KH Abdul Salam Shohib: Figur Muda Progresif yang Ingin Mengembalikan PBNU sebagai Penjaga Moral Bangsa

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Minggu, 5 Juli 2026 - 18:48 WIB

5028 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

oleh Imam Baehaqi

Nasionaldetik.com,,— 05 Juli 2026
Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 tinggal menghitung hari, tepatnya 1-5 Agustus depan disepakati akan digelar. Walaupun lokasi Muktamar belum ditentukan, tapi dinamika bursa calon Ketua Umum PBNU semakin menghangat. Di antara sejumlah nama yang muncul, KH Abdussalam Shohib atau yang akrab disapa Gus Salam menjadi salah satu figur yang menarik perhatian. Selain berasal dari trah pendiri NU, ia juga dikenal sebagai kiai muda yang aktif menyampaikan pandangan kritis terhadap berbagai persoalan sosial, kebangsaan, dan kehidupan warga nahdliyin.

Secara genealogis, Gus Salam merupakan cucu dari KH Bisri Syansuri, salah seorang muassis (pendiri) NU sekaligus Rais Aam PBNU yang memiliki kontribusi besar dalam sejarah organisasi. Latar belakang tersebut memberinya legitimasi historis sekaligus tanggung jawab moral untuk menjaga nilai-nilai yang diwariskan para ulama pendiri NU.

Namun, modal utama Gus Salam bukan semata-mata faktor keturunan. Ia dikenal sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar, Jombang, yang aktif menyampaikan pandangan mengenai persoalan umat, tata kelola organisasi, hingga berbagai kebijakan publik yang berdampak terhadap kehidupan masyarakat kecil.

Di tengah situasi ketika sebagian elite organisasi keagamaan dinilai lebih berhati-hati atau memilih diam terhadap berbagai persoalan sosial, Gus Salam justru tampil dengan keberanian menyampaikan kritik. Dalam berbagai kesempatan, ia menegaskan bahwa NU tidak boleh kehilangan fungsi moralnya sebagai penyeimbang kekuasaan. Menurut pandangannya, organisasi sebesar NU harus tetap berpihak kepada masyarakat yang lemah, memperjuangkan keadilan sosial, serta menyampaikan kritik apabila terdapat kebijakan yang dinilai merugikan rakyat. Pandangan tersebut sekaligus menegaskan cita-citanya untuk mengembalikan NU sebagai kekuatan civil society yang independen, kritis, dan tetap menjaga jarak yang proporsional dengan kekuasaan.

Kepekaan sosial menjadi salah satu karakter yang melekat pada sosok Gus Salam. Berbagai pernyataannya menunjukkan perhatian terhadap kondisi petani, nelayan, pelaku usaha kecil, masyarakat desa, hingga kelompok-kelompok yang menghadapi kesulitan akibat berbagai kebijakan publik. Sikap tersebut dipandang sebagian kalangan sebagai bentuk keberpihakan terhadap kaum mustadh’afin yang sejak awal menjadi salah satu ruh perjuangan para ulama NU.

Selain kritis, Gus Salam juga dikenal memiliki cara berpikir yang progresif. Baginya, kemajuan NU tidak cukup hanya dengan memperkuat tradisi keilmuan pesantren, tetapi juga harus diiringi kemampuan membaca perubahan zaman, memperkuat pendidikan, ekonomi umat, tata kelola organisasi, serta memperluas partisipasi generasi muda dalam kepemimpinan.

Dalam konteks organisasi, Gus Salam juga beberapa kali mengingatkan pentingnya menjaga independensi pelaksanaan Muktamar NU agar benar-benar menjadi forum permusyawaratan warga Nahdliyin tanpa intervensi kepentingan politik praktis. Menurutnya, proses demokrasi organisasi yang sehat akan menentukan kualitas kepemimpinan NU lima tahun ke depan.

Dari sisi administratif, Gus Salam juga telah diberitakan memenuhi persyaratan sebagai bakal calon Ketua Umum PBNU sebagaimana ketentuan kaderisasi yang diatur dalam peraturan organisasi. Hal ini membuat namanya semakin diperhitungkan dalam bursa kepemimpinan PBNU.

