Pembina DPD IWO-IKabtang Monitor Sampah yang Menggunung; Mencerminkan Lemahnya Rensponsip Pemerintah.

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:17 WIB

5039 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nasionaldetik.com,–– Persoalan sampah di Kabupaten Tangerang kembali memantik sorotan tajam publik. Di tengah besarnya anggaran daerah dan gencarnya narasi pelayanan kebersihan, fakta di lapangan justru memperlihatkan kondisi yang berbanding terbalik. Tumpukan sampah di wilayah Kecamatan Pasar Kemis dilaporkan tak kunjung diangkut meski keluhan masyarakat telah berulang kali disampaikan.

Ironisnya, persoalan tersebut terjadi di kawasan permukiman warga yang setiap hari dilalui masyarakat. Sampah terlihat menggunung di sekitar bangunan dan akses jalan lingkungan, memunculkan aroma menyengat serta menciptakan kesan kumuh yang dinilai mencederai wajah pelayanan publik Kabupaten Tangerang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi itu sontak menuai keprihatinan dari berbagai pihak. Pembina DPD Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWO-I) Kabupaten Tangerang, Ramliana Bangsa Shetra, bahkan turun langsung ke lokasi guna memastikan kondisi sebenarnya di lapangan.

Dari hasil pantauan langsung, penanganan sampah dinilai belum berjalan maksimal. Volume sampah terus bertambah sementara proses pengangkutan terkesan lamban dan tidak responsif terhadap keresahan masyarakat.

“Kami turun langsung agar persoalan ini tidak sekedar berhenti menjadi laporan adminstratif.fakta di lapangan menunjukkan sampah masih menumpuk dan belum di tangani secara serius.ini bukan persoalan kebersihan semata tetapi menyangkut kesehatan masyarakat, kualitas lingkungan, dan kredibilitas pelayanan publik, pemerintah daerah “ucap Ramliana,Selasa 26/05/26.

Lebih lanjut menurut Ramliana,fenomena tersebut menjadi tamparan keras bagi tata kelola kebersihan daerah. Di tengah meningkatnya kebutuhan pelayanan lingkungan, masyarakat justru dihadapkan pada persoalan klasik yang terus berulang tanpa penyelesaian konkret.

Padahal, Kabupaten Tangerang diketahui memiliki volume produksi sampah harian yang sangat tinggi. Pemerintah daerah melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) sebelumnya juga mengakui bahwa persoalan sampah membutuhkan armada, sistem distribusi, dan manajemen pengelolaan yang serius serta terukur.

Namun realita di lapangan memperlihatkan hal berbeda. Keluhan warga terus muncul, sampah tetap menumpuk, sementara respons penanganan dinilai belum mencerminkan kecepatan dan ketegasan pelayanan publik yang seharusnya hadir di tengah masyarakat.

Warga sekitar mengaku khawatir apabila kondisi tersebut terus dibiarkan. Selain menimbulkan bau tidak sedap, tumpukan sampah juga berpotensi memicu penyakit dan pencemaran lingkungan, terlebih memasuki musim hujan yang rawan genangan dan berkembangnya bakteri maupun limbah berbahaya,ujarnya.

DPD IWO-I Kabupaten Tangerang menilai persoalan sampah tidak boleh dipandang sebagai isu rutin yang dianggap biasa. Menurutnya, ketika masyarakat sudah resah namun sampah tetap tidak diangkut, maka publik berhak mempertanyakan keseriusan dan efektivitas sistem pengelolaan kebersihan daerah.

‘Kebersihan lingkungan jangan hanya menjadi slogan seremonial atau bahan pencitraan semata.ketika masyarakat terus mengeluh namun kondisi tetap di biarkan,maka yang di pertaruhkan bukan hanya kebersihan wilayah tetapi juga kepercayaan publik terhadap pemerintah “tegasnya.

Lanjut,sebagai organisasi profesi pers yang menjalankan fungsi kontrol sosial, IWO-I Kabupaten Tangerang menegaskan akan terus mengawal persoalan tersebut hingga terdapat tindakan nyata dari pihak terkait.

IWO-I juga meminta instansi berwenang tidak menutup mata terhadap kondisi yang terjadi di lapangan. Pengawasan, evaluasi sistem pengangkutan, serta respons cepat terhadap keluhan masyarakat dinilai menjadi langkah mendesak yang harus segera dilakukan sebelum persoalan semakin meluas.

Sebab pada akhirnya, pelayanan publik tidak diukur dari banyaknya program di atas kertas, melainkan dari sejauh mana masyarakat benar-benar merasakan kehadiran negara dalam menyelesaikan persoalan nyata di lingkungan mereka,tutupnya.

(Suprani IWO-I)

Berita Terkait

Sosok Hisar Rumapea, Dinilai Memiliki Kapabilitas dan Integritas Tinggi Sebagai Kasi Penegakan Hukum UPT Pengawasan Ketenagakerjaan Wilayah II Disnaker Sumut
Diduga Jadi Sarang Mafia BBM Subsidi, Aktivitas Mencurigakan di SPBU 14.202.113 Tanjung Mulia Terpantau Bebas Beroperasi
Polsek Candipuro Ungkap Curanmor di Trimomukti, Tiga Pelaku Ditangkap, Satu Buron
Kasus BBM Bersubsidi di Paluta, Klarifikasi Kapolres Tapanuli Selatan Dinilai Terkesan “Buang Badan” dan Anti Kritik Publik
KONFLIK AGRARIA DI LAMBAR, BUPATI : “HARUS DISELESAIKAN DAN MENDAPAT KEPASTIAN HUKUM”
Diduga Gunakan Solar Ilegal Polres Metro Bekasi Hentikan Proyek Irigasi SS Kalibutek Senilai Rp 43 Miliar di Sindangjaya
Satgas Yonif 123/Rajawali Bangun Lapangan Voli dan Bagikan Bola untuk Warga Kampung Wonggi
Peduli Kesehatan Untuk Saudara Kita di Ujung Timur Indonesia

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 16:50 WIB

Dandim 0617/Majalengka Pimpin Langsung Upacara Bendera di Makodim, Suasana Khidmat dan Penuh Makna

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:42 WIB

Persit KCK Cabang XXVIII Kodim 0617/Majalengka Gelar Olahraga Bersama, Perkuat Soliditas dan Kebugaran Keluarga Besar TNI

Rabu, 20 Mei 2026 - 13:02 WIB

Peringatan Harkitnas ke-118 di Majalengka: Kasdim Bacakan Amanat Menkomdigi soal Larangan Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun

Senin, 18 Mei 2026 - 09:51 WIB

SKANDAL APERATUR DESA PEMASOK SABUN CAIR BERACUN: Industri Kosmetik Ilegal di Majalengka Gurita ke Distributor MBG, APH Membisu?

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:39 WIB

Dandim 0617/Majalengka Hadiri Peresmian Operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Melalui Vicon

Sabtu, 16 Mei 2026 - 12:58 WIB

SND Perangkat Desa Mindi, Diduga Pasok Sabun Tanpa Izin Edar ke Program MBG: Keselamatan Anak Sekolah Terancam!

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:44 WIB

Bobroknya Tata Kelola Anggaran Majalengka: Pertemuan Tokoh Kritik Keras Pejabat yang Hanya Pentingkan Proyek “Bagi-Bagi Jatah”

Rabu, 13 Mei 2026 - 08:40 WIB

Skandal Sabun Ilegal “Mindi”: Produksi Kosan, Tanpa Izin BPOM, Hingga Dugaan Kongkalikong dengan Oknum Desa

Berita Terbaru