Pakpak Bharat, Nasionaldetik.com
– Guna memastikan kebutuhan petani tetap terpenuhi, Babinsa Koramil 07/Salak Kodim 0206/Dairi, Serda Julianto Manik, melaksanakan pengecekan stok pupuk subsidi di Kios Pupuk UD Buah Tani milik Menda Banurea yang berada di Desa Boangmanalu, Kecamatan Salak, Kabupaten Pakpak Bharat, Selasa (14/7/2026). Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk pengawasan terhadap ketersediaan pupuk sekaligus memastikan penyalurannya berjalan sesuai ketentuan pemerintah.
Dalam kegiatan itu, Serda Julianto Manik berdialog langsung dengan pemilik kios untuk memperoleh informasi mengenai kondisi stok pupuk subsidi, harga jual, serta kebutuhan petani di wilayah tersebut. Pengecekan ini bertujuan memastikan ketersediaan pupuk, mengawasi penyaluran agar tepat sasaran kepada kelompok tani, serta memastikan harga jual di tingkat pengecer tidak melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
Berdasarkan hasil pemantauan, stok pupuk subsidi jenis NPK Phonska masih tersedia sebanyak 50 sak dengan harga Rp90 ribu per sak dan dalam waktu dekat akan ditebus oleh kelompok tani. Sementara itu, pupuk subsidi jenis Urea masih dalam kondisi kosong karena menunggu pasokan berikutnya. Meski demikian, berbagai jenis obat-obatan pertanian yang dibutuhkan petani dipastikan tersedia lengkap di kios tersebut. Kios Pupuk UD Buah Tani melayani empat kelompok tani, yakni Poktan Jojong, Poktan Uruk Deas, Poktan Sosor, dan Poktan Lae Mbalno.
Serda Julianto Manik mengatakan, pengawasan rutin yang dilakukan Babinsa merupakan bentuk kepedulian TNI AD dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Menurutnya, distribusi pupuk subsidi harus benar-benar diterima oleh petani yang berhak sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan hasil pertanian. Ia juga mengingatkan pemilik kios agar tetap mematuhi ketentuan penyaluran dan menjual pupuk subsidi sesuai HET yang berlaku.
Secara terpisah, Danramil 07/Salak Kapten Inf A. F. Sagala menegaskan bahwa Babinsa akan terus melakukan pemantauan terhadap distribusi pupuk subsidi di wilayah binaannya. Langkah tersebut bertujuan mencegah terjadinya kelangkaan, penyimpangan penyaluran, maupun permainan harga yang dapat merugikan petani. “Kami ingin memastikan pupuk subsidi benar-benar tersedia, disalurkan tepat sasaran, dan dapat dimanfaatkan petani untuk mendukung peningkatan produksi pertanian serta memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Pakpak Bharat,” tegasnya. (Nur Kennan Tarigan)
Sumber: Prajurit Pena

























