Ketua Garuda Perak Kebumen: Pengelola Dapur MBG ‘Makan Riba’ dengan Sunat Jatah Siswa

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Sabtu, 15 November 2025 - 09:53 WIB

50523 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nasionaldetik.com,— 15 November 2025 Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kebumen yang seharusnya menjadi benteng pemenuhan nutrisi bagi anak didik, kini diterpa tudingan skandal memalukan. Garuda Perak Kebumen melempar kecaman keras, menuding para pemilik dan pengelola Dapur MBG melakukan praktik ‘memakan riba’ alias tindakan curang dengan secara sengaja mengurangi takaran dan menyunat jatah makanan yang menjadi hak penuh siswa.

Ketua Garuda Perak Kebumen, Sujud Sugiarto, tidak ragu menggunakan diksi yang menghantam. Ia menyamakan tindakan pengurangan jatah makanan anak dengan dosa besar penipuan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Siapapun yang berbisnis tapi suka mengurangi takaran atau timbangan, sama saja memakan riba. Ini berlaku bagi pemilik atau pengelola Dapur MBG yang ‘hobi’ mengurangi jatah siswa penerima MBG,” tegas Sujud Sugiarto dalam pernyataan persnya.

Ia menyoroti bahwa tindakan ini adalah kejahatan moral dan material, karena merampas hak nutrisi anak-anak sekolah yang seharusnya menjadi prioritas tumbuh kembang.

Dugaan kecurangan ini bukan isapan jempol. Garuda Perak membeberkan bukti berupa foto-foto jatah makanan yang disajikan kepada siswa, yang secara visual menunjukkan ketidaksesuaian parah dengan standar anggaran yang ditetapkan.

Menu MBG seharusnya dianggarkan Rp 10.000 per anak dan wajib menyajikan dua jenis lauk pendamping yang memadai. Namun, foto yang beredar menampilkan porsi yang jauh dari standar layak:

– Nasi dengan porsi standar.
– Sayuran/Asinan yang disajikan dalam porsi sangat kecil.
– Hanya satu jenis lauk utama (misalnya, satu potong tahu tempe ukuran minimalis).
– Lauk tambahan yang disajikan sangat minim dan dipertanyakan nilainya (seperti hitungan jari butir telur puyuh atau bakso kecil).

“Kualitas dan kuantitas ini jauh dari kata ‘bergizi’. Anggaran Rp 10.000 itu untuk menjamin masa depan gizi anak, bukan untuk memperkaya oknum dengan memotong hak anak yatim piatu!” seru Sujud Sugiarto dengan nada tinggi.

Pernyataan paling menghujam disampaikan Sujud Sugiarto saat mengecam mentalitas para oknum yang terlibat. Ia menyayangkan orang yang sudah berstatus ekonomi mapan (“wong sugih-sugih”) masih tega merampas hak anak.

“Oknum sudah kaya raya, tapi hobinya nyopet, ngutil, nguntet jatah siswa penerima MBG. Ini adalah perilaku kriminal ringan yang menghancurkan moral dan masa depan anak-anak. Kami menuntut keadilan! Di mana hati nurani para pengusaha katering ini?” kecamnya.

Garuda Perak Kebumen mendesak agar Pemerintah Daerah (Pemda) Kebumen dan aparat penegak hukum segera bertindak. Mereka menuntut:

– Audit Mendalam dan Forensik: Investigasi menyeluruh terhadap semua Dapur MBG di Kebumen, membandingkan anggaran, bahan baku, dan hasil hidangan yang disajikan.

– Transparansi Anggaran: Pembukaan detail penggunaan anggaran MBG kepada publik.

– Tindak Tegas Sesuai Hukum: Oknum mana pun yang terbukti menyunat anggaran atau mengurangi takaran wajib diproses hukum, tidak hanya dicabut izin usahanya.

“Kami meminta Pemda tidak menutup mata. Jangan korbankan gizi dan masa depan anak hanya demi keuntungan pribadi yang haram! Penegakan hukum harus diutamakan!” pungkas Sujud Sugiarto.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dapur MBG yang dituding dan Pemerintah Daerah Kebumen terkait dugaan skandal ini belum memberikan tanggapan resmi atas tudingan keras yang dilayangkan oleh Garuda Perak Kebumen. Redaksi akan terus mengupayakan konfirmasi untuk memenuhi asas keberimbangan berita.

Tim-Prima

Berita Terkait

DITUDUH TPPU, GUS YAZID BONGKAR KETERLIBATAN OKNUM PEJABAT TINGGI TNI: “SAYA DIKORBANKAN!”
Diduga Cemarkan Marwah Institusi, Oknum Satlantas Polres Kudus Disorot: Booking Perempuan di Hotel Diduga Kenakan Seragam Dinas hingga Pinjam Uang
Aspal Baru TMMD Hadirkan Harapan dan Senyum Warga Desa Krangean
Kebersamaan di Balik Pengecoran Jalan, Satgas TMMD dan Warga Sarapan Bersama di Tengah Sawah
Danrem 071/Wijayakusuma Tinjau TMMD Reguler di Purbalingga, Pastikan Program Tepat Sasaran dan Menyentuh Warga
TNI Hadir untuk Negeri, Rehab Panti Asuhan, Tanamkan Wasbang hingga Wujudkan Air Bersih bagi Anak-anak
Tanggapi Kekerasan Seksual di Pesantren Pati, PNIB : Pentingnya Deteksi Dini Potensi Ajaran Sesat Sebelum Kejadian
Nasi Kebuli Autentik Ala ‘Umah Fitri : Rasa Mewah, Harga Ramah di Kantong Manjakan Lidah

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:46 WIB

Pembina DPD IWO-IKabtang Monitor Sampah yang Menggunung; Mencerminkan Lemahnya Rensponsip Pemerintah.

Selasa, 26 Mei 2026 - 07:29 WIB

Apresiasi Tinggi Kinerja Sat Reskrim Polres Tanggamus, Lpakn RI Projamin Dan Forum Wartawan Limau Bersatu: Kinerja Gemilang Dalam Pemberantasan Kejahatan

Selasa, 26 Mei 2026 - 07:28 WIB

Aset Disita Paksa, PT Citra Aryaguna dan Elisabeth Louise Coreta Tak Berkutik Pasca-Putusan Inkrah MA

Senin, 25 Mei 2026 - 21:11 WIB

Bakti Sosial IPeKB Provinsi Banten Tahun 2026 Salurkan Bantuan GENTING bagi Keluarga Berisiko Stunting di Kecamatan Balaraja

Senin, 25 Mei 2026 - 21:08 WIB

Satu Tahun Zakiyah–Najib, 3.118 Siswa dan 253 Guru Terima Beasiswa

Senin, 25 Mei 2026 - 15:49 WIB

Kabag SDM Polres Tulungagung Monitoring Tanaman Jagung di Desa Bendungan*

Senin, 25 Mei 2026 - 09:29 WIB

TANGKAP MAFIA BAJINGAN ANGGARAN : Sengkarut Anggaran Kendaraan Dinas Musi Rawas Utara: Pemborosan Rp1,8 Miliar Akibat Kelalaian Berjamaah,

Senin, 25 Mei 2026 - 07:10 WIB

KH Imam Jazuli Siapkan Revolusi Tranformatif 5.000 Pesantren, Pengasuh dari 34 Provinsi Digembleng Sepanjang 2026

Berita Terbaru