Ratusan Calon Jemaah Umrah di Jombang Ricuh Dini Hari: Koper Diturunkan Paksa, Visa Belum Ada, Pihak Travel Diperiksa Polisi

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:38 WIB

50101 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nasionaldetik.com, – Suasana khusyuk dan haru pelepasan ratusan calon jemaah umrah di Masjid Agung Baitul Mukminin Jombang pada Minggu (30/8/2026) dini hari berubah menjadi kericuhan massal. Rencana pemberangkatan sekitar 200 jemaah yang dikelola oleh PT Annisa Ahmada Travelindo (ITS Grup) berantakan setelah pihak penyelenggara secara sepihak menyatakan hanya 40 jemaah yang dapat diterbangkan pada hari itu.

Kericuhan memuncak sekitar pukul 02.30 WIB usai tokoh lokal, Mbah Bolong, mengumpulkan jemaah di dalam ruang utama masjid. Bukannya mendapat arahan teknis menuju Bandara Juanda, para jemaah justru dikejutkan dengan kabar pembatalan massal secara mendadak tanpa pembagian kloter yang jelas sejak awal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dugaan Transparansi Keuangan dan Pungutan Pungli Kenaikan Avtur

Keterangan dari salah satu keluarga jemaah, Widi, mengungkap indikasi mismanagement serius dan dugaan penggelapan dana. Dalam ketegangan tersebut, perwakilan travel sempat melontarkan pengakuan mengejutkan bahwa dana jemaah telah habis, sementara dokumen vital berupa visa belum berada di tangan calon jemaah.

Tak hanya itu, jemaah mengaku dipungut biaya tambahan secara sepihak sebesar Rp5 juta per orang dari total biaya rata-rata Rp33 juta, dengan klaim penyesuaian harga bahan bakar pesawat (avtur).

“Logikanya, kalau memang ada pembagian kloter 40 orang, harus diinformasikan jauh hari, bukan pas H-1 jam keberangkatan. Bahkan di lapangan, visa belum dipegang jemaah dengan alasan dibagikan di bandara. Suasana langsung ricuh, Mbah Bolong juga dengan nada tinggi meminta pertanggungjawaban pihak Muslimat yang ikut membawa jemaah,” tegas Widi saat dikonfirmasi.

Dampak dari kekacauan di Jombang ini membuat jemaah yang sudah terlanjur tiba di Bandara Juanda menolak diterbangkan karena ketiadaan pendamping resmi dan ketidakpastian akomodasi selama berada di Tanah Suci.

Koper Diturunkan Otobus akibat Travel Menunggak Pembayaran

Kekacauan tidak berhenti pada urusan dokumen penerbangan. Sebanyak 5 hingga 6 armada bus yang disewa untuk mengangkut jemaah dari Jombang menuju Surabaya secara mendadak menurunkan seluruh koper jemaah dari bagasi secara sepihak.

Pihak penyedia jasa transportasi menolak melayani pemberangkatan karena operasional armada belum dilunasi oleh PT Annisa Ahmada Travelindo. Kru bus merasa turut menjadi korban penipuan atas ketidakjelasan komitmen pembayaran dari pihak manajemen travel.

Guna menghindari tindakan amuk massa yang makin memanas, pengurus travel langsung diamankan dan dibawa ke Polres Jombang untuk menjalani pemeriksaan menyeluruh.

Klaim Miskomunikasi Aparat dan Janji Keberangkatan Bertahap

Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Magribi Agung Saputra, membenarkan adanya insiden dan proses mediasi antara jemaah dengan manajemen PT Annisa Ahmada Travelindo di Mapolres Jombang. Pihak kepolisian menyatakan masalah tersebut telah diselesaikan dan mengklaim ketegangan terjadi akibat miskomunikasi semata.

“Permasalahan tersebut sudah clear, hanya terjadi miskomunikasi saja antara pihak travel dengan calon jemaah. Pihak travel sudah menyampaikan kalau pemberangkatan dilakukan secara step by step dan mereka mampu memberangkatkan seluruh jemaah,” kata AKP Magribi.

Pasca-mediasi, para jemaah diminta berkumpul kembali di Masjid Moeldoko usai waktu Magrib untuk diberangkatkan menuju transit hotel di Surabaya, sambil menunggu penyelesaian visa dan tiket penerbangan bertahap ke Arab Saudi.

Meski kepolisian menyebut situasi telah terkendali, publik dan keluarga korban mendesak aparat penegak hukum serta Kementerian Agama untuk mengusut tuntas legalitas operasional, kewajaran pungutan biaya tambahan, serta dugaan penyalahgunaan dana jemaah agar kejadian serupa tidak berulang.

Tim Redaksi

Berita Terkait

Polisi Temukan Pesta Miras saat Razia Cafe dan Tempat Hiburan Malam di Pacitan
Kawal Asta Cita Presiden Prabowo, Kompolnas Dan Laskar Prabowo 08 DPD Sumatera Utara Desak Kapolda Sumut Dan Jajaran Tindak Lanjuti Dengan Tegas Dugaan Pungli Oknum Penyidik Polres Batubara
Rutan Kelas I Medan Gagalkan Dugaan Penyelundupan Sabu dan Ekstasi Melalui Layanan Kunjungan
Persiapan Kerja Satgas TMMD ke 130 Kodim 0209/Labuhanbatu Pastikan Aman
Satgas TMMD ke 130 Kodim 0209/Labuhanbatu Pastikan Keselamatan Kerja.
Apel Pagi Satgas TMMD Ke-130, Serma Ngadiono Tekankan Target Pembangunan, Kualitas dan Keselamatan Kerja.
Ciptakan Rasa Aman , Babinsa Purwantoro Amankan Kejuaraan Voli
PROYEK JALAN LINGKUNGAN Rp189,76 JUTA DI LEBAKWANGI DISOROT

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:51 WIB

Dukung Swasembada Nasional, Pemkab Karo Siap Akselerasi Pengembangan Kawasan Bawang Putih 2026 – 2027

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:51 WIB

Pemkab Karo Dukung Jaksa Sahabat Pendidik, Perkuat Pencegahan Penyimpangan Anggaran Sekolah

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 20:31 WIB

Bupati Karo Hadiri Gala Premier Film Djamin Setia Selamanya

Rabu, 23 September 2026 - 20:35 WIB

BRI Medan Iskandar Muda Serahkan Ambulans untuk Perkuat Layanan Kesehatan Kodaeral I Belawan

Selasa, 22 September 2026 - 07:42 WIB

BRI Medan Sisingamangaraja Meriahkan Consumer Expo 2026 Medan Hadirkan Judika, Tawarkan Solusi Finansial Lengkap

Jumat, 18 September 2026 - 21:45 WIB

Bupati Karo Hadiri Rakor Penguatan Tata Kelola Pemerintahan dan Pencegahan Korupsi

Kamis, 27 Agustus 2026 - 21:53 WIB

Ombudsman RI Ajak Masyarakat Berpartisipasi Dalam Penilaian Maladministrasi Pelayanan Publik 2026

Rabu, 19 Agustus 2026 - 11:52 WIB

Personel Resimen Hanud 1 Pasgat Gelar Bakti Sosial, Bagikan Makanan Gratis kepada Lansia

Berita Terbaru