PNIB : Tolak Kedatangan Rizieq Shihab di Pamekasan Jangan Berkedok Peduli Palestina Tapi Provokasi dan Rusak Persatuan Indonesia

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Selasa, 5 Mei 2026 - 10:22 WIB

5084 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surabaya, Nasionaldetik.com – 05 Mei 2026 – Ketua Umum Organisasi Kemasyarakatan Kebangsaan dan Kebhinekaan Lintas Agama, Suku dan Budaya Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB), AR Waluyo Wasis Nugroho (Gus Wal), menyatakan penolakan keras nan tegas terhadap rencana kehadiran Rizieq Shihab dalam acara bertajuk Tabligh Akbar & Istighotsah Untuk Palestina yang akan digelar di Lapangan Pegantenan, Pasuruan.

Menurut Gus Wal, kepedulian terhadap Palestina tidak boleh dijadikan tameng untuk membawa agenda yang berpotensi memecah belah bangsa. Ia menilai, kehadiran Rizieq Shihab figur yang selama ini kerap menimbulkan kontroversi justru berisiko menggeser substansi solidaritas menjadi panggung provokasi.

lanjutny

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jangan bungkus agenda lama dengan kemasan baru. Palestina itu isu kemanusiaan, bukan alat untuk membangkitkan polarisasi di dalam negeri,” tegas Gus Wal.

PNIB juga menyampaikan harapannya kepada seluruh panitia penyelenggara kegiatan di Lapangan Pegantenan agar lebih selektif dalam menentukan tokoh yang diundang dalam kegiatan keagamaan berskala besar. Gus Wal menilai masih banyak ulama dan sayyid di pasuruan maupun di Jawa Timur yang memiliki rekam jejak sejuk, inklusif, dan mampu menjaga persatuan umat tanpa membawa konflik.

“Kalau tujuannya benar-benar untuk doa dan solidaritas peduli Palestina, banyak ulama yang lebih meneduhkan, bukan yang justru memantik kegaduhan. Kehadiran Rizieq Shihab yang merupakan residivis kriminal dan pernah beberapa kali dipenjara dikhawatirkan memberikan teladan yang buruk bagi santri dan masyarakat,” lanjutnya.

Lebih jauh, PNIB yang didukung tokoh agama dan masyarakat pasuruan mendesak aparat penegak hukum, khususnya Polres Pasuruan dan Polda Jawa Timur, untuk tidak memberikan izin terhadap kegiatan yang menghadirkan rizieq shihab tokoh dengan rekam jejak hukum dan sosial yang dinilai problematik.

“Negara tidak boleh kalah oleh narasi simbolik. Bersorban bukan berarti kebal kritik. Jika rekam jejaknya berulang kali memicu konflik, maka negara wajib bersikap tegas,” ujar Gus Wal.L mj(kl ki

PNIB juga mengingatkan bahwa organisasi Front Pembela Islam (FPI) telah resmi dibubarkan oleh pemerintah, sehingga segala bentuk upaya menghadirkan kembali panggung bagi tokoh-tokohnya dinilai sebagai langkah mundur dalam menjaga stabilitas nasional. PNIB menegaskan bahwa jangan pernah kembali dibiarkan bangkitnya FPI maupun HTI yang selama ini dinilai sebagai sumber intoleransi, radikalisme, dan ancaman terhadap persatuan bangsa.

“FPI sudah dibubarkan. Jangan diberi ruang, jangan diberi panggung, apalagi dibungkus dengan isu suci seperti Palestina. Ini berbahaya,” katanya.

Menutup pernyataannya, Gus Wal menegaskan bahwa persatuan Indonesia harus menjadi prioritas utama di atas segala kepentingan kelompok.

“Kita memang peduli terhadap Palestina, tapi jangan sampai membawa api ke rumah sendiri. Solidaritas dapat diwujudkan melalui qunut nazilah ataupun penyaluran donasi melalui lembaga yang kredibel dan terpercaya, agar tidak terulang penyalahgunaan donasi kemanusiaan sebagaimana kasus-kasus yang pernah mencuat di masa lalu,” pungkas Gus Wal.

Penulis : Tim POIN

Editor : Admin

Berita Terkait

Danrem Untoro: Dedikasi untuk Bangsa dan Negara Harus Tetap Hidup
Fogging Massal di Makodim Trenggalek, Upaya Nyata Cegah Ancaman DBD
PNIB Apresiasi Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Sulteng, Waspada Khilafah Terorisme Massive di Sekitar Kita
SKANDAL SUMAWE: Tanah Bengkok Dijarah, BPD Jadi ‘Macan Ompong’ di 15 Desa
Gempar! Sosok Kades Buncitan Ditemukan Tewas di Ruang Kerja, Polisi Lakukan Otopsi
Kadet KKRI Digembleng Materi Lapangan dan Bela Negara di Hari Kedua Persami
PNIB : Mei Momentum Implementasikan Kebangkitan Nasional, Gelorakan Persatuan Indonesia, Merefleksikan Semangat Reformasi
Modus Isi Ulang Gas Portable Pakai LPG Subsidi 3 Kg Terbongkar, Seorang Pemuda Diamankan Polres Tulungagung

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 18:51 WIB

Memalukan, Keluarga Tersangka Hanya Bisa Beretorika Di Medsos Berupaya Menggagalkan Proses Hukum

Kamis, 7 Mei 2026 - 18:46 WIB

Sidang Prapid Polrestabes Medan Hadirkan Saksi Ahli Dinilai Tak Masuk Akal, Dugaan Pengkondisian terhadap Wartawan Mulai Terbuka!

Kamis, 7 Mei 2026 - 18:36 WIB

APPI Sumut Apresiasi Langkah Tegas Polda Sumut Berhentikan Tidak Dengan Hormat Kompol DK

Selasa, 5 Mei 2026 - 12:56 WIB

Direktur Polri Watch Bantah Berita Kapolrestabes Medan Gagal Awasi kinerja Personel 

Senin, 4 Mei 2026 - 18:40 WIB

UKW PWI Sumut Digelar 2–3 Juni 2026, Gandeng Kejatisu Tingkatkan Profesionalisme Wartawan Hukum

Senin, 4 Mei 2026 - 18:29 WIB

Gillian Victoria Chandra Raih Mahkota Puteri Anak Sumatera Utara 2026 dengan Deretan Prestasi Gemilang

Senin, 4 Mei 2026 - 18:10 WIB

Ingin Pendidikan Agama dan Umum Seimbang? Pesantren Al-Kautsar Al-Akbar Medan Buka Pendaftaran 2026/2027

Senin, 4 Mei 2026 - 12:58 WIB

Direktur Polri Watch Bantah Berita Kapolrestabes Medan Gagal Awasi Kinerja Personel 

Berita Terbaru

DAERAH

Pemkab Pesawaran Lepas 127 Jamaah Calon Haji Tahun 2026

Kamis, 7 Mei 2026 - 20:15 WIB

ACEH BARAT DAYA

Kekompakan TNI dan Masyarakat Percepat Rehab RTLH di Desa Gunung Cut

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:03 WIB