Pernyataan Keras Kasihhati : Mark Up, Kongkalikong, Kebijakan Sewenang-wenang — Ini Bukti Integritas PLN Sudah Mati!

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Sabtu, 13 Juni 2026 - 19:21 WIB

5080 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nasionaldetik.com,—- Di tengah gelombang aksi demonstrasi ratusan massa yang berlangsung di Kantor Pusat PLN dan Gedung KPK beberapa hari lalu, Ketua Umum Perempuan Tangguh Nuasantara (PTN) Dra. Kasihhati memberikan pernyataan tegas, keras dan tanpa kompromi saat ditemui wartawan di kediamannya, di Jakarta, sabtu (13/6).

Ia menyatakan dukungan sepenuhnya terhadap tuntutan aksi massa, sekaligus kembali melontarkan kritik tajam yang menyentuh akar permasalahan krisis di tubuh perusahaan listrik negara tersebut.

“Apa yang terjadi di PLN saat ini bukan lagi sekadar kesalahan manajemen biasa — ini adalah penjarahan besar-besaran yang terstruktur, sistematis, dan berkedok jabatan! Coba lihat datanya: sejak Darmawan Prasodjo menjabat Dirut pada 2021, kerugian melonjak terus tanpa henti: Rp28,1 triliun, lalu Rp36,7 triliun, Rp42,9 triliun, Rp48,3 triliun, Rp51,2 triliun, dan kini diprediksi menembus lebih dari Rp55 triliun di tahun 2026. Angka ini bukan kebetulan, tapi bukti nyata bahwa aset negara dijadikan sapi perah untuk mengisi kantong segelintir orang saja!” tegas Kasihhati geram.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, peristiwa pemadaman total atau blackout yang melumpuhkan seluruh wilayah Sumatera beberapa bulan lalu adalah tanda paling nyata runtuhnya tanggung jawab manajemen Perusahaan Listrik Negara.

“Blackout itu bukan kecelakaan teknis yang tak terduga ! Itu adalah akibat kelalaian berat, bahkan patut diduga ada unsur kesengajaan akibat sistem yang sudah korup dari akarnya. Bagaimana mungkin sistem pengamanan otomatis yang seharusnya menjaga pasokan listrik gagal total? Ini membahayakan nyawa rakyat, menghentikan perekonomian daerah, tapi tidak ada satu pun pertanggungjawaban yang jelas dari pucuk pimpinan PLN!” tukas Kasihhati.

Ia semakin meluapkan kemarahannya saat menyinggung dugaan penyelewengan dana yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat.

“Yang paling menjijikkan dan tak berperikemanusiaan: di tengah rakyat merana karena beban ekonomi makin berat dan harga kebutuhan melonjak, justru tercium bau busuk korupsi pada dana Tanggung Jawab Sosial (CSR)! Dana yang harusnya meringankan penderitaan masyarakat, malah diduga dikorupsi lewat modus proyek fiktif, penggelembungan anggaran, dan kongkalikong dengan pihak vendor serta oknum internal PLN.”Itub adalah kejahatan kejam yang menginjak-injak hak hidup rakyat kecil demi keserakahan pribadi!” tandasnya.

Dra. Kasihhat secara tegas menyatakan dukungannya terhadap seluruh tuntutan yang disampaikan dalam aksi mahasiswa beberapa hari lalu.

“Kami berdiri tegak sepenuhnya bersama massa aksi! Segera copot dan periksa secara menyeluruh Dirut Darmawan Prasodjo tanpa kompromi sedikit pun! Usut tuntas dugaan keterlibatannya di balik terjadinya pemadaman besar di Sumatera itu. Copot juga Direktur SDM Yusuf Didi Setiarto yang bertindak sewenang-wenang memberhentikan kepala PLN daerah secara mendadak dan sepihak tanpa prosedur yang sah — ini bukti kekuasaan disalahgunakan untuk melindungi lingkaran sendiri. Dan yang tak kalah penting: lakukan audit independen yang terbuka, menyeluruh, dan bisa dipertanggungjawabkan terhadap seluruh pengelolaan dana CSR serta anggaran pengadaan barang dan jasa. Jangan biarkan satu rupiah hasil jerih payah rakyat lenyap begitu saja!”

Di akhir wawancara, Ketum Perempuan Tangguh Nusantara juga melontarkan ultimatum keras yang ditujukan kepada KPK, Kementerian BUMN, serta jajaran pimpinan PLN.

“Ingat baik-baik! Kemarahan rakyat yang meluap belakangan ini bukan lagi gertakan kosong, karenanya harus ada tindakan nyata, tegas, dan bukan sekadar janji manis di atas kertas, maka kami mengultimatum agar terduga pencuri kekayaan negara dilingkup PLN dapat diusut, agar keadilan benar-benar ditegakkan ! Jangan pernah meremehkan kekuatan rakyat yang sudah lama diperas dan dibohongi!” pungkasnya.

(Redaksi/Tim)

 

Berita Terkait

*Komandan Pussiberad Berikan Kuliah Umum di STHM, Bahas Peran Strategis Sarjana Hukum di Era Perang Kognitif dan Ancaman Digital*
Pererat Silaturahmi dan Kedamaian Bangsa, jombang Bersama Ulama dan Sesepuh Pesantren Hadiri Istigosah & Sholawat Muktamar NU
Pacu Jalur Kuansing 2026 Resmi Dibuka, Danrem 031/WB Dukung Pelestarian Budaya Melayu
Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Cek Langsung Penanganan Karhutla di Kerumutan
Kasihhati Hadiri Pelantikan Pejabat Manajerial dan Non Manajerial Pada UPT Pemasyarakatan Sumsel
Dandim 0206/Dairi Ingatkan Prajurit: Keluarga Menunggu, Disiplin dan Kesiapsiagaan Jangan Diabaikan
‎LANGKAH PERTAMA MENUJU LAUT PENGABDIAN: KODAERAL I TEGAKKAN SELEKSI YANG BERSIH DAN TRANSPARAN ‎
Jajaran Kodam XIX/Tuanku Tambusai Perkuat Sinergi Hadapi Ancaman Pertahanan Negara

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 22:28 WIB

*Komandan Pussiberad Berikan Kuliah Umum di STHM, Bahas Peran Strategis Sarjana Hukum di Era Perang Kognitif dan Ancaman Digital*

Kamis, 20 Agustus 2026 - 20:26 WIB

Pacu Jalur Kuansing 2026 Resmi Dibuka, Danrem 031/WB Dukung Pelestarian Budaya Melayu

Kamis, 20 Agustus 2026 - 19:48 WIB

Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Cek Langsung Penanganan Karhutla di Kerumutan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 15:57 WIB

Kasihhati Hadiri Pelantikan Pejabat Manajerial dan Non Manajerial Pada UPT Pemasyarakatan Sumsel

Kamis, 20 Agustus 2026 - 15:36 WIB

Dandim 0206/Dairi Ingatkan Prajurit: Keluarga Menunggu, Disiplin dan Kesiapsiagaan Jangan Diabaikan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 15:23 WIB

‎LANGKAH PERTAMA MENUJU LAUT PENGABDIAN: KODAERAL I TEGAKKAN SELEKSI YANG BERSIH DAN TRANSPARAN ‎

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:29 WIB

Jajaran Kodam XIX/Tuanku Tambusai Perkuat Sinergi Hadapi Ancaman Pertahanan Negara

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:21 WIB

Babinsa Serda Guntur Jadi Danup Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Kecamatan Sitinjo

Berita Terbaru