Aktivis muda Madina serukan pendidikan berbasis adab dan muatan lokal sebagai solusi moral generasi muda

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Selasa, 21 Oktober 2025 - 21:08 WIB

50129 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nasionaldetik.com,—- 21 Oktober 2025 Menanggapi kasus yang menimpa Guru Iyusan Sukoco dari SDN 328 Sinunukan IV, Kabupaten Mandailing Natal, aktivis muda dan pemerhati pendidikan Pajarur Rohman, M.Pd., menyerukan agar Dinas Pendidikan Kabupaten Mandailing Natal segera mengambil langkah mediasi antara guru dan orang tua murid agar persoalan tidak berlanjut ke ranah hukum.

Menurut Pajar, dunia pendidikan seharusnya menjadi ruang pembentukan karakter dan adab, bukan arena saling menyalahkan. Ia menegaskan pentingnya mengedepankan nilai-nilai moral dan etika di atas ego maupun emosi sesaat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

> “Dalam ajaran Islam kita mengenal kaidah Al-Adabu Fauqol Ilmi — adab lebih tinggi daripada ilmu. Artinya, setinggi apa pun ilmu seseorang, tanpa adab dan budi pekerti, ilmunya tidak akan membawa manfaat. Karena itu, baik guru, murid, maupun orang tua perlu terus memperbaiki diri dalam hal adab dan perilaku,”
ujar Pajar dalam keterangannya, Selasa (21/10/2025).

Pajar menilai, Dinas Pendidikan memiliki tanggung jawab moral dan kelembagaan untuk hadir sebagai penengah dalam setiap konflik di lingkungan sekolah.

> “Guru adalah perpanjangan tangan orang tua selama anak berada di sekolah. Jika terjadi kesalah pahaman, Dinas Pendidikan wajib hadir sebagai mediator agar persoalan tidak berkembang menjadi kasus hukum. Ini penting untuk menjaga kehormatan dunia pendidikan,”
tegasnya.

Revitalisasi Nilai Lokal sebagai Pondasi Pendidikan Karakter

Lebih jauh, Pajar menyoroti bahwa banyak persoalan sosial dan moral di Mandailing Natal berakar dari lunturnya penerapan nilai-nilai luhur budaya Mandailing, khususnya falsafah Poda Na Lima. Nilai seperti Paias Rohamu (bersihkan hatimu), menurutnya, seharusnya menjadi pedoman utama dalam bersikap dan menyelesaikan perbedaan.

> “Ketika hati bersih dan adab dijunjung tinggi, setiap masalah bisa diselesaikan dengan musyawarah dan kasih sayang. Inilah hakikat Poda Na Lima yang kini mulai pudar penerapannya,”
ujar Pajar.

Sebagai lulusan Magister Pendidikan UIN Suska Riau, dengan tesis berjudul “Nilai-Nilai Local Wisdom Falsafah Poda Na Lima Ditinjau dari Segi Pendidikan Agama Islam,” Pajar menegaskan pentingnya muatan lokal berbasis nilai budaya daerah sebagai strategi memperbaiki moral dan karakter generasi muda.

> “Kritik terhadap sistem pendidikan bukan sekadar soal kurikulum nasional, tetapi bagaimana kebijakan mampu mengakar pada nilai-nilai budaya daerah. Falsafah lokal seperti Poda Na Lima sejatinya dapat menjadi pondasi pendidikan karakter yang kuat,”jelasnya.

Ia menambahkan, jika nilai-nilai adab dan kearifan lokal dimasukkan ke dalam kurikulum muatan lokal dan lebih di tekankan kepada peserta didik, saya yakin pembinaan moral dan etika sosial akan jauh lebih efektif.

“Madina dan daerah lain di Nusantara memiliki kearifan lokal yang selaras dengan nilai-nilai Islam. Pemerintah harus menjadikannya bagian integral dari pendidikan formal agar generasi kita tidak tercerabut dari akar budayanya,”
pungkasnya.

Tim Rahmatullah

Berita Terkait

SAR Danau Toba Resmi Tutup Operasi Pencarian Korban Objek Wisata Air Terjun Situmurun
Aroma Perjudian Menyengat di Pasar 4 Kutalimbaru: Arena Sabung Ayam Diduga Milik ‘Edy’ Beroperasi Bebas, Kapolsek Membisu
Pastikan Tepat Sasaran, TNI Dampingi Penyaluran Pupuk bagi Petani
Tangkap Debt Collector (DC) : Diteror Akan Dibunuh, Wartawan Sekaligus Ketua PERWAST Melaporkan Kepolisi
Duka Mendalam Atas Wafatnya Sekertaris Jendral PWI Pusat Zulmansyah Sekedang.
LSM PKPB Resmi Laporkan Dugaan Ketidaktransparanan Dana Desa di Puluhan Desa ke BPK Banten dan Pusat
Danrem 031/WB Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu, S.Sos.,M.Si.,M.Han Ziarah ke Makam Tokoh pembangunan Riau dan Tokoh Pengibar Bendera Pertama
JMI Meminta APH Untuk segera Mengambil Langkah Hukum Terhadap Laporan Dugaan Pelanggaran di BGN

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 16:03 WIB

Aman dan Kondusif, Sertu Latif Pantau Langsung Ibadah Minggu di Gereja GPDI Moria Dairi

Minggu, 19 April 2026 - 15:58 WIB

Upaya Deteksi Dini, Serda Parlindungan Simamora Pantau Jalannya Ibadah Minggu di Desa Kedeberek

Minggu, 19 April 2026 - 13:55 WIB

Sambangi Warung Kopi, Serda Julianto Manik Ajak Warga Bijak Gunakan Gadget

Sabtu, 18 April 2026 - 20:49 WIB

Aksi Spontan Babinsa di Kecupak II, Bukti Nyata TNI Selalu Ada Untuk Rakyat

Sabtu, 18 April 2026 - 20:42 WIB

Babinsa Koramil 06/Kerajaan Masuk Kampung, Pastikan Warga Tak Abai Hadapi Cuaca Ekstrem

Sabtu, 18 April 2026 - 20:36 WIB

Kompak di Lapangan, Babinsa dan Kades Awasi Pembangunan Sambil Makan Bersama

Sabtu, 18 April 2026 - 20:29 WIB

Santai Tapi Serius, Babinsa Ingatkan Bahaya Cuaca Ekstrem Saat Ngopi Bareng Warga

Jumat, 17 April 2026 - 17:22 WIB

Wakili Dandim 0206/Dairi, Danramil Sidikalang Hadiri Paskah BAMAGNAS: Pesan Kebangkitan Jadi Kekuatan di Tengah Tantangan Zaman

Berita Terbaru