KABANJAHE, Karo Nasionaldetik.com
— Kasus keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo kembali menjadi sorotan. Orang tua siswa yang terdampak, didampingi Elemen Masyarakat Karo Peduli (EMKAP), menggelar aksi demonstrasi pada Kamis, 8 Oktober 2026.
Aksi tersebut digelar untuk mendesak kepastian status hukum kasus keracunan MBG sekaligus meminta kepastian dari Pemerintah Kabupaten Karo terkait kompensasi bagi siswa dan orang tua yang terdampak.
Massa aksi bergerak ke tiga lokasi, yakni Kantor DPRD Karo, Polres Karo, kemudian Kantor Bupati Karo.
Aksi tersebut dikoordinatori oleh Jhon Ginting dengan Anes Ketaren sebagai penanggung jawab.
Jalannya aksi sempat berlangsung alot karena peserta merasa belum mendapatkan jawaban yang mereka anggap jelas terkait tuntutan yang disampaikan.
Massa Pertanyakan Sikap DPRD Karo
Di depan Kantor DPRD Karo, peserta aksi mempertanyakan lambannya respons DPRD Karo terhadap persoalan keracunan MBG.
Massa juga menanyakan keberadaan Ketua DPRD Karo, Iriani Br. Tarigan, yang tidak hadir menemui para pendemo.
Jawaban yang disampaikan oleh perwakilan anggota DPRD Karo dinilai belum memberikan kepastian sesuai dengan tuntutan peserta aksi.
Setelah dari DPRD Karo, massa kemudian melanjutkan aksi ke Polres Karo.
Desak Kepastian Status Kasus di Polres Karo
Di Polres Karo, Anes Ketaren bersama peserta aksi mempertanyakan perkembangan penyelidikan kasus keracunan MBG, termasuk kepastian mengenai status hukum dan penetapan tersangka.
Peserta aksi menilai jawaban yang diberikan pihak kepolisian belum memberikan kepastian yang mereka harapkan.
Dalam pertemuan tersebut, pihak Polres Karo diwakili oleh Wakapolres Karo, Kompol Joni Sitompul, S.H.
Massa kemudian memberikan batas waktu satu minggu kepada pihak kepolisian untuk memberikan kepastian terkait penanganan kasus tersebut.
Anes Ketaren menegaskan, apabila dalam waktu tersebut status kasus belum jelas, pihaknya akan mendatangi Polda Sumatera Utara untuk mempertanyakan langsung perkembangan perkara.
“Apabila status kasus ini belum jelas, maka kami akan langsung datang ke Poldasu untuk menanyakan dan menjemput berkas status kasus ini,” ujar Anes Ketaren.
Kuasa hukum orang tua korban juga menyampaikan pertanyaan terkait perkembangan kasus tersebut kepada pihak Polres Karo.
Aksi Berlanjut ke Kantor Bupati Karo
Dari Polres Karo, massa kemudian bergerak ke Kantor Bupati Karo.
Suasana aksi sempat memanas karena peserta orasi merasa tuntutan mereka belum mendapat respons yang memuaskan.
Jhon Ginting mempertanyakan keberadaan Bupati Karo, Antonius Ginting, dan Wakil Bupati Karo, Komando Tarigan, yang tidak berada di lokasi saat massa datang.
Peserta aksi kemudian diterima oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Karo, Gelora Kurnia Putra Ginting, S.STP., M.M.
Dalam pertemuan tersebut, perwakilan orang tua siswa mempertanyakan kepedulian pemerintah daerah terhadap anak-anak mereka yang menjadi korban dalam kasus keracunan MBG.
Namun, jawaban yang disampaikan oleh Sekda juga dinilai belum memuaskan para peserta aksi.
Massa Bertahan di Tengah Hujan
Aksi di depan Kantor Bupati Karo berlangsung dalam kondisi hujan deras. Sejumlah peserta aksi terlihat basah karena tetap berada di lokasi untuk menyampaikan tuntutan mereka.
Situasi tersebut turut menjadi perhatian awak media yang meliput aksi.
Berdasarkan pengamatan di lokasi, peserta aksi tidak mendapat tawaran untuk berteduh atau masuk ke ruang Kantor Bupati Karo selama hujan berlangsung.
Aksi tersebut memperlihatkan masih kuatnya tuntutan orang tua siswa agar kasus keracunan MBG di Kabupaten Karo mendapatkan kejelasan, baik dari sisi penanganan hukum maupun perhatian pemerintah daerah terhadap para siswa yang terdampak.
Hingga aksi berakhir, peserta menyatakan belum mendapatkan jawaban yang dianggap memberikan kepastian mengenai status hukum kasus maupun tuntutan kompensasi bagi korban.
(Nur Kennan Tarigan)



























