“Kades Ultimatum Mitra Kenes Soal Gaji Petani”

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Selasa, 18 November 2025 - 14:37 WIB

50122 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nasional detik.com — Demi memastikan hak-hak petani tidak terabaikan, Kepala Desa Sinamanenek H. Abdoel Rachman mengeluarkan surat resmi permintaan percepatan pembayaran gaji petani anggota Koperasi KENES yang seharusnya dibayarkan pada 10 November 2025, namun hingga kini tak kunjung direalisasikan.

Rachman menegaskan bahwa surat itu diterbitkan karena para petani belum menerima gaji sepeserpun, dan Pemerintah Desa tidak dapat lagi menoleransi kelalaian mitra usaha.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami menghimbau dan menegaskan agar pihak Koperasi Kenes maupun CV Elsa segera membayarkan gaji petani. Pemerintah Desa meminta penggajian dilaksanakan Rabu, 19 November 2025, secara manual, tanpa alasan tambahan apa pun,” tegas Kepala Desa Sinamanenek.

*Keterlambatan Pembayaran Diakui Sekretaris Kenes*

Parman, Sekretaris Koperasi Kenes, membenarkan adanya tunggakan gaji. Ia menjelaskan bahwa keterlambatan terjadi karena CV Elsa selaku mitra belum mentransfer dana hasil produksi ke rekening koperasi.

“Seluruh hasil produksi masuk ke rekening CV Elsa. Setelah itu baru ditransfer ke KENES. Sampai hari ini, uang gaji belum ditransfer oleh CV Elsa, sehingga belum bisa kami bayarkan kepada petani,” terang Parman.

*CV Elsa Mengaku Ragu Bayar, Alasan Dinilai Keliru*

Sementara itu, Khairuddin Siregar, pemilik CV Elsa, mengakui bahwa pihaknya memang belum melakukan pembayaran. Ia beralasan pihaknya ragu karena mempertimbangkan kondisi keamanan dan kenyamanan di lokasi.

“Kami butuh keamanan dan kenyamanan di lokasi sebagai pengelola. Itu saja kendalanya kenapa pembayaran masih tertahan,” ujar Khairuddin.

Namun pernyataan itu langsung dibantah Parman. Menurutnya, kondisi di lapangan aman dan tidak ada gangguan apapun, sehingga alasan CV Elsa dianggap tidak masuk akal.

“Lokasi baik-baik saja. Tidak ada masalah keamanan. Kalau itu alasannya, berarti pihak CV Elsa salah tafsir. Kami minta pembayaran segera direalisasikan,” tegas Parman.

Keterlambatan ini memicu keresahan di kalangan petani, dan Pemerintah Desa menegaskan tidak akan tinggal diam. Ultimatum resmi telah dikeluarkan dan petani menunggu realisasinya.

Tim Redaksi Pajar Saragih

Berita Terkait

Warga Lingkungan IX Geruduk Kantor Walikota
Kendaraan Dinas Harus Prima! Kodim Boyolali Jalani Pemeriksaan Ketat dari Paldam Diponegoro
Cara Jurnalistik TMMD Reg 128 Kodim Sragen Dapat Berita di Lokasi TMMD Reg Kodim Sragen. 
Atasi Krisis Air Bersih di Bengkalis, Satgas TMMD Berjibaku Bikin Sumur Bor
Pengadilan Tinggi Diminta Tegas Usut Hakim Subai,Putusan Prapid 41 Melanggar Aturan
*Talud Sepanjang 150 M Telah Rampung Dikerjakan*
Hangat Dan Penuh Kebersamaan, Babinsa Pracimantoro Perkuat Sinergi Dengan Warga Desa Glinggang
Diduga ada setoran ke Oknum APH,PETI di sungai Landak desa pak manyam Beroperasi tanpa Hambatan

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 18:50 WIB

Kendaraan Dinas Harus Prima! Kodim Boyolali Jalani Pemeriksaan Ketat dari Paldam Diponegoro

Kamis, 30 April 2026 - 18:37 WIB

Cara Jurnalistik TMMD Reg 128 Kodim Sragen Dapat Berita di Lokasi TMMD Reg Kodim Sragen. 

Kamis, 30 April 2026 - 17:44 WIB

Atasi Krisis Air Bersih di Bengkalis, Satgas TMMD Berjibaku Bikin Sumur Bor

Kamis, 30 April 2026 - 17:38 WIB

Pengadilan Tinggi Diminta Tegas Usut Hakim Subai,Putusan Prapid 41 Melanggar Aturan

Kamis, 30 April 2026 - 17:38 WIB

*Talud Sepanjang 150 M Telah Rampung Dikerjakan*

Kamis, 30 April 2026 - 17:31 WIB

Hangat Dan Penuh Kebersamaan, Babinsa Pracimantoro Perkuat Sinergi Dengan Warga Desa Glinggang

Kamis, 30 April 2026 - 16:58 WIB

Diduga ada setoran ke Oknum APH,PETI di sungai Landak desa pak manyam Beroperasi tanpa Hambatan

Kamis, 30 April 2026 - 16:52 WIB

Diduga Penyaluran BBM Tak Sesuai Prosedur, APMS di Nanga Semangut Disorot

Berita Terbaru