase pemeriksaan intensif oleh pihak Kejaksaan di awal tahun 2026.

Anggaran sebesar Rp93,1 miliar nekat digelontorkan untuk pembangunan di lahan yang belum diserahterimakan dari pengembang ke Pemkab Bekasi. Ini adalah pelanggaran administratif berat yang berpotensi menjadi celah maling uang rakyat; membangun di atas tanah yang secara hukum bukan milik pemerintah adalah tindakan ilegal dan menguapkan uang negara secara cuma-cuma.

Modusnya diduga dilakukan dengan memaksakan pembangunan fisik (drainase dan sarana olahraga) oleh Dinas Perkimtan dan Disbudpora pada aset yang status hukumnya masih “abu-abu”. Hal ini disinyalir menjadi modus untuk mencairkan anggaran demi keuntungan kelompok (bancakan) tanpa mempedulikan aturan serah terima aset yang sah.
Kritik Tajam: Bekasi Sedang Membara!
Sangat ironis melihat pejabat yang seharusnya menjadi pelayan masyarakat justru bertransformasi menjadi “rampok” anggaran.

Uang rakyat yang seharusnya dinikmati dalam bentuk fasilitas umum yang legal, justru dipaksakan pada proyek-proyek yang cacat hukum.
“Kita tidak butuh pejabat yang hanya pintar menghabiskan anggaran, tapi mentalitasnya rampok! Kejati Jabar jangan hanya memanggil dan memeriksa, tapi harus segera memenjarakan mereka yang terbukti menjadikan APBD sebagai bancakan,” tegas suara-suara di lapangan.
Kini publik menunggu keberanian Kejati Jabar.

Apakah hukum akan benar-benar tegak, ataukah “gerombolan bangsat” ini akan kembali lolos melalui lubang-lubang birokrasi yang korup?
Sampai berita ini diturunkan, redaksi terus berupaya mengejar konfirmasi dari para pejabat terkait yang bungkam seribu bahasa.

Bersambung ke Edisi Berikutnya…!

Tim Redaksi Prima

Berita Terkait

Ironi di Balik Gerbang Pemda Bekasi: Mahasiswa Adu Jotos dengan Petugas, Plt Bupati Lagi Asyik Makan Siang Bersama di Dalam Ruangan
KPK Didesak Segera Tetapkan Status Tersangka Terhadap Kepala Dinas Terkait Skandal “Ijon Proyek” di Kabupaten Bekasi
Dua Pelaku Mutilasi Pria dalam Freezer Kios Ayam di Bekasi Ditangkap, Polisi Buru Potongan Tubuh Korban
Kasus Dugaan Pengeroyokan di Sukawangi Dilaporkan ke Polres Metro Bekasi, Kuasa Hukum Desak Penangkapan Pelaku
Kata Bang Ata Lebaran Tahun Ini Ora Adil, Ia Soroti Ketimpangan Penegakan Hukum Kasus Korupsi Ijonan
IWO Indonesia Soroti Temuan LHP BPK 2024, Ada Selisih Puluhan Miliar di Perumda Tirta Bhagasasi dan Piutang Pajak Tak Berdokumen
SKANDAL “TIKUS” PROYEK BEKASI: ANGGARAN RP512 MILIAR JADI BANCAKAN, 23 PAKET PEKERJAAN DISUNAT!
KORUPSI BERJEMAAH DI WILAYA CIBERUSAH BEKASI BELUM DI TANGKAP POLISI ADA APA DENGAN APH…..???

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 19:15 WIB

Pastikan Tepat Sasaran, TNI Dampingi Penyaluran Pupuk bagi Petani

Sabtu, 18 April 2026 - 19:01 WIB

Tangkap Debt Collector (DC) : Diteror Akan Dibunuh, Wartawan Sekaligus Ketua PERWAST Melaporkan Kepolisi

Sabtu, 18 April 2026 - 18:13 WIB

Duka Mendalam Atas Wafatnya Sekertaris Jendral PWI Pusat Zulmansyah Sekedang.

Sabtu, 18 April 2026 - 17:59 WIB

LSM PKPB Resmi Laporkan Dugaan Ketidaktransparanan Dana Desa di Puluhan Desa ke BPK Banten dan Pusat

Jumat, 17 April 2026 - 23:27 WIB

Danrem 031/WB Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu, S.Sos.,M.Si.,M.Han Ziarah ke Makam Tokoh pembangunan Riau dan Tokoh Pengibar Bendera Pertama

Jumat, 17 April 2026 - 21:57 WIB

JMI Meminta APH Untuk segera Mengambil Langkah Hukum Terhadap Laporan Dugaan Pelanggaran di BGN

Jumat, 17 April 2026 - 19:40 WIB

PEMDES TOLISETUBONO DIDUGA LAKUKAN PEMBENARAN SEPIHAK: HAK JAWAB DIMUAT, TAPI TOLAK TUNJUKKAN BUKTI DOKUMEN SAAT DIKONFIRMASI

Jumat, 17 April 2026 - 15:34 WIB

Polsek Kulim Gelar Panen Raya Jagung Pipil di Tenayan Raya, “Dukung Ketahanan Pangan”.

Berita Terbaru