Nasionaldetik.com – Lampung Selatan – Camat Sidomulyo, Frans Sinatra Adung, S.P., M.M., mengunjungi Pondok Pesantren dan SMP Islam Terpadu (IT) Muhammad Al-Fatih di Desa Budidaya, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan, Rabu (22/7/2026). Kunjungan tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah terhadap pengembangan pendidikan berbasis agama di wilayah setempat.
Dalam kunjungan itu, Frans Sinatra didampingi Anggota DPRD Lampung Selatan Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Agus Sartono. Keduanya disambut pimpinan pondok pesantren, para asatidz, serta puluhan santri.
Selain meninjau fasilitas belajar, rombongan juga berdialog dengan para santri dan memberikan motivasi agar terus semangat menuntut ilmu serta menjadi generasi yang berakhlak mulia dan berprestasi.
“Pendidikan pesantren dan sekolah Islam terpadu punya peran penting mencetak generasi yang berakhlak dan berprestasi. Saya hadir di sini bersama Pak Agus Sartono sebagai bentuk dukungan nyata,” kata Frans Sinatra.
Usai melaksanakan salat Zuhur berjamaah bersama para santri yang mayoritas merupakan anak yatim dan kaum duafa, Frans meninjau lingkungan pondok. Ia mengapresiasi kebersihan lingkungan serta kelengkapan fasilitas yang dimiliki pesantren.
“Setelah salat Zuhur berjamaah bersama santri yang memiliki latar belakang anak yatim dan kaum duafa, saya meninjau pondoknya. Lingkungannya bersih serta fasilitasnya cukup lengkap dan bagus,” ujarnya.
Frans juga memberikan apresiasi kepada pengasuh dan para guru yang dinilai telah mendidik santri dengan penuh dedikasi. Menurutnya, keberadaan Pondok Pesantren dan SMP IT Muhammad Al-Fatih memiliki peran strategis dalam membentuk karakter masyarakat yang lebih baik.
Ia menyebut, lembaga pendidikan yang didirikan Alex Budi Santoso tersebut memberikan layanan pendidikan secara gratis sebagai bentuk kepedulian sosial.
“Insyaallah, untuk kebaikan pemerintahan kecamatan maupun pemerintah kabupaten akan selalu mendukung. Pak Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, juga sangat mendukung hal-hal yang bersifat positif, terlebih yang berkaitan dengan pendidikan berbasis agama seperti ini,” pungkasnya. (*)

