Tentu saja, penilaian bahwa Gus Salam merupakan figur paling tepat memimpin PBNU merupakan ranah opini dan pilihan politik para muktamirin. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa keberaniannya menyampaikan kritik, kepeduliannya terhadap persoalan masyarakat, latar belakang pesantren yang kuat, serta garis keturunan sebagai cucu KH Bisri Syansuri menjadikannya salah satu tokoh muda yang memberi warna tersendiri dalam kontestasi Muktamar NU 2026.

Ke depan, tantangan terbesar NU bukan hanya menjaga tradisi keilmuan dan dakwah Ahlussunnah wal Jamaah, tetapi juga mengembalikan kepercayaan masyarakat bahwa NU tetap menjadi penjaga moral bangsa, pembela rakyat kecil, sekaligus kekuatan masyarakat sipil (civil society) yang mampu menyuarakan keadilan di tengah perubahan zaman. Gagasan inilah yang menjadi salah satu narasi utama yang dibawa Gus Salam dalam perjalanan menuju Muktamar NU ke-35.

Tim Redaksi

Berita Terkait

Proyek Panas Bumi Suoh–Sekincau Bersinggungan dengan TNBBS, Perlindungan Ekologi dan Status Warisan Dunia Jadi Sorotan
Gus Kikin dan Harapan Kepemimpinan PBNU yang Teduh, Moderat, dan Keberanian Kembali ke Khittah
BEM PTNU : PT ANTAM Pongkor Harus Dievaluasi: Keselamatan Rakyat, Kelestarian Lingkungan, dan Keadilan Sosial Tidak Boleh Dikorbankan.
Pemkab Deli Serdang Bersama, Kementerian PKP Matangkan Program 3 Juta Rumah, Lahan di Percut Sei Tuan Disurvei
MEMBACA ARAH POLITIK KIAI MAKRUF AMIN DAN KIAI IMAM JAZULI MENJELANG MUKTAMAR NU KE-35
Menimbang Tempat Muktamar NU di Cirebon
Lewat Obrolan Hangat di Kios Ponsel, Babinsa Perkuat Silaturahmi dengan Warga Pakpak Bharat
Bersama Kuasa Hukum , Ibu Bupati Gowa Laporkan Saksi Hak Angket DPRD Gowa

Berita Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 22:41 WIB

Kolaborasi Seni Tradisional dan Modern Pukau Warga Polatebu Kecamatan Kutabuluh di Acara Kerja Tahun

Minggu, 5 Juli 2026 - 22:23 WIB

Sinergi TNI dan Warga, Koramil 05/Payung Patroli Objek Vital dan Pantau Situasi Wilayah

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:19 WIB

Patroli Skala Besar Polsek Tigapanah Sasar Titik Rawan, Cegah Tawuran dan Balap Liar

Sabtu, 4 Juli 2026 - 23:27 WIB

Bentuk Tim Cobra, Kasat Reskrim Baru Polres Karo Pimpin Ungkap Kasus Menonojol Penganiayaan Berat Sebabkan Kematian

Sabtu, 4 Juli 2026 - 23:17 WIB

Kejutan HUT Bhayangkara ke-80 Warnai Mako Polsek Laubaleng, Sinergi TNI-Polri dan Forkopimcam Semakin Kokoh

Sabtu, 4 Juli 2026 - 23:03 WIB

Polsek Kutabuluh Kawal Guro-Guro Aron, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Pesta Tahunan

Kamis, 2 Juli 2026 - 23:50 WIB

Pertanyakan Kepastian Hukum, Massa Laskar Merah Putih Gelar Aksi Damai di Polres Karo

Kamis, 2 Juli 2026 - 23:12 WIB

Kejutan Dari Forkopimcam Warnai Perayaan HUT Bhayangkara ke-80 di Polsek Tigabinanga

Berita Terbaru

ASAHAN

Warga Asahan Pasang Spanduk Tolak Aktivitas PMI

Minggu, 5 Jul 2026 - 21:47 WIB