Aktivitas Nelayan Lumpuh Akibat BBM Mahal, DPC Maung Kubu Raya Desak Pemda Tangani Serius

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Sabtu, 9 Mei 2026 - 22:57 WIB

5046 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nasionaldetik.com, — 09 Mei 2026 Krisis ketersediaan dan mahalnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis solar yang melanda Desa Sepuk Laut, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, mendapat sorotan tajam dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) LSM MAUNG Kubu Raya Kalimantan Barat. Kondisi yang membuat aktivitas melaut para nelayan hampir lumpuh ini dinilai sangat merugikan masyarakat pesisir dan menuntut perhatian serius serta tindakan nyata dari Pemerintah Kabupaten Kubu Raya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, harga solar subsidi yang beredar di wilayah tersebut mencapai Rp15.000 per liter — jauh lebih tinggi dari harga eceran resmi — serta ketersediaannya sering kali tidak mencukupi kebutuhan. Hal ini memaksa para nelayan, khususnya nelayan kecil, menanggung beban biaya operasional yang sangat berat. Sebagai gambaran, sekali melaut rata-rata membutuhkan 35 liter solar dengan biaya lebih dari Rp500 ribu, padahal hasil penjualan ikan kerap kali hanya mencapai sekitar Rp300 ribu. Kondisi ini membuat banyak perahu dan alat tangkap terpaksa tertambat, sebab rugi yang diderita lebih besar dibanding keuntungan yang didapat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menanggapi persoalan ini, Ketua DPC LSM Maung Kubu Raya memberikan tanggapan tegas. Ia menegaskan bahwa persoalan BBM bukan sekadar masalah ekonomi biasa, melainkan ancaman langsung terhadap ketahanan pangan dan kesejahteraan ribuan warga yang menggantungkan hidupnya dari laut.

“Kami di DPC LSM Maung Kubu Raya sangat prihatinkan melihat kondisi saudara-saudara kita nelayan di Desa Sepuk Laut. Bagaimana mereka bisa bekerja dan menghidupi keluarga kalau bahan bakar saja sulit didapat dan harganya tidak wajar? Solar adalah nyawa mereka. Kalau tidak ada bahan bakar, otomatis ekonomi mereka mati,” ujar Ketua Zulkifli DPC LSM Maung Kubu Raya.

Ia juga menyoroti sistem pembelian BBM yang selama ini berlaku, yang mewajibkan pembelian dalam jumlah besar melalui kelompok. Menurutnya, sistem ini justru memberatkan nelayan kecil yang memiliki modal terbatas dan membutuhkan pembelian sesuai kebutuhan harian.

“Kami dengar keluhan mereka, mereka tidak butuh pembelian ratusan liter sekaligus yang butuh modal besar. Mereka butuh akses beli sedikit-sedikit, sesuai kebutuhan hari itu. Karena hasil tangkapan ikan tidak bisa diprediksi. Sistem yang ada sekarang tidak berpihak pada nelayan kecil,” tambahnya.

Oleh karena itu, DPC LSM MAUNG Kubu Raya mendukung sepenuhnya aspirasi warga yang meminta pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) tepat di wilayah Desa Sepuk Laut. Keberadaan fasilitas ini dinilai sebagai solusi paling tepat, cepat, dan menyentuh kebutuhan dasar masyarakat pesisir setempat.

“Permintaan warga untuk dibangunkan SPBUN di Sepuk Laut itu sangat mendesak dan sangat beralasan. Kami mendukung penuh aspirasi tersebut dan mendesak Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, mulai dari Dinas Perikanan hingga Pemerintah Daerah, segera mengagendakan dan merealisasikannya. Jangan sampai nasib nelayan dibiarkan terkatung-katung seperti ini terus,” tegasnya.

Selain itu, pihaknya juga meminta perhatian khusus dari Anggota DPR RI dapil Kalimantan Barat serta seluruh pemangku kepentingan terkait untuk turun tangan memperjuangkan alokasi BBM subsidi yang cukup dan merata, agar harga yang diterima nelayan kembali ke jalur resmi dan terjangkau.

“Kami di Maung Kubu Raya akan terus mengawal isu ini. Jangan biarkan masyarakat pesisir menjadi korban tata kelola yang belum baik. Nelayan adalah pilar ekonomi daerah, sudah sepatutnya kesejahteraan mereka diutamakan dan dijaga,” pungkas Ketua DPC LSM Maung Kubu Raya.

Sampai berita ini diturunkan, keluhan nelayan Desa Sepuk Laut masih terus bergema, dan harapan tertuju pada langkah konkret pemerintah untuk mengakhiri krisis BBM yang melumpuhkan mata pencaharian mereka.

Publisher : Tim/Red
Penulis : TIM MAUNG
Ket Foto : Istimewa

Berita Terkait

Deretan Kasus LS Yang Kini DPO Penganiayaan Bersama-Sama
Karya Bakti Skala Besar Kodam I/BB Dimulai, Jembatan Perintis Garuda di Sungai Hou Nias Dibangun
Pangdam XVIII/Kasuari Pimpin Miyajgema Tokoh Lintas Sektoral Papua Barat : Perkuat Persatuan dan Sinergi Daerah
Koleksi Almira ADS Bersinar di Catwalk Persit Bisa II Jadi Magnet Antrian Penjulan Fashion Wastra
*Sentuhan Harapan di Rumah Sederhana, Brigjen TNI Joni Pardede Tinjau RTLH Milik Janda Pencari Pasir dalam TMMD Reguler ke-128 Kodim Sragen*
Satgas Pamtas Kewilayahan Yonif 410/ALG Pos Teluk Arguni Laksanakan Kegiatan Yankes Di Kampung Bofuwer
BUNGKIR: Kadis LHK Sumut “Bungkam Seribu Bahasa”, Perambahan Hutan Poldung Labura Semakin Menjadi
Patahkan Isu “Kabur” ke Malaysia, Kades Sinama Nenek Kembali Ngantor dan Bongkar Fakta Sebenarnya

Berita Terkait

Minggu, 10 Mei 2026 - 17:03 WIB

Sebulan Bergelut di Medan Berat, Prajurit Kodim 0206/Dairi Tuntaskan Dua Jembatan Armco di Pakpak Bharat

Minggu, 10 Mei 2026 - 16:57 WIB

Babinsa Koramil 03/Parongil Hadiri Ibadah Minggu, Perkuat Toleransi dan Kebersamaan

Minggu, 10 Mei 2026 - 16:50 WIB

TNI Hadir Sampai ke Gereja Desa, Babinsa Tigalingga Monitoring Sekaligus Beribadah Bersama Jemaat

Minggu, 10 Mei 2026 - 16:46 WIB

Babinsa Koramil 06/Kerajaan, Komsos dengan Warga di Bawah Pohon Mangga

Sabtu, 9 Mei 2026 - 21:55 WIB

Babinsa di Pakpak Bharat Punya Cara Unik Rangkul Pemuda: Edukasi Bahaya Narkoba di Kedai Kopi

Sabtu, 9 Mei 2026 - 21:49 WIB

Ngopi Santai di Warung Depan Kantor Desa, Cara Humanis Babinsa Pakpak Bharat Jaga Kedekatan dengan Warga

Sabtu, 9 Mei 2026 - 21:40 WIB

Kompak Bangun Desa, Babinsa dan Masyarakat Pardomuan Gotong Royong Perkeras Badan Jalan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 21:00 WIB

Wakili Dandim 0206/Dairi, Kapten Inf A. Siregar Tegaskan TNI Dukung Pelestarian Adat Pakpak

Berita Terbaru